-->

Panduan Pustakawan dan Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam hidup seseorang.

Program Kerja Perpustakaan SD Versi 2: Contoh, Format, dan Cara Menyusunnya


Perpustakaan sekolah dasar merupakan salah satu sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan budaya literasi peserta didik. Agar pengelolaannya berjalan terarah, diperlukan Program Kerja Perpustakaan yang memuat rencana kegiatan, sasaran, jadwal pelaksanaan, dan evaluasi.

Program kerja membantu pengelola perpustakaan menentukan prioritas kegiatan sesuai kebutuhan sekolah. Dokumen ini juga dapat menjadi bahan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan layanan perpustakaan.

Artikel ini membahas tujuan, komponen, contoh kegiatan, serta cara menyusun Program Kerja Perpustakaan SD yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Apa Itu Program Kerja Perpustakaan?

Program Kerja Perpustakaan adalah dokumen perencanaan yang berisi kegiatan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan selama periode tertentu, misalnya satu tahun pelajaran.

Program kerja tidak hanya mencakup pelayanan peminjaman buku, tetapi juga pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, kegiatan literasi, pemeliharaan fasilitas, administrasi, dan evaluasi layanan.

Penyusunannya perlu mempertimbangkan kondisi perpustakaan, kebutuhan peserta didik, ketersediaan sumber daya, serta kebijakan sekolah.

Tujuan Penyusunan Program Kerja Perpustakaan

Program Kerja Perpustakaan disusun untuk:

  • Menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan perpustakaan selama satu tahun pelajaran.
  • Meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
  • Mendukung pembelajaran melalui penyediaan koleksi dan sumber informasi.
  • Mengembangkan minat baca dan budaya literasi di lingkungan sekolah.
  • Membantu pengelola menentukan prioritas kegiatan sesuai kebutuhan.
  • Menjadi dasar monitoring, evaluasi, dan penyusunan laporan kegiatan.

Dengan adanya program kerja, kegiatan perpustakaan dapat direncanakan dan dievaluasi secara lebih sistematis.

Manfaat Program Kerja Perpustakaan

Program kerja memberikan manfaat bagi beberapa pihak.

  • Bagi pengelola perpustakaan, program kerja membantu mengatur jadwal, melaksanakan layanan, dan mendokumentasikan kegiatan.
  • Bagi kepala sekolah, program kerja menjadi bahan untuk memantau pelaksanaan kegiatan serta mempertimbangkan kebutuhan pengembangan perpustakaan.
  • Bagi guru, program kerja dapat mendukung perencanaan kegiatan pembelajaran dan literasi yang melibatkan perpustakaan.
  • Bagi peserta didik, program yang direncanakan dengan baik dapat meningkatkan kesempatan untuk membaca, mengenal beragam koleksi, dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

Komponen Utama Program Kerja Perpustakaan

Dokumen Program Kerja Perpustakaan dapat disusun dengan komponen berikut.

1. Pendahuluan

Berisi latar belakang, tujuan penyusunan program, dan alasan pentingnya pengembangan perpustakaan sekolah.

2. Profil Perpustakaan

Memuat identitas sekolah dan perpustakaan, kondisi koleksi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta gambaran layanan yang tersedia.

3. Analisis Kondisi Perpustakaan

Menjelaskan kondisi yang sedang dihadapi, termasuk kebutuhan, potensi, kendala, dan aspek yang perlu ditingkatkan.

4. Rencana Program dan Kegiatan

Memuat daftar kegiatan yang akan dilaksanakan, sasaran, waktu pelaksanaan, penanggung jawab, dan indikator keberhasilan.

5. Monitoring dan Evaluasi

Menjelaskan cara memantau pelaksanaan kegiatan serta menilai hasilnya sebagai dasar perbaikan.

6. Penutup

Berisi harapan dan komitmen untuk melaksanakan program sesuai kemampuan, kebutuhan, serta kebijakan sekolah.

Contoh Program Kerja Perpustakaan SD

Berikut contoh tabel kegiatan yang dapat dijadikan referensi dalam menyusun program kerja tahunan.

