Menentukan nomor klasifikasi buku pelajaran merupakan salah satu pekerjaan penting dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Buku yang datang ke perpustakaan tidak cukup hanya dicatat dalam buku inventaris. Agar dapat ditemukan dan ditata dengan mudah, setiap buku perlu ditempatkan berdasarkan subjek atau bidang ilmu yang dibahas.
Salah satu sistem klasifikasi yang banyak dikenal dan digunakan dalam perpustakaan adalah Dewey Decimal Classification (DDC).
Bagi pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah, menentukan nomor DDC terkadang membingungkan, terutama untuk buku pelajaran. Hal ini terjadi karena nama mata pelajaran di sekolah tidak selalu sama dengan struktur ilmu pengetahuan dalam DDC.
Contohnya, Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran sekolah, tetapi DDC tidak memiliki satu kelas khusus bernama "Pendidikan Pancasila". Demikian pula IPAS pada jenjang SD merupakan mata pelajaran terpadu, sedangkan DDC mengelompokkan ilmu pengetahuan berdasarkan bidang subjeknya.
Karena itu, klasifikasi buku pelajaran sebaiknya dilakukan dengan memahami terlebih dahulu isi dan subjek utama buku, kemudian menentukan nomor DDC yang paling sesuai.
Artikel ini membahas panduan praktis nomor DDC untuk buku mata pelajaran dari SD, SMP, hingga SMA, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPAS, IPA, IPS, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, PJOK, Seni, Informatika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan mata pelajaran lainnya.
Apa Itu DDC?
DDC adalah singkatan dari Dewey Decimal Classification, yaitu sistem klasifikasi perpustakaan yang mengelompokkan pengetahuan ke dalam sepuluh kelas utama.
Sepuluh kelas utama tersebut adalah:
| DDC | Kelompok Ilmu |
|---|---|
| 000 | Karya umum, informasi, komputer |
| 100 | Filsafat dan psikologi |
| 200 | Agama |
| 300 | Ilmu sosial |
| 400 | Bahasa |
| 500 | Ilmu pengetahuan alam dan matematika |
| 600 | Teknologi dan ilmu terapan |
| 700 | Seni dan rekreasi |
| 800 | Sastra |
| 900 | Sejarah dan geografi |
Struktur tersebut merupakan tingkatan dasar DDC. Masing-masing kelas kemudian dapat dibagi lagi menjadi subkelas yang lebih spesifik.
Dalam praktik klasifikasi, pustakawan tidak seharusnya hanya melihat nama mata pelajaran. Isi buku perlu dianalisis terlebih dahulu.
Perpusnas menjelaskan bahwa klasifikasi dilakukan dengan menganalisis isi bahan pustaka dan menentukan notasi yang mewakili subjek bahan pustaka. Karena itu, analisis subjek menjadi dasar sebelum menentukan nomor klasifikasi.
Prinsip Utama: DDC Mengikuti Subjek Buku
Ini adalah hal yang paling penting dipahami ketika mengklasifikasikan buku pelajaran.
DDC bukan kode mata pelajaran sekolah.
DDC merupakan sistem untuk mengelompokkan subjek atau bidang pengetahuan.
Sebagai contoh:
Buku Matematika SD
Subjeknya adalah matematika.
→ 510
Buku Bahasa Indonesia SD
Subjeknya adalah bahasa Indonesia.
→ 499.221
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Subjek utamanya adalah Islam.
→ 297
Buku PJOK
Jika isi utamanya olahraga dan aktivitas jasmani:
→ 796
Buku Biologi SMA
Subjeknya biologi.
→ 570
Jadi, nomor DDC tetap mengikuti subjek meskipun jenjang sekolahnya berbeda.
NOMOR DDC BUKU MATA PELAJARAN SD
1. Bahasa Indonesia SD
Untuk buku pelajaran Bahasa Indonesia, nomor yang dapat digunakan sebagai dasar klasifikasi adalah:
499.221 – Bahasa Indonesia
Contoh:
| Koleksi | DDC |
|---|---|
| Bahasa Indonesia Kelas I SD | 499.221 |
| Bahasa Indonesia Kelas II SD | 499.221 |
| Bahasa Indonesia Kelas III SD | 499.221 |
| Bahasa Indonesia Kelas IV SD | 499.221 |
| Bahasa Indonesia Kelas V SD | 499.221 |
| Bahasa Indonesia Kelas VI SD | 499.221 |
Untuk pengolahan yang lebih mendalam, nomor dapat dikembangkan berdasarkan subjek tertentu seperti tata bahasa, keterampilan berbahasa, atau sastra.
