-->

Panduan Pustakawan dan Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam hidup seseorang.

Pemanfaatan Perangkat Digital dalam Pembelajaran: PID, Laptop, dan Penyimpanan Digital

 


Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam cara sekolah melaksanakan pembelajaran. Jika sebelumnya proses belajar banyak mengandalkan buku cetak, papan tulis, dan media konvensional, kini sekolah memiliki lebih banyak pilihan perangkat untuk mendukung kegiatan belajar.

Laptop, Papan Interaktif Digital (PID), proyektor, jaringan internet, penyimpanan digital, perangkat audio, kamera, hingga berbagai perangkat pendukung lainnya dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran.

Namun, keberadaan perangkat tersebut belum otomatis membuat pembelajaran menjadi digital.

Perangkat baru memberikan manfaat ketika digunakan secara tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Materi Bimbingan Teknis Penguatan Digitalisasi Pembelajaran menjelaskan bahwa perangkat digital pembelajaran merupakan alat berbasis teknologi yang digunakan untuk membantu guru dan peserta didik dalam mengakses, menampilkan, mengolah, menyimpan, serta membagikan informasi pembelajaran secara lebih interaktif, efektif, dan bermakna.

Karena itu, pemanfaatan perangkat digital di sekolah perlu dipahami tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi pembelajaran.

Apa Saja Perangkat Digital Pembelajaran?

Perangkat digital pembelajaran tidak hanya berupa laptop atau komputer.

Dalam materi Bimtek, perangkat digital sekolah dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu perangkat tampilan dan presentasi kelas, perangkat komputasi dan pembelajaran, jaringan dan konektivitas internet, audio dan pendukung multimedia, perangkat perekaman dan produksi konten, perangkat cetak dan administrasi, penyimpanan data dan backup, serta perangkat keamanan dan proteksi.

Pengelompokan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem digital sekolah sebenarnya cukup luas.

Beberapa perangkat yang umum dijumpai antara lain:

  • Papan Interaktif Digital atau PID;

  • laptop;

  • komputer;

  • tablet;

  • proyektor;

  • smart TV;

  • router;

  • access point;

  • modem;

  • speaker;

  • mikrofon;

  • kamera;

  • webcam;

  • hard disk eksternal;

  • SSD;

  • flashdisk;

  • cloud drive;

  • printer;

  • scanner;

  • UPS atau stabilizer; dan

  • perangkat keamanan lainnya.

Masing-masing perangkat memiliki fungsi yang berbeda.

Guru dan tenaga kependidikan perlu memahami fungsi tersebut agar perangkat tidak hanya tersedia, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Papan Interaktif Digital sebagai Media Pembelajaran

Salah satu perangkat yang semakin menarik perhatian dalam digitalisasi pembelajaran adalah Papan Interaktif Digital (PID).

PID bukan sekadar layar besar yang digunakan untuk menampilkan presentasi. Berdasarkan materi Bimtek, perangkat ini memiliki fitur interaktif dan kolaboratif yang memungkinkan pengguna menulis, menggambar, menghapus, serta memindahkan objek langsung pada layar. PID juga dapat digunakan sebagai papan tulis digital dan mendukung berbagai sumber multimedia.

Fitur tersebut memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif.

Misalnya, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat menampilkan sebuah teks bacaan pada layar. Murid kemudian dapat diajak menandai gagasan utama, menemukan informasi tertentu, mengelompokkan kata, atau membahas struktur teks secara bersama-sama.

Dalam pembelajaran matematika, guru dapat menampilkan gambar, tabel, grafik, atau objek tertentu untuk kemudian dianalisis bersama.

Dengan demikian, PID dapat menjadi ruang interaksi antara guru, murid, dan materi pembelajaran.

PID Bukan Sekadar Pengganti Proyektor

Hal penting yang perlu dipahami adalah perbedaan antara menampilkan materi dan menggunakan teknologi secara interaktif.

Jika PID hanya digunakan untuk menampilkan slide presentasi, fungsi interaktifnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebaliknya, guru dapat memanfaatkan fitur PID untuk melibatkan murid.