No.ProgramKegiatanWaktu pelaksanaanIndikator keberhasilan
1Pengembangan koleksiMendata kebutuhan dan menambah koleksi bacaanSesuai kebutuhanData kebutuhan dan penambahan koleksi terdokumentasi
2Pengolahan bahan pustakaMenginventarisasi, mengklasifikasi, dan memberi label bukuSesuai penerimaan koleksiBuku tercatat dan siap dilayankan
3Pelayanan perpustakaanMelayani peminjaman dan pengembalian bukuSesuai jadwal layananTransaksi tercatat dengan tertib
4Literasi membacaMelaksanakan kegiatan membaca bersama atau membaca nyaringSesuai jadwal sekolahKegiatan terlaksana dan terdokumentasi
5Promosi perpustakaanMengenalkan koleksi dan layanan kepada peserta didikBerkalaInformasi layanan tersampaikan
6AdministrasiMemperbarui data anggota, koleksi, dan kunjunganBerkalaData administrasi diperbarui
7PemeliharaanMemeriksa kondisi koleksi dan fasilitasBerkalaKerusakan dan kebutuhan perbaikan tercatat
8EvaluasiMeninjau pelaksanaan kegiatan dan menyusun tindak lanjutAkhir periode yang ditetapkanCatatan evaluasi dan tindak lanjut tersedia

Contoh tersebut bukan jadwal baku yang harus diterapkan oleh semua sekolah. Pengelola perlu menyesuaikan kegiatan dan waktunya dengan kalender pendidikan, kondisi perpustakaan, ketersediaan petugas, serta kebutuhan peserta didik.

Cara Menyusun Program Kerja Perpustakaan

Agar program kerja dapat dilaksanakan secara realistis, penyusunannya dapat dilakukan melalui langkah berikut.

1. Mengidentifikasi kondisi perpustakaan

Periksa kondisi koleksi, administrasi, layanan, sarana dan prasarana, serta kegiatan literasi yang sudah berjalan. Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan kebutuhan yang paling mendesak.

2. Menentukan tujuan dan prioritas

Tentukan hasil yang ingin dicapai. Jika pencatatan koleksi belum tertib, misalnya, program inventarisasi dapat menjadi salah satu prioritas.

3. Menetapkan kegiatan

Susun kegiatan yang mendukung tujuan tersebut. Hindari memasukkan terlalu banyak kegiatan jika tenaga, waktu, dan fasilitas belum mencukupi.

4. Menentukan jadwal dan penanggung jawab

Setiap kegiatan perlu memiliki waktu pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab sesuai pembagian tugas di sekolah.

5. Menentukan indikator keberhasilan

Gunakan indikator yang dapat diamati atau diperiksa. Contohnya, jumlah koleksi yang telah didata, tersedianya catatan transaksi, atau terlaksananya kegiatan literasi sesuai jadwal.

6. Melakukan evaluasi

Bandingkan rencana dengan pelaksanaan. Catat kegiatan yang telah terlaksana, kendala yang muncul, dan tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Dokumen Pendukung Program Kerja Perpustakaan

Program kerja dapat didukung oleh dokumen administrasi lain sesuai kebutuhan sekolah, antara lain:

  • Surat keputusan atau dokumen penugasan pengelola perpustakaan.
  • Struktur organisasi perpustakaan.
  • Jadwal layanan dan tata tertib perpustakaan.
  • Standar Operasional Prosedur (SOP), jika diperlukan.
  • Buku induk atau inventaris koleksi.
  • Catatan peminjaman dan pengembalian.
  • Buku atau sistem pencatatan kunjungan.
  • Jurnal kegiatan perpustakaan.
  • Dokumentasi kegiatan literasi.
  • Laporan kegiatan dan evaluasi.

Dokumen-dokumen tersebut tidak harus disusun sekaligus. Sekolah dapat mengembangkannya secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Perbedaan Program Kerja dan Laporan Perpustakaan

Program kerja dan laporan perpustakaan memiliki fungsi yang berbeda.

Program kerja berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode tertentu.

Laporan perpustakaan berisi informasi mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan, hasil yang dicapai, kendala, dan tindak lanjut.

Sebagai contoh, rencana melaksanakan kegiatan membaca bersama dicantumkan dalam program kerja. Setelah kegiatan dilaksanakan, pelaksanaannya dicatat dalam jurnal dan dapat dirangkum dalam laporan perpustakaan.

Keduanya saling mendukung karena laporan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menyusun program pada periode berikutnya.

Unduh Contoh Program Kerja Perpustakaan

Bagi pengelola perpustakaan yang sedang menyusun administrasi sekolah, contoh dokumen Program Kerja Perpustakaan dapat digunakan sebagai bahan referensi.