Perpusnas juga menerbitkan Pedoman Klasifikasi Bahasa dan Kesusastraan Indonesia Menurut DDC Edisi 23 sebagai rujukan khusus bidang bahasa dan sastra Indonesia.
2. Matematika SD
Matematika berada pada kelas:
510 – Matematika
Contoh:
| Koleksi | DDC |
|---|---|
| Matematika Kelas I | 510 |
| Matematika Kelas II | 510 |
| Matematika Kelas III | 510 |
| Matematika Kelas IV | 510 |
| Matematika Kelas V | 510 |
| Matematika Kelas VI | 510 |
Jika isi buku sangat spesifik, klasifikasi dapat diperinci, misalnya:
513 – Aritmetika
516 – Geometri
519 – Probabilitas dan statistika
Namun untuk buku teks Matematika SD secara umum, 510 merupakan nomor praktis.
3. IPAS SD
IPAS menjadi salah satu mata pelajaran yang perlu diperhatikan karena menggabungkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Tidak semua buku IPAS harus langsung diberi nomor 500.
Lihat isi buku.
Jika dominan membahas:
tumbuhan
hewan
tubuh manusia
energi
gaya
materi
lingkungan
maka dapat diarahkan ke kelompok 500.
Jika dominan membahas:
masyarakat
ekonomi
sejarah
kehidupan sosial
budaya
pemerintahan
maka dapat diarahkan ke kelompok 300 atau 900, sesuai subjek yang paling dominan.
Contoh:
IPAS tentang makhluk hidup
→ kelompok 570–590
IPAS tentang tumbuhan
→ 580
IPAS tentang hewan
→ 590
IPAS tentang kehidupan masyarakat
→ kelompok 300
Prinsipnya:
Klasifikasikan berdasarkan isi utama, bukan hanya karena judulnya IPAS.
4. Pendidikan Pancasila SD
Pendidikan Pancasila dapat ditempatkan pada kelompok:
320 – Politik dan kewarganegaraan
Untuk pengelolaan koleksi buku pelajaran SD secara praktis:
| Koleksi | DDC |
|---|---|
| Pendidikan Pancasila Kelas I | 320 |
| Pendidikan Pancasila Kelas II | 320 |
| Pendidikan Pancasila Kelas III | 320 |
| Pendidikan Pancasila Kelas IV | 320 |
| Pendidikan Pancasila Kelas V | 320 |
| Pendidikan Pancasila Kelas VI | 320 |
Jika isi buku tertentu lebih dominan membahas hukum, pendidikan, sejarah, atau bidang lain, pustakawan dapat melakukan analisis subjek lebih lanjut.
5. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD
Untuk buku pelajaran:
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
nomor praktisnya:
297 – Islam
Contoh:
| Koleksi | DDC |
|---|---|
| PAI Kelas I | 297 |
| PAI Kelas II | 297 |
| PAI Kelas III | 297 |
| PAI Kelas IV | 297 |
| PAI Kelas V | 297 |
| PAI Kelas VI | 297 |
Jika bukunya secara khusus membahas Al-Qur'an, hadis, fikih, akidah-akhlak, atau sejarah Islam, nomor dapat dibuat lebih spesifik berdasarkan subjek.
6. Pendidikan Agama Kristen
Buku Pendidikan Agama Kristen berada pada kelompok:
230 – Kekristenan
Untuk buku teks umum:
→ 230
Jika membutuhkan klasifikasi lebih mendalam, dapat menggunakan nomor yang lebih spesifik sesuai isi.
7. Pendidikan Agama Katolik
Untuk buku Pendidikan Agama Katolik:
→ 282 – Gereja Katolik
Buku teks umum dapat menggunakan 282, sedangkan koleksi yang lebih spesifik dapat dikembangkan sesuai isi.