Contohnya:

Aktivitas membaca

Guru menampilkan sebuah bacaan. Murid secara bergantian menemukan informasi penting dan menandainya pada layar.

Aktivitas mengelompokkan

Guru menampilkan beberapa kata atau informasi. Murid mengelompokkannya sesuai kategori yang telah ditentukan.

Aktivitas memecahkan masalah

Guru menampilkan sebuah permasalahan. Murid memberikan alternatif penyelesaian dan mendiskusikannya bersama.

Aktivitas refleksi

Guru menampilkan beberapa pertanyaan reflektif. Murid memberikan jawaban dan membahasnya bersama teman.

Aktivitas tersebut membuat PID menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar perangkat presentasi.

Laptop sebagai Perangkat Kerja Guru dan Murid

Laptop merupakan salah satu perangkat komputasi yang dapat mendukung berbagai aktivitas pembelajaran.

Guru dapat menggunakan laptop untuk menyiapkan bahan ajar, membuat presentasi, mengolah data, mencari sumber belajar, membuat media pembelajaran, mengelola asesmen, serta menyimpan dokumen.

Murid juga dapat menggunakan laptop untuk membaca sumber digital, mengerjakan tugas, membuat produk, melakukan pencarian informasi, atau mengikuti aktivitas pembelajaran tertentu.

Namun, pemanfaatan laptop perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Tidak semua kegiatan belajar harus menggunakan laptop.

Guru perlu mempertimbangkan apakah penggunaan laptop memang memberikan manfaat terhadap aktivitas belajar yang sedang dirancang.

Jika tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan diskusi, membaca buku, pengamatan lingkungan, atau praktik langsung, penggunaan laptop tidak harus dipaksakan.

Sebaliknya, ketika teknologi dapat membantu menghadirkan sumber informasi, visualisasi, pengolahan data, atau aktivitas interaktif yang sulit dilakukan secara konvensional, laptop dapat menjadi perangkat yang sangat membantu.

Penyimpanan Digital: Bagian yang Sering Terlupakan

Ketika membicarakan perangkat digital, pembahasan sering berfokus pada laptop atau layar interaktif.

Padahal, penyimpanan data juga merupakan bagian penting dari ekosistem digital sekolah.

Materi Bimtek memasukkan hard disk eksternal, NAS, SSD, flashdisk, dan cloud drive sebagai contoh perangkat penyimpanan data dan backup.

Penyimpanan digital diperlukan karena guru dan sekolah menghasilkan berbagai macam data.

Contohnya:

  • bahan ajar;

  • modul;

  • presentasi;

  • video pembelajaran;

  • foto kegiatan;

  • dokumen administrasi;

  • hasil pekerjaan murid;

  • instrumen asesmen;

  • hasil asesmen;

  • dokumen kegiatan sekolah; dan

  • berbagai sumber belajar digital.

Jika data tersebut hanya tersimpan pada satu laptop atau satu flashdisk, risiko kehilangan data akan lebih besar.

Karena itu, sekolah perlu mulai membangun kebiasaan melakukan pencadangan data.

Mengapa Backup Data Penting?

Bayangkan seorang guru telah membuat bahan ajar selama beberapa minggu.

Semua file tersimpan dalam satu laptop.

Kemudian laptop mengalami kerusakan.

Jika tidak ada salinan cadangan, bahan ajar tersebut dapat hilang.

Masalah serupa dapat terjadi ketika flashdisk rusak, file terhapus secara tidak sengaja, atau perangkat mengalami gangguan.

Karena itu, data penting sebaiknya memiliki salinan cadangan.

Pencadangan dapat dilakukan menggunakan perangkat penyimpanan eksternal maupun penyimpanan berbasis awan (cloud storage), sesuai fasilitas dan kebijakan yang berlaku di sekolah.

Yang terpenting bukan hanya memiliki tempat penyimpanan, tetapi memiliki kebiasaan pengelolaan data yang teratur.

Pengelolaan File yang Rapi Memudahkan Pembelajaran

Pemanfaatan penyimpanan digital juga perlu diikuti dengan pengelolaan file yang baik.

Guru dapat membuat struktur folder yang sederhana dan konsisten.