Dokumen perlu disesuaikan dengan identitas sekolah, kondisi perpustakaan, tujuan program, jadwal kegiatan, serta kebijakan yang berlaku. Jangan langsung menggunakan seluruh isi contoh tanpa memeriksa kesesuaiannya dengan kebutuhan sekolah.

📥 Unduh Program Kerja Perpustakaan

Penutup

Program Kerja Perpustakaan SD merupakan pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan perpustakaan secara terarah. Penyusunannya perlu mempertimbangkan kondisi nyata sekolah agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara realistis.

Dengan program kerja yang sesuai kebutuhan, perpustakaan dapat mengembangkan layanan, mengelola koleksi dengan lebih tertib, serta mendukung pembelajaran dan budaya literasi peserta didik.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, dan kepala sekolah yang sedang menyusun Program Kerja Perpustakaan.



Referensi

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2017). Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Contoh Program Kerja Perpustakaan SMP- Strategi Meningkatkan Minat Baca, Literasi, dan Budaya Belajar Siswa


PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN SMP TAHUN AJARAN 2025/2026

Strategi Meningkatkan Minat Baca, Literasi, dan Budaya Belajar Siswa

I. PENDAHULUAN

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pusat sumber belajar yang memiliki peran penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan di satuan pendidikan. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang membaca, ruang berdiskusi, ruang berkarya, serta pusat pengembangan literasi siswa.

Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik yang berada pada masa transisi dari pendidikan dasar menuju pendidikan menengah. Pada tahap ini, siswa perlu dibiasakan untuk membaca secara mandiri, memahami informasi, menyampaikan pendapat, mencari sumber yang dapat dipercaya, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

Perpustakaan SMP perlu menyediakan koleksi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik, mulai dari buku teks, buku pengayaan, buku referensi, karya sastra, buku pengetahuan populer, hingga sumber informasi digital. Selain itu, pelayanan perpustakaan perlu dibuat ramah, mudah diakses, menarik, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Program kerja perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan perpustakaan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya membaca dan literasi di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan program memperhatikan kebutuhan siswa SMP, keterkaitan dengan kegiatan pembelajaran, pengembangan literasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standar yang berlaku.

II. DASAR PELAKSANAAN

Program kerja perpustakaan ini disusun dengan memperhatikan:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

  2. Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

  3. Kebijakan dan program penguatan literasi sekolah yang relevan dengan jenjang SMP.

  4. Kurikulum dan program pendidikan yang berlaku di satuan pendidikan.

  5. Visi, misi, dan program kerja sekolah.

  6. Hasil evaluasi serta kebutuhan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

Peraturan Perpusnas No. 4 Tahun 2024 saat ini menjadi acuan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan mencakup standar khusus untuk SMP/MTs. Peraturan tersebut juga menggantikan standar SMP/MTs sebelumnya.

III. VISI PERPUSTAKAAN

“Terwujudnya perpustakaan SMP sebagai pusat sumber belajar yang nyaman, inklusif, inovatif, dan berbasis literasi untuk mendukung peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.”

IV. MISI PERPUSTAKAAN

Untuk mewujudkan visi tersebut, perpustakaan memiliki misi:

  1. Menyediakan koleksi perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan peserta didik SMP.

  2. Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca siswa.

  3. Mengembangkan budaya literasi membaca, menulis, informasi, dan digital.

  4. Menyediakan layanan perpustakaan yang mudah, cepat, ramah, dan menyenangkan.

  5. Mendukung guru dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

  6. Mengembangkan kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik siswa SMP.

  7. Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

  8. Menciptakan lingkungan perpustakaan yang nyaman sebagai tempat belajar, berdiskusi, dan berkarya.

  9. Mendorong siswa untuk mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

  10. Melakukan evaluasi dan pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan.

V. TUJUAN PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN

Program kerja perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan siswa ke perpustakaan.

  2. Meningkatkan kebiasaan membaca siswa secara teratur.

  3. Menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan usia, kebutuhan, minat, dan perkembangan siswa SMP.

  4. Mendukung proses pembelajaran melalui penyediaan sumber belajar yang beragam.

  5. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mencari dan memanfaatkan informasi.

