9 Buku Pendidikan dan Literasi Terbaru 2026: Referensi Guru, Pustakawan, dan Mahasiswa
Perkembangan dunia pendidikan dan perpustakaan menuntut para pendidik serta tenaga kependidikan untuk terus memperbarui pengetahuan. Perubahan kurikulum, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan kebutuhan meningkatkan kemampuan literasi membuat kegiatan membaca referensi profesional semakin penting.
Buku pendidikan dan literasi tidak hanya dibutuhkan oleh guru yang mengajar di kelas. Pustakawan juga memerlukan bahan bacaan untuk mengembangkan layanan perpustakaan, mengelola koleksi, serta merancang kegiatan literasi. Sementara itu, mahasiswa pendidikan dan ilmu perpustakaan membutuhkan referensi untuk memperluas wawasan, menyelesaikan tugas akademik, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Tahun 2026 menghadirkan sejumlah buku baru yang membahas berbagai persoalan tersebut. Ada buku mengenai pembelajaran literasi awal anak, pengembangan kurikulum PAUD, penelitian pendidikan, strategi membaca, hingga pengelolaan perpustakaan pada era digital.
Artikel ini merangkum sembilan buku pendidikan dan literasi yang terbit atau dijadwalkan tersedia pada 2026. Daftar mencakup karya penerbit Indonesia dan internasional sehingga pembaca memiliki pilihan referensi yang lebih luas.
A. Buku Pendidikan Terbitan Indonesia
1. Model Pembelajaran TRANS-GEMILANG: Konsep, Implementasi, dan Pengembangan Literasi Awal Anak Usia Dini
Buku pertama yang patut diperhatikan adalah Model Pembelajaran TRANS-GEMILANG: Konsep, Implementasi, dan Pengembangan Literasi Awal Anak Usia Dini. Buku ini ditulis oleh Gemala Ranti, Hapidin, dan Elindra Yetti serta tercatat terbit pada 24 September 2026 melalui El Akhyar Pustaka.
Judulnya menunjukkan bahwa buku ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran untuk mendukung literasi awal anak usia dini. Pembahasan mengenai literasi pada tahap awal sangat penting karena kemampuan membaca, berkomunikasi, mengenali simbol, dan memahami lingkungan mulai berkembang sejak anak berada di usia dini.
Literasi awal tidak seharusnya hanya dipahami sebagai kemampuan anak mengenal huruf atau mengeja kata. Anak juga perlu memperoleh pengalaman berbahasa melalui percakapan, kegiatan bercerita, pengamatan gambar, permainan, dan interaksi dengan lingkungan.
Buku ini dapat menjadi referensi bagi guru PAUD, mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), serta peneliti yang tertarik pada pembelajaran anak usia dini. Pendidik dapat mempelajari konsep dan implementasi model pembelajaran sebagai bahan untuk mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Bagi mahasiswa, buku ini juga dapat menjadi bahan bacaan untuk memahami bagaimana suatu model pembelajaran dikembangkan dan diterapkan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pendidikan, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya dalam kegiatan pembelajaran.
2. Alya Semangat Kesekolah!: Cerita Transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar dengan Literasi Awal
Masih dari penerbit yang sama, terdapat buku berjudul Alya Semangat Kesekolah!: Cerita Transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar dengan Literasi Awal. Buku karya Gemala Ranti, Hapidin, dan Elindra Yetti ini tercatat dalam katalog penerbit dengan tanggal terbit 21 Oktober 2026.
Buku ini menarik karena mengangkat proses perpindahan anak dari lingkungan PAUD menuju sekolah dasar. Masa transisi tersebut merupakan tahap penting dalam perjalanan pendidikan anak. Anak tidak hanya menghadapi perubahan tempat belajar, tetapi juga perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan, kebiasaan, teman, dan kegiatan pembelajaran yang baru.
Cerita tentang tokoh Alya dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan kesiapan anak memasuki sekolah dasar. Melalui pendekatan cerita, pembaca dapat mengenal pengalaman anak dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan.
Literasi awal menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Anak perlu memperoleh pengalaman positif dengan buku, gambar, cerita, percakapan, dan berbagai kegiatan yang mendorong rasa ingin tahu.