8. PJOK SD
Untuk buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang berfokus pada aktivitas olahraga:
796 – Olahraga
Contoh:
| Koleksi | DDC |
|---|---|
| PJOK Kelas I | 796 |
| PJOK Kelas II | 796 |
| PJOK Kelas III | 796 |
| PJOK Kelas IV | 796 |
| PJOK Kelas V | 796 |
| PJOK Kelas VI | 796 |
Untuk olahraga tertentu:
| Olahraga | DDC |
|---|---|
| Sepak bola | 796.334 |
| Bola basket | 796.323 |
| Bola voli | 796.325 |
| Bulutangkis | 796.34 |
| Atletik | 796.42 |
| Senam | 796.44 |
| Renang | 797.2 |
Jika buku PJOK lebih banyak membahas kesehatan atau kebugaran daripada olahraga, analisis subjek perlu dilakukan sebelum menetapkan nomor.
9. Seni Budaya SD
Seni berada pada kelompok 700.
Contoh:
| Subjek | DDC |
|---|---|
| Seni secara umum | 700 |
| Menggambar | 741 |
| Seni lukis | 750 |
| Musik | 780 |
| Lagu | 782 |
| Drama | 792 |
| Tari | 793.3 |
Untuk buku Seni Budaya yang mencakup beberapa cabang seni sekaligus, 700 dapat digunakan sebagai nomor praktis jika tidak ada satu subjek yang dominan.
10. Bahasa Inggris SD
Bahasa Inggris berada pada:
420 – Bahasa Inggris
Contoh:
Bahasa Inggris Kelas IV → 420
Untuk kamus:
423 – Kamus Bahasa Inggris
Untuk tata bahasa:
425 – Tata Bahasa Inggris
NOMOR DDC BUKU MATA PELAJARAN SMP
Pada jenjang SMP, mata pelajaran mulai lebih terpisah sehingga penentuan DDC biasanya lebih mudah.
Bahasa Indonesia SMP
→ 499.221
Berlaku untuk buku pelajaran Bahasa Indonesia secara umum.
Bahasa Inggris SMP
→ 420
Matematika SMP
→ 510
IPA SMP
IPA dapat diarahkan berdasarkan isi:
IPA umum → 500
Biologi → 570
Fisika → 530
Kimia → 540
Ilmu bumi → 550
Untuk buku IPA terpadu SMP, 500 dapat menjadi pilihan praktis apabila tidak ada subjek yang sangat dominan.
IPS SMP
IPS juga merupakan mata pelajaran terpadu.
Isi dapat mencakup:
geografi
sejarah
ekonomi
sosiologi
Karena itu, pustakawan perlu melihat isi buku.
Jika buku IPS terpadu → dapat menggunakan 300 sebagai klasifikasi praktis.
Jika dominan geografi → 910
Jika dominan sejarah → 900
Jika dominan ekonomi → 330
Jika dominan sosiologi → 301
Pendidikan Pancasila SMP
→ 320
Pendidikan Agama Islam SMP
→ 297
PJOK SMP
→ 796
Informatika SMP
Untuk buku Informatika/komputer:
→ 004
Jika isi buku berfokus pada bidang komputer tertentu, nomor dapat dikembangkan lebih spesifik.
NOMOR DDC BUKU MATA PELAJARAN SMA
Pada SMA, klasifikasi dapat dibuat lebih spesifik karena bidang ilmu sudah semakin jelas.
1. Bahasa Indonesia SMA
→ 499.221
Untuk buku yang secara khusus membahas sastra Indonesia:
→ 899.221
Perbedaan penting:
Bahasa Indonesia → 499.221
Sastra Indonesia → 899.221
2. Bahasa Inggris SMA
→ 420
Jika buku berupa kamus Bahasa Inggris:
→ 423
Jika membahas tata bahasa:
→ 425
3. Matematika SMA
→ 510
Materi tertentu dapat menggunakan nomor yang lebih spesifik.
Contohnya:
Aritmetika → 513
Geometri → 516
Statistika/probabilitas → 519
Untuk buku teks Matematika SMA secara umum:
→ 510
4. Fisika SMA
Fisika:
530
Contoh materi:
mekanika
energi
gelombang
listrik
magnet
fisika modern
Buku teks Fisika SMA secara umum dapat menggunakan 530.