  6. Meningkatkan kemampuan literasi digital siswa.

  7. Mendorong siswa menghasilkan karya berdasarkan bahan bacaan yang telah dipelajari.

  8. Meningkatkan kualitas pelayanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.

  9. Meningkatkan keterlibatan guru dalam memanfaatkan perpustakaan.

  10. Mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang tertib, terukur, dan terdokumentasi.

  11. Mengembangkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi siswa.

  12. Meningkatkan kualitas pengelolaan koleksi, sarana, pelayanan, dan administrasi perpustakaan.

VI. SASARAN PROGRAM

Sasaran program kerja perpustakaan meliputi:

1. Peserta Didik

Terutama siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai pengguna utama perpustakaan.

Program disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang:

  • Kelas VII: pengenalan perpustakaan, pembiasaan membaca, pengenalan katalog, dan keterampilan mencari informasi.

  • Kelas VIII: pengembangan kemampuan memahami, membandingkan, dan mengevaluasi informasi serta kegiatan menulis.

  • Kelas IX: penguatan literasi informasi, persiapan menghadapi pendidikan lanjutan, penelitian sederhana, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar.

2. Guru

Guru didorong untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran dan mengintegrasikan kegiatan membaca, mencari informasi, dan berkarya ke dalam pembelajaran.

3. Tenaga Kependidikan

Tenaga kependidikan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung kebutuhan pekerjaan.

4. Pengelola Perpustakaan

Pustakawan atau petugas perpustakaan menjadi pelaksana utama pengelolaan koleksi, layanan, administrasi, kegiatan literasi, dan evaluasi program.

VII. PROGRAM KERJA UTAMA

A. PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI

Pengembangan koleksi dilakukan agar bahan pustaka yang tersedia sesuai dengan kebutuhan siswa SMP dan mendukung kegiatan pembelajaran.

Kegiatan:

  1. Analisis kebutuhan koleksi

    • Mengidentifikasi kebutuhan buku berdasarkan mata pelajaran.

    • Mengidentifikasi minat baca siswa.

    • Mengumpulkan usulan buku dari siswa dan guru.

    • Mengevaluasi koleksi yang sudah tersedia.

    • Mengidentifikasi buku yang rusak, hilang, usang, atau tidak relevan.

  2. Pengadaan bahan pustaka

    • Buku pengayaan.

    • Buku referensi.

    • Buku fiksi dan sastra remaja.

    • Buku pengetahuan populer.

    • Buku keterampilan dan pengembangan diri.

    • Ensiklopedia dan kamus.

    • Buku pendukung mata pelajaran.

    • Sumber informasi digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

  3. Seleksi bahan pustaka

    • Memperhatikan kesesuaian usia siswa.

    • Memperhatikan nilai edukatif.

    • Memperhatikan kualitas isi dan bahasa.

    • Memperhatikan relevansi dengan kurikulum.

    • Menghindari bahan yang tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik.

  4. Inventarisasi koleksi

    • Memberikan nomor inventaris.

    • Mencatat identitas buku.

    • Memberikan label dan barcode apabila tersedia.

    • Memasukkan data buku ke buku inventaris atau sistem digital.

  5. Klasifikasi dan katalogisasi

    • Mengelompokkan koleksi berdasarkan subjek.

    • Menggunakan sistem klasifikasi yang diterapkan sekolah.

    • Menyusun katalog agar koleksi mudah ditemukan siswa.

  6. Penyiangan koleksi

    • Mengidentifikasi buku yang rusak berat.

    • Mengidentifikasi buku yang sudah tidak relevan.

    • Memisahkan koleksi yang perlu diperbaiki atau diganti.

    • Mendokumentasikan proses penyiangan.

  7. Stock opname

    • Melakukan pengecekan jumlah koleksi secara berkala.

    • Membandingkan kondisi fisik koleksi dengan data administrasi.

    • Menindaklanjuti buku hilang atau rusak.

B. PROGRAM PENINGKATAN MINAT BACA SISWA

Program ini dirancang agar membaca tidak dianggap sebagai kewajiban semata, tetapi menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Kegiatan:

1. 15 Menit Membaca

Mendorong kegiatan membaca selama kurang lebih 15 menit pada waktu yang ditentukan sekolah.

Siswa dapat membaca:

  • novel remaja;

  • cerita pendek;

  • komik edukatif;

  • biografi;

  • buku pengetahuan;

  • majalah pendidikan;

  • buku keagamaan sesuai konteks sekolah;

  • buku pengembangan diri;

  • buku nonfiksi populer.