Buku ini dapat dimanfaatkan oleh guru PAUD, guru kelas awal SD, mahasiswa PGPAUD, dan orang tua yang ingin memahami proses transisi pendidikan anak. Guru juga dapat menjadikannya inspirasi untuk mengembangkan kegiatan membaca bersama atau percakapan sederhana mengenai pengalaman anak memasuki sekolah baru.
Bagi perpustakaan sekolah, buku bertema transisi PAUD ke SD dapat menjadi tambahan koleksi bacaan anak sekaligus bahan pendukung kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
3. Desain Rancangan Penelitian Pendidikan: Analisis Menggunakan Aplikasi JAMOVI dan JASP
Mahasiswa pendidikan yang sedang mempersiapkan penelitian dapat mempertimbangkan buku Desain Rancangan Penelitian Pendidikan: Analisis Menggunakan Aplikasi JAMOVI dan JASP.
Buku ini ditulis oleh Eva Dwi Kumala Sari, Ezi Apino, dan Ummu Aisyah. Berdasarkan katalog El Akhyar Pustaka, buku tersebut tercatat terbit pada 2 September 2026. <FileCite ref_id="turn649841view0" />
Topik penelitian pendidikan sering menjadi salah satu bagian yang cukup menantang bagi mahasiswa. Mereka perlu menentukan masalah penelitian, merumuskan tujuan, memilih metode, mengumpulkan data, dan melakukan analisis.
Dalam penelitian kuantitatif, pengolahan data menjadi bagian penting yang harus dipahami. JAMOVI dan JASP merupakan aplikasi statistik yang dapat membantu peneliti melakukan analisis data. Kehadiran aplikasi tersebut memberikan alternatif bagi mahasiswa yang ingin mempelajari pengolahan data dengan perangkat lunak statistik.
Buku ini relevan bagi mahasiswa S1, S2, dosen, dan peneliti pendidikan. Mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas penelitian atau karya ilmiah dapat menjadikannya salah satu referensi untuk mengenal proses analisis data.
Meskipun demikian, penggunaan aplikasi statistik tetap harus disertai pemahaman mengenai konsep penelitian. Mahasiswa tidak cukup hanya memasukkan angka ke dalam aplikasi dan menyalin hasil analisis. Mereka perlu memahami jenis data, tujuan pengujian, serta makna hasil yang diperoleh.
B. Buku Literasi dan Pembelajaran untuk Guru
4. Literacy Essentials for Every Teacher – Alex Quigley
Buku internasional Literacy Essentials for Every Teacher karya Alex Quigley merupakan salah satu referensi yang menarik bagi guru dari berbagai mata pelajaran. Buku ini diterbitkan oleh Routledge dan tercatat sebagai terbitan tahun 2026.
Pembahasan utamanya adalah pentingnya literasi dalam kegiatan pembelajaran. Kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan memahami kosakata tidak hanya dibutuhkan dalam pelajaran bahasa. Semua mata pelajaran memerlukan kemampuan tersebut agar peserta didik dapat memahami informasi dan menyampaikan gagasan.
Guru matematika, misalnya, membutuhkan kemampuan membantu siswa memahami soal cerita. Guru IPA perlu membimbing siswa membaca informasi ilmiah. Guru IPS juga perlu melatih peserta didik memahami teks, membandingkan informasi, dan menjelaskan suatu peristiwa.
Buku ini merangkum pengetahuan mengenai membaca, menulis, berbicara, dan pengembangan kosakata. Di dalamnya juga terdapat strategi serta aktivitas yang dapat diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Referensi ini cocok untuk guru SD, SMP, dan SMA, terutama mereka yang ingin mengintegrasikan penguatan literasi ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran.
Bagi mahasiswa pendidikan, buku ini dapat memperluas pemahaman bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia. Setiap pendidik memiliki peran dalam membantu peserta didik memahami informasi dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
5. Reading to Learn: A 7-Step Framework for Optimizing Comprehension in Pre-K–12 Classrooms
Kemampuan membaca tidak berhenti pada kegiatan melafalkan kata. Peserta didik juga perlu memahami isi bacaan, menemukan informasi penting, menghubungkan gagasan, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam buku Reading to Learn: A 7-Step Framework for Optimizing Comprehension in Pre-K–12 Classrooms karya Kevin Perks dan Melissa Strand.