Misalnya:

Pembelajaran

→ Kelas 4
→ Bahasa Indonesia
→ Modul Ajar
→ Media
→ Asesmen
→ Hasil Pekerjaan Murid

Dengan struktur seperti itu, guru akan lebih mudah menemukan dokumen ketika dibutuhkan.

Penamaan file juga sebaiknya dibuat konsisten.

Contohnya:

Modul_Ajar_Bahasa_Indonesia_Kelas_4_Teks_Narasi

atau

Asesmen_Bahasa_Indonesia_Kelas_4_Materi_Teks_Narasi

Kebiasaan sederhana seperti ini menjadi semakin penting ketika jumlah dokumen digital semakin banyak.

Perangkat Digital Membutuhkan Jaringan

Perangkat digital juga berkaitan dengan konektivitas.

Materi Bimtek menyebutkan beberapa perangkat jaringan seperti router, access point Wi-Fi, modem, switch, kabel LAN, dan repeater.

Jaringan memungkinkan perangkat terhubung dengan internet maupun perangkat lainnya sesuai konfigurasi yang digunakan sekolah.

Dalam pembelajaran, konektivitas dapat digunakan untuk mengakses sumber belajar, platform pendidikan, sumber informasi, maupun layanan digital lainnya.

Namun, sekolah perlu mempertimbangkan kondisi jaringan yang tersedia.

Tidak semua kegiatan pembelajaran harus bergantung pada internet.

Guru dapat menyiapkan bahan pembelajaran yang dapat digunakan secara luring apabila koneksi internet tidak tersedia atau mengalami gangguan.

Dengan demikian, pembelajaran tetap dapat berjalan.

Perangkat Digital Juga Membutuhkan Perawatan

Perangkat digital merupakan aset sekolah yang perlu dikelola.

Pemanfaatan perangkat secara terus-menerus tanpa perawatan dapat menyebabkan penurunan kinerja atau kerusakan.

Perawatan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Misalnya:

  • menjaga kebersihan perangkat;

  • menggunakan perangkat sesuai petunjuk;

  • menjaga kabel dan konektor;

  • menyimpan perangkat pada tempat yang aman;

  • menghindari benturan;

  • menjaga perangkat dari cairan;

  • menggunakan sumber listrik yang sesuai;

  • melakukan pencadangan data;

  • melakukan pemeriksaan perangkat secara berkala; dan

  • melaporkan kerusakan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Perawatan tidak hanya menjadi tugas teknisi.

Guru sebagai pengguna juga memiliki peran dalam menjaga perangkat yang digunakan untuk pembelajaran.

Pengelolaan Perangkat Perlu Didukung Inventarisasi

Selain perawatan, sekolah juga perlu mengetahui perangkat apa saja yang dimiliki.

Inventarisasi membantu sekolah mengetahui:

  • jenis perangkat;

  • jumlah perangkat;

  • lokasi perangkat;

  • kondisi perangkat;

  • pengguna atau penanggung jawab;

  • kelengkapan perangkat; dan

  • kebutuhan pemeliharaan.

Data inventaris juga dapat membantu sekolah menentukan prioritas ketika akan melakukan perbaikan, pengadaan, atau pengembangan sarana digital.

Pengelolaan perangkat yang baik membuat sekolah tidak hanya mengetahui berapa banyak perangkat yang dimiliki, tetapi juga mengetahui seberapa jauh perangkat tersebut digunakan dan dalam kondisi seperti apa.

Keamanan Perangkat dan Data

Digitalisasi pembelajaran juga membawa tanggung jawab terhadap keamanan.

Perangkat digital dapat menyimpan data penting. Karena itu, sekolah perlu memperhatikan keamanan fisik perangkat maupun keamanan data.

Materi Bimtek memasukkan CCTV, kunci perangkat, UPS atau stabilizer, lemari penyimpanan, dan perangkat lunak sebagai bagian dari keamanan dan proteksi perangkat digital.

Guru juga perlu memiliki kebiasaan sederhana untuk menjaga keamanan data.