2. Jurnal Membaca Siswa

Setiap siswa dapat memiliki jurnal membaca yang berisi:

  • judul buku;

  • nama penulis;

  • jumlah halaman;

  • tanggal membaca;

  • ringkasan isi;

  • informasi menarik;

  • kosakata baru;

  • pendapat siswa terhadap buku.

3. Satu Siswa Satu Karya

Setiap siswa didorong menghasilkan minimal satu karya berdasarkan kegiatan membaca selama satu tahun.

Karya dapat berupa:

  • resensi buku;

  • cerpen;

  • puisi;

  • poster;

  • infografis;

  • komik edukatif;

  • artikel;

  • rangkuman kreatif;

  • video pendek bertema literasi.

4. Duta Literasi Perpustakaan

Memilih siswa yang aktif membaca dan berkegiatan di perpustakaan untuk menjadi Duta Literasi.

Tugasnya antara lain:

  • mengajak teman berkunjung ke perpustakaan;

  • membantu kegiatan literasi;

  • merekomendasikan buku;

  • menjadi penggerak klub baca;

  • membantu membuat konten literasi sekolah.

C. PROGRAM LITERASI INFORMASI

Literasi informasi sangat penting bagi siswa SMP karena mereka semakin sering memperoleh informasi melalui internet dan media sosial.

Kegiatan:

  1. Pengenalan sumber informasi yang kredibel.

  2. Cara mencari informasi menggunakan katalog perpustakaan.

  3. Cara menggunakan mesin pencari secara efektif.

  4. Cara membedakan fakta dan opini.

  5. Cara mengenali informasi yang tidak dapat dipercaya.

  6. Pengenalan berita palsu dan informasi menyesatkan.

  7. Etika menggunakan informasi dari internet.

  8. Pengenalan hak cipta dan plagiarisme.

  9. Cara mencantumkan sumber informasi.

  10. Cara membuat daftar pustaka sederhana.

  11. Pengenalan keamanan dan etika digital.

Kegiatan dapat dibuat dalam bentuk praktik sederhana, misalnya siswa diberikan beberapa informasi dari internet kemudian diminta menentukan mana yang dapat dipercaya dan menjelaskan alasannya.

D. PROGRAM LITERASI DIGITAL

Perpustakaan dikembangkan sebagai tempat siswa belajar menggunakan teknologi secara produktif.

Kegiatan:

  1. Pengenalan katalog perpustakaan digital.

  2. Pemanfaatan e-book yang legal.

  3. Pencarian sumber belajar digital.

  4. Pelatihan pencarian informasi.

  5. Pembuatan poster digital.

  6. Pembuatan infografis.

  7. Pembuatan resensi buku dalam bentuk video.

  8. Pengenalan etika komunikasi digital.

  9. Edukasi keamanan data pribadi.

  10. Pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam belajar, termasuk pentingnya memeriksa kembali informasi dan tidak sekadar menyalin hasil teknologi.

E. PROGRAM KEGIATAN LITERASI KREATIF

Agar perpustakaan lebih menarik bagi siswa SMP, kegiatan literasi dibuat dalam bentuk kreatif.

1. Pekan Literasi Sekolah

Dilaksanakan minimal satu kali dalam satu tahun ajaran.

Kegiatan dapat meliputi:

  • lomba resensi buku;

  • lomba membaca puisi;

  • lomba bercerita;

  • lomba menulis cerpen;

  • lomba poster literasi;

  • kuis literasi;

  • pameran karya siswa;

  • bazar atau pameran buku;

  • bedah buku;

  • temu penulis apabila memungkinkan.

2. Klub Baca

Klub baca menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat terhadap kegiatan membaca.

Kegiatan klub:

  • membaca buku pilihan;

  • diskusi isi buku;

  • presentasi;

  • membuat resensi;

  • berbagi rekomendasi buku;

  • membuat karya berdasarkan buku yang dibaca.

3. Book Talk

Siswa diberikan kesempatan memperkenalkan buku favoritnya selama 3–5 menit di depan teman-temannya.

Tujuannya untuk melatih:

  • keberanian berbicara;

  • kemampuan menyampaikan gagasan;

  • kemampuan memahami bacaan;

  • kemampuan memberikan alasan dan rekomendasi.

4. Pohon Literasi

Membuat media visual di perpustakaan atau kelas.