5. Kimia SMA
Kimia:
540
Contohnya:
atom
unsur
senyawa
reaksi kimia
larutan
kimia organik
Buku teks Kimia SMA secara umum:
→ 540
6. Biologi SMA
Biologi:
570
Cabang yang lebih spesifik dapat diarahkan ke:
580 – Tumbuhan
590 – Hewan
Untuk buku Biologi SMA secara umum:
→ 570
7. Geografi SMA
Geografi:
910
Buku Geografi Indonesia dapat diarahkan lebih spesifik sesuai wilayah dan pembahasan.
8. Sejarah SMA
Sejarah berada pada kelompok:
900
Untuk sejarah Indonesia:
959.8
Jika buku sejarah umum:
→ 900
Jika membahas sejarah Indonesia:
→ 959.8
9. Ekonomi SMA
Ekonomi:
330
Contoh:
ekonomi mikro
ekonomi makro
kegiatan ekonomi
pasar
uang
perdagangan
Buku pelajaran Ekonomi SMA secara umum:
→ 330
10. Sosiologi SMA
Sosiologi:
301
Buku pelajaran Sosiologi SMA dapat ditempatkan pada:
→ 301
Untuk subjek sosial tertentu, nomor dapat dikembangkan berdasarkan isi.
11. Pendidikan Pancasila SMA
Untuk buku Pendidikan Pancasila yang berfokus pada kewarganegaraan:
→ 320
12. Pendidikan Agama Islam SMA
→ 297
Jika buku khusus membahas bidang tertentu dalam Islam, klasifikasi dapat dibuat lebih spesifik.
13. PJOK SMA
→ 796
Untuk buku olahraga tertentu dapat menggunakan nomor yang lebih spesifik.
14. Informatika SMA
Untuk komputer dan informatika secara umum:
→ 004
Jika buku lebih khusus membahas pemrograman, jaringan, perangkat lunak, atau bidang komputer tertentu, klasifikasi dapat dibuat lebih spesifik sesuai isi.
TABEL MASTER DDC BUKU MATA PELAJARAN SD–SMA
Berikut tabel ringkas yang dapat digunakan sebagai lembar bantu pustakawan.
| Mata Pelajaran | SD | SMP | SMA | DDC Praktis |
|---|---|---|---|---|
| Bahasa Indonesia | ✓ | ✓ | ✓ | 499.221 |
| Bahasa Inggris | ✓ | ✓ | ✓ | 420 |
| Matematika | ✓ | ✓ | ✓ | 510 |
| IPAS | ✓ | – | – | 500/300 sesuai isi |
| IPA | – | ✓ | – | 500 |
| Biologi | – | ✓/terpadu | ✓ | 570 |
| Fisika | – | ✓/terpadu | ✓ | 530 |
| Kimia | – | ✓/terpadu | ✓ | 540 |
| IPS | – | ✓ | – | 300 |
| Geografi | – | ✓/terpadu | ✓ | 910 |
| Sejarah | – | ✓/terpadu | ✓ | 900 |
| Sejarah Indonesia | – | ✓ | ✓ | 959.8 |
| Ekonomi | – | ✓/terpadu | ✓ | 330 |
| Sosiologi | – | ✓/terpadu | ✓ | 301 |
| Pendidikan Pancasila | ✓ | ✓ | ✓ | 320 |
| PAI dan Budi Pekerti | ✓ | ✓ | ✓ | 297 |
| Pendidikan Agama Kristen | ✓ | ✓ | ✓ | 230 |
| Pendidikan Agama Katolik | ✓ | ✓ | ✓ | 282 |
| PJOK | ✓ | ✓ | ✓ | 796 |
| Informatika | ✓ | ✓ | ✓ | 004 |
| Seni Budaya | ✓ | ✓ | ✓ | 700 |
| Musik | ✓ | ✓ | ✓ | 780 |
| Seni Tari | ✓ | ✓ | ✓ | 793.3 |
| Drama | ✓ | ✓ | ✓ | 792 |
| Sastra Indonesia | ✓ | ✓ | ✓ | 899.221 |
Apakah DDC Buku SD, SMP, dan SMA Harus Berbeda?
Tidak.
Ini merupakan hal yang sering disalahpahami.
Jenjang sekolah tidak menentukan nomor DDC.
Misalnya:
Matematika SD → 510
Matematika SMP → 510
Matematika SMA → 510
Demikian juga:
Bahasa Indonesia SD → 499.221
Bahasa Indonesia SMP → 499.221
Bahasa Indonesia SMA → 499.221
Nomor tersebut sama karena subjeknya tetap sama.