Misalnya:

  • tidak membagikan kata sandi secara sembarangan;

  • tidak meninggalkan perangkat dalam kondisi terbuka;

  • mencadangkan data penting;

  • berhati-hati terhadap file atau tautan yang tidak dikenal;

  • menjaga data pribadi murid;

  • menggunakan perangkat sesuai kewenangan; dan

  • memastikan file penting tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan.

Keamanan menjadi semakin penting ketika sekolah semakin banyak menggunakan teknologi digital.

Bagaimana Memanfaatkan Perangkat Digital untuk Literasi?

Perangkat digital dapat digunakan untuk mendukung kegiatan literasi.

Guru dapat menggunakan laptop atau PID untuk menghadirkan berbagai jenis teks.

Misalnya:

  • cerita;

  • artikel;

  • berita;

  • infografis;

  • poster;

  • teks prosedur;

  • teks informasi; dan

  • berbagai bahan bacaan lainnya.

Murid tidak hanya diminta membaca.

Guru dapat merancang aktivitas untuk menemukan informasi, membandingkan isi teks, mengidentifikasi gagasan utama, menarik kesimpulan, atau menyampaikan pendapat.

Dengan demikian, teknologi menjadi sarana untuk memperluas pengalaman literasi.

Perpustakaan sekolah juga dapat mengambil peran dalam menyediakan dan mengorganisasi sumber belajar digital yang dapat digunakan guru dan murid.

Hal tersebut membuka peluang bagi perpustakaan untuk berkembang sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital sekolah.

Bagaimana Memanfaatkan Perangkat Digital untuk Numerasi?

Pemanfaatan perangkat digital juga dapat mendukung numerasi.

Guru dapat menampilkan data dalam bentuk:

  • tabel;

  • diagram;

  • grafik;

  • gambar;

  • angka;

  • ukuran; dan

  • informasi kuantitatif lainnya.

Murid kemudian dapat diajak membaca, membandingkan, menghitung, menganalisis, dan mengambil kesimpulan berdasarkan data.

Contohnya, guru menampilkan data jumlah buku yang dipinjam siswa selama satu minggu.

Murid dapat diminta menentukan hari dengan jumlah peminjaman tertinggi, menghitung selisih peminjaman, mencari rata-rata sederhana, atau membuat grafik berdasarkan data tersebut.

Aktivitas seperti ini dapat menghubungkan pembelajaran dengan situasi nyata.

Perpustakaan Dapat Mendukung Ekosistem Digital Sekolah

Dalam konteks perpustakaan sekolah, perkembangan perangkat digital memberikan peluang baru.

Perpustakaan tidak hanya mengelola koleksi buku fisik.

Perpustakaan dapat turut mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber belajar digital sesuai dengan kebijakan sekolah dan ketersediaan fasilitas.

Sumber belajar digital dapat membantu guru menemukan bahan pendukung pembelajaran.

Murid juga dapat memperoleh akses terhadap bahan bacaan atau sumber informasi yang relevan.

Dengan demikian, perpustakaan dapat berkembang sebagai salah satu pusat sumber belajar yang mendukung pembelajaran digital.

Peran tersebut menjadi semakin penting ketika sekolah mulai mengembangkan budaya belajar yang memanfaatkan berbagai sumber informasi.

Jangan Mengukur Digitalisasi dari Jumlah Perangkat

Sekolah yang memiliki banyak perangkat belum tentu telah berhasil melakukan digitalisasi pembelajaran.

Sebaliknya, sekolah dengan perangkat yang lebih terbatas tetap dapat memanfaatkan teknologi secara bermakna apabila guru mampu menggunakannya sesuai kebutuhan.

Karena itu, beberapa pertanyaan berikut dapat digunakan untuk melakukan refleksi:

Apakah perangkat digunakan secara rutin?

Apakah pengguna memahami fungsi perangkat?

Apakah perangkat digunakan untuk aktivitas belajar murid?

Apakah perangkat dirawat dengan baik?

Apakah data pembelajaran dikelola dan dicadangkan?

Apakah guru memperoleh dukungan untuk meningkatkan kompetensi digital?

Pertanyaan tersebut membantu sekolah melihat digitalisasi dari sisi pemanfaatan, bukan hanya pengadaan.