Setiap kali siswa menyelesaikan buku, siswa dapat menambahkan:

  • judul buku;

  • nama penulis;

  • kesan singkat;

  • rekomendasi.

F. PROGRAM LAYANAN PERPUSTAKAAN

1. Layanan Sirkulasi

Meliputi:

  • pendaftaran anggota;

  • peminjaman buku;

  • pengembalian buku;

  • perpanjangan masa pinjam;

  • pencatatan keterlambatan;

  • penanganan buku rusak atau hilang.

2. Layanan Referensi

Petugas membantu siswa menemukan sumber informasi yang diperlukan untuk:

  • tugas sekolah;

  • proyek pembelajaran;

  • presentasi;

  • penelitian sederhana;

  • kegiatan literasi.

3. Layanan Bimbingan Pengguna

Siswa baru, terutama kelas VII, diberikan pengenalan mengenai:

  • tata tertib perpustakaan;

  • cara mencari buku;

  • cara menggunakan katalog;

  • tata cara peminjaman;

  • cara menjaga koleksi;

  • etika berada di ruang perpustakaan.

4. Layanan Rekomendasi Buku

Membuat sudut:

“Buku Pilihan Minggu Ini”

atau

“Rekomendasi Buku untukmu”

yang menampilkan buku pilihan berdasarkan tema tertentu, misalnya:

  • Persahabatan;

  • Sains;

  • Petualangan;

  • Tokoh Inspiratif;

  • Sejarah;

  • Teknologi;

  • Cerita Nusantara.

G. PROGRAM PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR

Perpustakaan bekerja sama dengan guru mata pelajaran untuk mendukung pembelajaran.

Bentuk kegiatan:

  1. Guru membawa siswa belajar di perpustakaan.

  2. Pembuatan daftar sumber belajar untuk mata pelajaran.

  3. Penyediaan koleksi sesuai proyek pembelajaran.

  4. Kegiatan membaca dan merangkum.

  5. Penelitian sederhana.

  6. Diskusi kelompok.

  7. Presentasi hasil pencarian informasi.

  8. Pameran hasil karya siswa.

Contoh:

Bahasa Indonesia: mencari buku untuk membuat resensi.

IPA: mencari referensi mengenai lingkungan dan perubahan iklim.

IPS: mencari informasi mengenai sejarah dan kondisi sosial masyarakat.

PPKn: mencari bahan tentang norma, hak, kewajiban, dan kehidupan bermasyarakat.

Matematika: mencari buku pengayaan dan latihan soal.

Seni Budaya: mencari referensi seni, budaya, dan karya kreatif.

H. PROGRAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA

Perpustakaan perlu menjadi ruang yang nyaman dan ramah bagi siswa.

Kegiatan:

  1. Penataan ulang ruang perpustakaan.

  2. Penataan rak berdasarkan jenis/subjek koleksi.

  3. Penyediaan meja dan kursi yang sesuai.

  4. Penyediaan ruang baca yang nyaman.

  5. Pembuatan sudut baca.

  6. Pembuatan papan informasi literasi.

  7. Penyediaan komputer untuk pencarian informasi.

  8. Penyediaan akses internet sesuai kebijakan sekolah.

  9. Penyediaan tempat penyimpanan administrasi.

  10. Peningkatan pencahayaan dan kebersihan.

  11. Penyediaan area diskusi kelompok.

  12. Pembuatan pojok karya siswa.

I. PROGRAM DIGITALISASI PERPUSTAKAAN

Digitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan sekolah.

Tahap 1 – Administrasi

  • Database anggota.

  • Database koleksi.

  • Pencatatan peminjaman.

  • Pencatatan pengembalian.

Tahap 2 – Katalog Digital

Siswa dapat mencari:

  • judul buku;

  • nama penulis;

  • subjek;

  • nomor klasifikasi;

  • status ketersediaan buku.

Tahap 3 – Pengembangan Layanan Digital

Apabila sarana memungkinkan:

  • katalog online;

  • pengumuman perpustakaan melalui website sekolah;

  • rekomendasi buku digital;

  • akses koleksi digital legal;

  • publikasi karya siswa.

J. PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PETUGAS PERPUSTAKAAN

Untuk meningkatkan kualitas layanan, pengelola perpustakaan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan.