Perbedaan jenjang dapat dicatat melalui data katalog, judul, pengarang, edisi, atau kode lain yang digunakan perpustakaan.
Bagaimana Menyusun Buku Pelajaran di Rak?
Pustakawan dapat menyusun buku berdasarkan nomor klasifikasi.
Contohnya:
Rak 400 – Bahasa
420 Bahasa Inggris499.221 Bahasa Indonesia
Rak 500 – Matematika dan Sains
500 IPA umum510 Matematika530 Fisika540 Kimia570 Biologi580 Tumbuhan590 Hewan
Rak 300 – Sosial dan Kewarganegaraan
301 Sosiologi320 Pendidikan Pancasila330 Ekonomi
Rak 700 – Seni dan Olahraga
700 Seni780 Musik792 Drama793.3 Tari796 Olahraga/PJOK797.2 Renang
Rak 900 – Sejarah dan Geografi
900 Sejarah910 Geografi920 Biografi959.8 Sejarah Indonesia
Dengan susunan seperti ini, buku dengan subjek yang sama akan berada berdekatan.
Contoh Label Punggung Buku Pelajaran
Nomor DDC biasanya menjadi bagian pertama dari nomor panggil.
Misalnya:
Buku Matematika
510KEMM
Buku Bahasa Indonesia
499.221KEMB
Buku Pendidikan Pancasila
320KEMP
Buku PAI
297KEMP
Buku PJOK
796KEMP
Kode setelah nomor DDC dapat disesuaikan dengan kebijakan perpustakaan, misalnya menggunakan tiga huruf nama pengarang dan satu huruf awal judul.
Perlukah Kelas Buku Ditulis pada Label DDC?
Tidak harus.
DDC digunakan untuk menunjukkan subjek.
Jika pustakawan ingin membedakan buku berdasarkan jenjang, kelas dapat dimasukkan dalam kode tambahan sesuai kebijakan internal.
Contohnya, perpustakaan dapat menggunakan:
510KEMMIV
untuk buku Matematika Kelas IV.
Namun, kode IV tersebut bukan bagian dari DDC. Itu hanya kode tambahan yang dibuat oleh perpustakaan.
Hal ini penting agar pustakawan tidak mencampuradukkan nomor klasifikasi DDC dengan kode internal perpustakaan.
Bagaimana Jika Satu Buku Membahas Banyak Subjek?
Inilah alasan mengapa analisis isi sangat penting.
Misalnya buku IPAS membahas:
tumbuhan
hewan
energi
masyarakat
ekonomi
sejarah
Pustakawan perlu melihat apakah terdapat satu subjek utama yang lebih dominan.
Jika tidak ada subjek yang dominan dan buku memang dirancang sebagai buku terpadu, nomor yang lebih umum dapat dipilih sesuai kebijakan klasifikasi.
Untuk perpustakaan SD dengan koleksi terbatas, pendekatan praktis dan konsisten biasanya lebih mudah diterapkan daripada membuat klasifikasi yang terlalu kompleks.
Klasifikasi Sederhana untuk Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah tidak selalu membutuhkan klasifikasi yang sangat rumit.
Perpusnas menjelaskan adanya klasifikasi sederhana dan kompleks. Klasifikasi sederhana menggunakan notasi yang lebih umum, sedangkan klasifikasi kompleks memberikan penggambaran subjek yang lebih spesifik.
Untuk perpustakaan sekolah dengan jumlah koleksi terbatas, penggunaan nomor yang sederhana dapat membantu pengelolaan koleksi selama dilakukan secara konsisten.
Contohnya:
PAI → 297
Pendidikan Pancasila → 320
Matematika → 510
PJOK → 796
Bahasa Indonesia → 499.221
Pustakawan tidak harus membuat nomor yang sangat panjang apabila tingkat kedalaman tersebut belum diperlukan.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
1. Menggunakan kelas sekolah sebagai nomor DDC
Misalnya:
Matematika Kelas IV diberi 004 hanya karena kelas IV.
Ini tidak tepat.
DDC tidak menunjukkan tingkat kelas siswa.
2. Semua buku pendidikan diberi 370
370 memang merupakan kelas pendidikan, tetapi buku yang digunakan dalam pendidikan belum tentu memiliki subjek pendidikan.