Buku ini tercatat sebagai terbitan 2026 dalam daftar koleksi pendidikan Stanford University. Kerangka yang diperkenalkan mencakup tujuh langkah, mulai dari menentukan tujuan membaca, mengaktifkan pengetahuan awal, mengenali unsur teks, membuat prediksi, mengumpulkan informasi, memahami informasi, hingga menerapkan hasil pembelajaran. <FileCite ref_id="turn565951search7" />
Pendekatan tersebut dapat membantu guru merancang kegiatan membaca yang lebih terarah. Sebelum membaca, peserta didik dapat diajak mengenali tujuan kegiatan. Selama membaca, mereka dibimbing menemukan informasi dan memahami hubungan antargagasan. Setelah membaca, mereka dapat menggunakan informasi untuk menjawab pertanyaan atau membuat karya sederhana.
Buku ini relevan bagi guru kelas, guru Bahasa Indonesia, pengelola program literasi sekolah, dan mahasiswa pendidikan. Strategi yang dibahas juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan membaca untuk berbagai jenis teks, baik cetak maupun digital.
Bagi pustakawan sekolah, buku ini dapat memberikan inspirasi untuk bekerja sama dengan guru dalam menyelenggarakan kegiatan membaca yang tidak hanya berorientasi pada jumlah buku yang dibaca, tetapi juga pemahaman isi bacaan.
6. Literacy Theory as Practice: Connecting Theory and Instruction in K-12 Classrooms – Lara J. Handsfield
Buku berikutnya adalah Literacy Theory as Practice: Connecting Theory and Instruction in K-12 Classrooms karya Lara J. Handsfield. Buku edisi kedua ini tercatat dalam daftar referensi literasi terbaru Stanford University tahun 2026.
Buku tersebut membahas hubungan antara teori literasi dan penerapannya dalam pembelajaran di sekolah. Pembahasannya mencakup berbagai teori dan pendekatan membaca, mulai dari kemampuan dasar hingga perspektif sosial dan kritis terhadap praktik literasi.
Teori sering kali dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari kegiatan mengajar sehari-hari. Padahal, pemahaman teori dapat membantu guru menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sebagai contoh, kegiatan membaca di kelas tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama. Guru dapat menggunakan pendekatan berbeda berdasarkan tujuan pembelajaran, kemampuan siswa, jenis teks, dan kondisi kelas.
Buku ini cocok bagi mahasiswa pendidikan, dosen, peneliti, serta guru yang ingin memperdalam landasan teori literasi. Referensi ini juga dapat membantu mahasiswa ketika menyusun makalah, penelitian, atau tugas akademik yang berkaitan dengan pembelajaran membaca.
C. Buku untuk Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan
7. Digital Literacy in Public Libraries – Jenna Kammer dan Lauren Hays
Perkembangan teknologi membuat perpustakaan menghadapi kebutuhan layanan yang semakin beragam. Pengunjung tidak hanya membutuhkan buku cetak, tetapi juga bantuan untuk menemukan, memahami, dan menggunakan informasi digital.
Buku Digital Literacy in Public Libraries karya Jenna Kammer dan Lauren Hays tercantum dalam katalog Fall-Winter 2026 American Library Association (ALA).
Topik literasi digital menjadi penting karena masyarakat berhadapan dengan berbagai sumber informasi melalui internet. Tidak semua informasi yang ditemukan dapat dipercaya. Pengguna perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa sumber, memahami konteks, dan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang menyesatkan.
Perpustakaan umum memiliki peluang untuk membantu masyarakat mengembangkan kemampuan tersebut. Kegiatan pelatihan penggunaan perangkat digital, pengenalan sumber informasi terpercaya, dan pendampingan pencarian informasi dapat menjadi bagian dari layanan perpustakaan.
Buku ini dapat menjadi referensi bagi pustakawan, mahasiswa ilmu perpustakaan, pengelola perpustakaan umum, dan tenaga yang terlibat dalam program literasi masyarakat.
Bagi pustakawan sekolah, gagasan mengenai literasi digital juga dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan kegiatan pengenalan sumber informasi daring kepada peserta didik. Dengan pendampingan yang tepat, perpustakaan dapat membantu siswa menggunakan internet secara lebih bijak.