Materi yang dapat dikembangkan:

  1. Pengelolaan koleksi.

  2. Klasifikasi dan katalogisasi.

  3. Pelayanan pemustaka.

  4. Pengelolaan perpustakaan digital.

  5. Literasi informasi.

  6. Literasi digital.

  7. Pengelolaan administrasi perpustakaan.

  8. Promosi perpustakaan.

  9. Pengelolaan kegiatan literasi.

  10. Pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan.

VIII. JADWAL PROGRAM KERJA TAHUNAN

No.Program/KegiatanWaktu PelaksanaanSasaranIndikator Keberhasilan
1Penyusunan program kerjaJuli 2025PengelolaProgram tersusun
2Pengenalan perpustakaan bagi kelas VIIJuli–Agustus 2025Kelas VIISiswa memahami layanan perpustakaan
3Inventarisasi dan penataan koleksiJuli–Agustus 2025KoleksiKoleksi tertata dan terdata
4Analisis kebutuhan bukuAgustus 2025Siswa/GuruDaftar kebutuhan koleksi tersedia
5Program membaca rutinJuli 2025–Juni 2026Seluruh siswaKegiatan membaca terlaksana rutin
6Jurnal membacaAgustus 2025–Juni 2026SiswaJurnal terisi secara berkala
7Layanan sirkulasiSetiap hari sekolahSiswa/GuruPeminjaman berjalan tertib
8Literasi informasiSeptember–Oktober 2025SiswaSiswa mampu mencari informasi
9Klub bacaBulananSiswaKlub aktif dan menghasilkan karya
10Book TalkBulananSiswaSiswa berani mempresentasikan buku
11Pojok/Rekomendasi BukuBulananSeluruh warga sekolahKoleksi dipromosikan
12Lomba literasiOktober–November 2025SiswaLomba terlaksana
13Pekan LiterasiSesuai kalender sekolahSeluruh warga sekolahKegiatan literasi terlaksana
14Pengembangan katalog digitalBertahapPengelolaDatabase koleksi tersedia
15Stock opnameAkhir semesterKoleksiData koleksi sesuai kondisi
16Evaluasi program semester 1Desember 2025PengelolaLaporan evaluasi tersedia
17Pengembangan koleksi semester 2Januari–Maret 2026Siswa/GuruKoleksi bertambah sesuai kebutuhan
18Pameran karya siswaSemester 2SiswaKarya siswa ditampilkan
19Evaluasi layananMei 2026Siswa/GuruMasukan pengguna terdokumentasi
20Laporan akhir tahunJuni 2026Kepala sekolahLaporan tersusun

IX. TARGET DAN INDIKATOR KEBERHASILAN

Agar program dapat diukur, perpustakaan menetapkan indikator keberhasilan sebagai berikut:

A. Kunjungan

  • Terjadi peningkatan jumlah kunjungan siswa.

  • Setiap kelas memiliki kesempatan menggunakan perpustakaan.

  • Siswa memanfaatkan perpustakaan tidak hanya untuk meminjam buku, tetapi juga untuk belajar dan berdiskusi.

B. Peminjaman

  • Jumlah peminjaman koleksi meningkat secara bertahap.

  • Koleksi populer dimanfaatkan secara optimal.

  • Keterlambatan pengembalian dapat ditekan.

C. Literasi

  • Siswa mengikuti kegiatan membaca secara rutin.

  • Siswa memiliki jurnal membaca.

  • Siswa menghasilkan karya berdasarkan bacaan.

  • Terbentuk kegiatan klub baca atau komunitas literasi.

D. Koleksi

  • Koleksi terinventarisasi dengan baik.

  • Buku memiliki identitas dan penataan yang jelas.

  • Koleksi yang rusak ditangani.

  • Pengadaan buku dilakukan berdasarkan kebutuhan.

E. Pelayanan

  • Pelayanan berlangsung tertib dan ramah.

  • Siswa mengetahui tata cara menggunakan perpustakaan.

  • Tersedia media informasi dan rekomendasi buku.

X. PROGRAM PROMOSI PERPUSTAKAAN

Agar perpustakaan lebih dikenal dan dimanfaatkan siswa, dilakukan promosi melalui:

  1. Papan informasi perpustakaan.

  2. Poster rekomendasi buku.

  3. Pengumuman sekolah.

  4. Media sosial resmi sekolah, apabila tersedia.

  5. Mading literasi.

  6. Konten “Buku Pilihan Minggu Ini”.

  7. Pameran koleksi baru.

  8. Publikasi karya siswa.

  9. Pemberian apresiasi kepada siswa aktif membaca.

  10. Program “Pembaca Teraktif”.

Promosi tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga membangun citra perpustakaan sebagai tempat yang nyaman, menarik, dan relevan dengan kehidupan siswa.