Strategi Memulai Pemanfaatan Perangkat Digital

Sekolah tidak perlu mengubah seluruh pembelajaran sekaligus.

Pemanfaatan perangkat digital dapat dikembangkan secara bertahap.

Tahap pertama: memetakan perangkat

Catat perangkat yang tersedia dan kondisi masing-masing.

Tahap kedua: mengenali fungsi

Guru perlu memahami fungsi dasar setiap perangkat yang digunakan.

Tahap ketiga: menentukan kebutuhan pembelajaran

Tentukan kegiatan pembelajaran yang dapat terbantu oleh perangkat digital.

Tahap keempat: mencoba pada kegiatan sederhana

Mulai dengan satu aktivitas pembelajaran.

Tahap kelima: melakukan refleksi

Amati apakah teknologi benar-benar membantu proses belajar.

Tahap keenam: mengembangkan pemanfaatan

Jika penggunaan awal berhasil, guru dapat mengembangkan aktivitas yang lebih beragam.

Pendekatan bertahap dapat membantu guru membangun kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi.

Kolaborasi Guru dan Pengelola Sekolah

Pemanfaatan perangkat digital tidak dapat dibebankan kepada satu orang.

Sekolah perlu membangun kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengelola sarana prasarana, dan pihak lain yang terkait.

Guru dapat memberikan informasi tentang kebutuhan pembelajaran.

Pengelola sarana dapat membantu memastikan perangkat tersedia dan terawat.

Perpustakaan dapat mendukung penyediaan sumber belajar.

Pimpinan sekolah dapat mendorong pengembangan kompetensi dan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, perangkat digital dapat dikelola sebagai bagian dari ekosistem sekolah.

Penutup

Perangkat digital memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung pembelajaran di sekolah.

PID dapat digunakan untuk menghadirkan pembelajaran interaktif. Laptop dapat mendukung guru dan murid dalam mengakses, membuat, dan mengolah berbagai sumber belajar. Perangkat penyimpanan membantu menjaga dokumen dan data pembelajaran. Jaringan memungkinkan berbagai perangkat terhubung dan mengakses sumber digital.

Namun, semua perangkat tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila hanya berhenti pada pengadaan.

Digitalisasi pembelajaran membutuhkan pemanfaatan, pengelolaan, perawatan, keamanan, dan integrasi dengan tujuan pembelajaran.

Materi Bimtek menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada tersedianya perangkat, tetapi pada kemampuan guru memanfaatkannya secara tepat untuk mendukung proses belajar.

Bagi sekolah, tantangannya bukan hanya menyediakan perangkat digital, tetapi membangun kebiasaan menggunakan perangkat secara bertanggung jawab dan bermakna.

Bagi guru, tantangannya bukan menguasai sebanyak mungkin teknologi, melainkan memilih dan menggunakan teknologi yang benar-benar membantu murid belajar.

Sementara bagi perpustakaan sekolah, perkembangan digital membuka peluang untuk memperkuat perannya sebagai pusat sumber belajar yang menyediakan dan mendukung akses terhadap berbagai sumber informasi.

Pada akhirnya, perangkat hanyalah sarana. Nilai pendidikan muncul dari bagaimana perangkat tersebut digunakan untuk membantu guru mengajar dan murid belajar.




Referensi 

Prasetyo, E. B. (2015). Pola pemanfaatan teknologi informasi di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.21831/jpipfip.v7i2.4916

Ningsih, I. W., Widodo, A., & Asrin, A. (2021). Urgensi kompetensi literasi digital dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 8(2), 132–139. https://doi.org/10.21831/jitp.v8i1.35912

Bentri, A., Hidayati, A., Saputra, A., & Arina, N. (2025). The analysis of teacher digital pedagogical competencies in facing technological development in learning. Cakrawala Pendidikan, 44(2). https://doi.org/10.21831/cp.v44i2.70839

Labels: teknologi

Thanks for reading Pemanfaatan Perangkat Digital dalam Pembelajaran: PID, Laptop, dan Penyimpanan Digital. Please share...!

0 Komentar untuk "Pemanfaatan Perangkat Digital dalam Pembelajaran: PID, Laptop, dan Penyimpanan Digital"

Back To Top