8. Information Literacy and Critical Thinking: Using Perspective Transformation to Break Information Bubbles – Amanda Nichols Hess
Buku karya Amanda Nichols Hess ini membahas hubungan antara literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis. Judul tersebut tercantum dalam katalog penerbitan ALA Editions untuk musim gugur dan musim dingin 2026. <FileCite ref_id="turn649841view3" />
Di era digital, seseorang dapat memperoleh informasi dalam waktu singkat. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Pengguna internet sering kali menerima informasi yang sesuai dengan pandangan atau kebiasaan mereka sendiri. Akibatnya, seseorang dapat terjebak dalam lingkungan informasi yang terbatas atau dikenal dengan istilah information bubbles.
Literasi informasi membantu seseorang mengenali kebutuhan informasi, menemukan sumber yang tepat, menilai kredibilitas, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Kemampuan berpikir kritis juga diperlukan agar pembaca tidak langsung mempercayai setiap informasi yang ditemukan. Mereka perlu memeriksa sumber, membandingkan beberapa informasi, dan mempertimbangkan bukti sebelum mengambil kesimpulan.
Buku ini sangat relevan bagi pustakawan, mahasiswa ilmu perpustakaan, dosen, guru, dan pengelola program literasi. Pustakawan dapat memanfaatkannya sebagai referensi untuk merancang kegiatan pendidikan pemustaka atau pelatihan literasi informasi.
Di lingkungan sekolah, topik tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana, misalnya meminta siswa membandingkan dua sumber informasi, memeriksa penulis artikel, dan menemukan bukti yang mendukung suatu pernyataan.
9. The Community Partnership Handbook for Small Libraries – Tyler Hahn
Perpustakaan kecil sering menghadapi keterbatasan anggaran, tenaga, fasilitas, dan koleksi. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak berarti perpustakaan tidak dapat memberikan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu buku yang dapat menjadi referensi adalah The Community Partnership Handbook for Small Libraries karya Tyler Hahn. Judul ini tercatat dalam daftar terbitan mendatang bidang ilmu perpustakaan tahun 2026 yang disusun Choice 360, dengan jadwal penerbitan Oktober 2026 oleh Bloomsbury. <FileCite ref_id="turn649841view4" />
Dari judul dan fokusnya, buku ini relevan dengan pengembangan kemitraan antara perpustakaan kecil dan komunitas. Kerja sama dapat dilakukan dengan sekolah, organisasi masyarakat, komunitas membaca, lembaga pendidikan, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap literasi.
Bagi perpustakaan sekolah dasar, misalnya, kerja sama dapat diwujudkan melalui kegiatan membaca bersama, pameran karya siswa, kunjungan perpustakaan, atau program peminjaman buku.
Sementara itu, perpustakaan desa atau perpustakaan umum dapat menjalin hubungan dengan komunitas lokal untuk menyelenggarakan kegiatan literasi keluarga dan pelatihan keterampilan.
Buku ini dapat menjadi bacaan yang relevan bagi pustakawan, pengelola perpustakaan kecil, mahasiswa ilmu perpustakaan, dan siapa pun yang terlibat dalam pengembangan layanan berbasis masyarakat.
Mengapa Guru, Pustakawan, dan Mahasiswa Perlu Membaca Buku Pendidikan Terbaru?
Membaca buku profesional bukan sekadar kegiatan menambah koleksi pribadi. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh ketika guru, pustakawan, dan mahasiswa mengikuti perkembangan referensi pendidikan.
1. Memperbarui pengetahuan dan wawasan
Dunia pendidikan terus berkembang. Pendekatan pembelajaran, teknologi, dan kebutuhan peserta didik dapat mengalami perubahan. Buku terbaru dapat membantu pembaca mengenal gagasan dan pembahasan yang sedang berkembang.
2. Menemukan inspirasi kegiatan pembelajaran
Guru dapat menemukan strategi membaca, kegiatan menulis, dan pendekatan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi kelas. Namun, setiap strategi tetap perlu dipertimbangkan berdasarkan usia, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik.
3. Mengembangkan layanan perpustakaan
Pustakawan dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan program literasi, layanan digital, pendidikan pemustaka, serta kerja sama dengan komunitas.
4. Mendukung kegiatan akademik mahasiswa
Mahasiswa dapat menggunakan buku pendidikan sebagai bahan untuk memahami teori, menyusun makalah, mengembangkan penelitian, dan memperkaya sudut pandang. Referensi yang dipilih tentu perlu disesuaikan dengan topik tugas dan ketentuan akademik.
5. Membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat
Guru dan pustakawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Membaca buku profesional dapat menjadi salah satu cara untuk terus mengembangkan kompetensi.
Tips Memilih Buku Referensi Pendidikan dan Literasi
Tidak semua buku baru harus dibeli atau dibaca sekaligus. Guru, pustakawan, dan mahasiswa dapat menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Pertama, sesuaikan dengan bidang pekerjaan atau studi. Guru dapat memilih buku mengenai pembelajaran dan literasi kelas. Pustakawan dapat memprioritaskan buku pengelolaan perpustakaan dan literasi informasi. Mahasiswa dapat memilih referensi sesuai mata kuliah atau topik penelitian.
Kedua, periksa identitas buku. Perhatikan nama penulis, penerbit, tahun terbit, ISBN, dan edisi. Informasi tersebut membantu memastikan buku yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Ketiga, baca deskripsi dan daftar isi. Jangan hanya mengandalkan judul. Deskripsi dan daftar isi dapat memberikan gambaran mengenai pembahasan serta tingkat kedalaman materi.
Keempat, pertimbangkan bahasa dan aksesibilitas. Sebagian buku internasional tersedia dalam bahasa Inggris. Pembaca dapat memilih edisi yang sesuai dengan kemampuan bahasa atau mencari terjemahan resmi jika sudah tersedia.
Kelima, manfaatkan perpustakaan. Tidak semua buku harus dibeli sendiri. Guru dan mahasiswa dapat memeriksa katalog perpustakaan kampus, perpustakaan daerah, atau perpustakaan umum untuk mengetahui ketersediaan koleksi.
Peran Perpustakaan dalam Mendukung Pengembangan Profesional
Perpustakaan dapat menjadi tempat belajar bagi guru, pustakawan, mahasiswa, dan masyarakat. Koleksi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan akan membantu pengunjung memperoleh informasi serta mengembangkan pengetahuan.
Perpustakaan sekolah, misalnya, dapat menyediakan koleksi tentang strategi pembelajaran, literasi anak, pengelolaan kelas, dan pengembangan bahan ajar. Koleksi tersebut dapat dimanfaatkan guru sebagai bahan pengembangan diri maupun pendukung kegiatan pembelajaran.
Perpustakaan perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang lebih luas karena melayani mahasiswa, dosen, dan peneliti. Ketersediaan buku metodologi penelitian, literasi informasi, teknologi pendidikan, serta ilmu perpustakaan dapat mendukung kegiatan akademik.
Sementara itu, perpustakaan umum dapat mengembangkan koleksi yang lebih beragam agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Selain menyediakan buku, pustakawan dapat mengadakan kegiatan berbagi pengetahuan. Contohnya adalah diskusi buku, pelatihan literasi informasi, pengenalan sumber referensi akademik, dan kegiatan membaca bersama.
Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan kompetensi dan budaya membaca.
Penutup
Tahun 2026 menghadirkan berbagai referensi pendidikan dan literasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru, pustakawan, dan mahasiswa. Buku mengenai literasi awal anak, strategi membaca, penelitian pendidikan, literasi digital, hingga pengelolaan perpustakaan memberikan pilihan bacaan sesuai kebutuhan profesional maupun akademik.
Guru dapat memanfaatkan buku-buku tersebut untuk memperkaya strategi pembelajaran. Pustakawan dapat menggunakannya sebagai inspirasi dalam mengembangkan layanan dan program literasi. Sementara itu, mahasiswa dapat menjadikannya bahan untuk memperluas wawasan dan mendukung kegiatan akademik.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas dan teknologi. Pengetahuan serta kemauan untuk terus belajar juga memiliki peran penting. Membaca buku yang sesuai kebutuhan merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengembangkan diri dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.
Daftar Pustaka
El Akhyar Pustaka. (2026). Katalog buku terbaru 2026. https://omp.elakhyarpustaka.id/index.php/eap/catalog/newReleases
American Library Association. (2026). ALA Editions: Fall-Winter 2026 catalog. https://alastore.ala.org/FW26catalog
Stanford University Libraries. (2026). New education books: New print books. https://guides.library.stanford.edu/NewtoCubberley/print_books