XI. RENCANA ANGGARAN

Rencana anggaran disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan sekolah.

1. Pengadaan Koleksi

Meliputi:

  • buku pengayaan;

  • buku referensi;

  • buku fiksi;

  • buku nonfiksi;

  • kamus dan ensiklopedia;

  • koleksi pendukung pembelajaran.

2. Sarana dan Prasarana

Meliputi:

  • rak buku;

  • meja dan kursi;

  • komputer;

  • printer;

  • papan informasi;

  • perlengkapan ruang baca;

  • perlengkapan administrasi.

3. Kegiatan Literasi

Meliputi:

  • lomba literasi;

  • Pekan Literasi;

  • klub baca;

  • pameran karya;

  • workshop;

  • publikasi karya siswa.

4. Digitalisasi

Meliputi:

  • perangkat komputer;

  • sistem pengelolaan perpustakaan;

  • barcode;

  • jaringan internet;

  • media penyimpanan data.

5. Pemeliharaan

Meliputi:

  • perbaikan buku;

  • sampul buku;

  • kebersihan;

  • pemeliharaan sarana;

  • penggantian perlengkapan yang rusak.

XII. MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar program yang telah direncanakan benar-benar memberikan manfaat.

1. Evaluasi Bulanan

Meliputi:

  • jumlah pengunjung;

  • jumlah peminjaman;

  • jumlah pengembalian;

  • buku yang paling banyak diminati;

  • kegiatan yang telah dilaksanakan;

  • kendala pelayanan.

2. Evaluasi Semester

Meliputi:

  • pencapaian target;

  • perkembangan minat baca;

  • perkembangan jumlah koleksi;

  • tingkat pemanfaatan perpustakaan;

  • keterlibatan guru;

  • efektivitas program literasi.

3. Evaluasi Akhir Tahun

Pada akhir tahun ajaran dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap:

  • pencapaian program;

  • penggunaan anggaran;

  • perkembangan koleksi;

  • kualitas pelayanan;

  • tingkat kunjungan;

  • kegiatan literasi;

  • pemanfaatan teknologi;

  • kepuasan siswa dan guru.

Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja perpustakaan pada tahun ajaran berikutnya.

XIII. TINDAK LANJUT

Hasil monitoring dan evaluasi ditindaklanjuti melalui:

  1. Perbaikan program yang belum berjalan optimal.

  2. Penambahan koleksi berdasarkan kebutuhan siswa.

  3. Perbaikan sistem pelayanan.

  4. Peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan.

  5. Pengembangan kegiatan literasi yang lebih menarik.

  6. Peningkatan kerja sama dengan guru dan wali kelas.

  7. Pengembangan layanan digital secara bertahap.

  8. Peningkatan kenyamanan ruang perpustakaan.

  9. Pemberian penghargaan bagi siswa yang aktif memanfaatkan perpustakaan.

  10. Penyusunan program baru berdasarkan kebutuhan dan perkembangan sekolah.

XIV. PENUTUP

Program Kerja Perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 ini disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.

Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi berkembang menjadi pusat sumber belajar, pusat literasi, ruang kreativitas, serta ruang tumbuh bagi peserta didik.

Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengelola perpustakaan, siswa, komite sekolah, hingga orang tua dan mitra terkait.

Melalui pengelolaan koleksi yang baik, pelayanan yang ramah, kegiatan literasi yang menarik, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi yang berkelanjutan, perpustakaan SMP diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan terbentuknya budaya membaca di lingkungan sekolah.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat mencari buku, tetapi tempat menemukan pengetahuan, membangun imajinasi, dan menumbuhkan masa depan.”






DAFTAR PUSTAKA

Agusta, E. S., & Budiarti, S. (2024). Gerakan literasi sekolah tumbuhkan keterampilan abad ke-21. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(2), 61–71. https://jlmp.kemdikbud.go.id/index.php/jlmp/article/view/151

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2024). Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Wiedarti, P., Laksono, K., & Retnaningsih, P. (2018). Desain induk gerakan literasi sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Back To Top