Buku Matematika tetap merupakan buku matematika.
Buku Bahasa Indonesia tetap merupakan buku bahasa.
3. Semua IPAS diberi 500
IPAS perlu dilihat isinya karena mengandung unsur sains dan sosial.
4. Mengubah nomor DDC setiap naik kelas
Buku Matematika kelas IV dan kelas V tetap berada pada kelompok matematika.
Kelas siswa bukan dasar utama nomor DDC.
5. Menentukan DDC hanya dari sampul
Sebaiknya periksa:
halaman judul
daftar isi
kata pengantar
isi buku
subjek utama
Dengan demikian nomor yang dipilih lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Checklist Cepat Pustakawan Saat Mengklasifikasikan Buku Pelajaran
Sebelum memberikan nomor DDC, lakukan pemeriksaan berikut:
1. Apa judul bukunya?
2. Apa mata pelajarannya?
3. Apa isi utama buku?
4. Apakah buku membahas satu bidang atau beberapa bidang?
5. Apa subjek yang paling dominan?
6. Apakah tersedia nomor DDC yang lebih spesifik?
7. Apakah perpustakaan menggunakan klasifikasi sederhana atau kompleks?
8. Apakah nomor tersebut sudah digunakan untuk koleksi sejenis?
9. Apakah penulisan nomor DDC konsisten dengan buku lain?
Setelah itu, nomor klasifikasi dapat dicatat pada data koleksi dan label punggung buku.
Kesimpulan
Klasifikasi buku mata pelajaran SD, SMP, dan SMA menggunakan DDC pada dasarnya mengikuti subjek atau bidang ilmu yang dibahas, bukan tingkat kelas siswa.
Beberapa nomor yang paling sering digunakan dalam pengolahan buku pelajaran sekolah antara lain:
Bahasa Indonesia → 499.221
Bahasa Inggris → 420
Matematika → 510
IPA → 500
Fisika → 530
Kimia → 540
Biologi → 570
Pendidikan Pancasila → 320
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti → 297
Pendidikan Agama Kristen → 230
Pendidikan Agama Katolik → 282
Ekonomi → 330
Sosiologi → 301
Geografi → 910
Sejarah → 900
Sejarah Indonesia → 959.8
PJOK/Olahraga → 796
Informatika/Komputer → 004
Seni → 700
Musik → 780
Sastra Indonesia → 899.221
Daftar tersebut dapat digunakan sebagai panduan praktis awal bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan sekolah. Namun, untuk pengolahan katalog yang membutuhkan tingkat ketepatan tinggi, nomor klasifikasi tetap perlu diverifikasi menggunakan DDC edisi yang digunakan oleh perpustakaan serta pedoman klasifikasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Hal yang paling penting bukan sekadar menghafalkan angka, tetapi memahami prinsip bahwa nomor klasifikasi harus mewakili subjek koleksi.
Dengan prinsip tersebut, pengelolaan buku pelajaran dari SD hingga SMA akan menjadi lebih teratur, konsisten, dan mudah digunakan oleh pustakawan maupun pemustaka.
Referensi
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2024). Pedoman Pengolahan Bahan Perpustakaan.Ini merupakan salah satu referensi paling penting karena secara eksplisit menyebut penggunaan Dewey Decimal Classification (DDC) dalam kegiatan klasifikasi bahan perpustakaan.
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2013). Pedoman Klasifikasi Bahasa dan Kesusastraan Indonesia Menurut DDC Edisi 23.
- Mallawa, S. (2020). Dewey Decimal Classification Edisi Ke-23: Perubahan dan Perluasan Notasi Tentang Indonesia. Media Pustakawan, 19(3), 11–14.
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2005). Klasifikasi Islam: Adaptasi dan Perluasan Notasi 297 Dewey Decimal Classification (DDC).
- OCLC. (n.d.). Use DDC Main Classes. OCLC Support.
- OCLC. (n.d.). Dewey Decimal Classification Glossary. OCLC Support.
Thanks for reading Daftar Nomor DDC Buku Mata Pelajaran SD, SMP, dan SMA Lengkap + Panduan Klasifikasi Perpustakaan. Please share...!
0 Komentar untuk "Daftar Nomor DDC Buku Mata Pelajaran SD, SMP, dan SMA Lengkap + Panduan Klasifikasi Perpustakaan"