-->

Dunia Perpustakaan

"Jelajahi perpustakaan: literasi, pengetahuan, dan rekomendasi bacaan tanpa batas!"

Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam hidup seseorang.

10 Novel Sastra Indonesia Underrated yang Wajib Dibaca untuk Menambah Wawasan Literasi

 


Membaca novel Indonesia tidak selalu harus dimulai dari judul-judul yang sudah sangat populer. Di antara banyaknya karya sastra yang dikenal luas oleh masyarakat, terdapat pula sejumlah novel yang mungkin belum terlalu sering dibicarakan, tetapi memiliki cerita, gagasan, dan kekuatan literer yang menarik untuk ditelusuri.

Istilah underrated dalam konteks rekomendasi buku dapat digunakan untuk menggambarkan karya yang belum mendapatkan perhatian sebesar karya-karya lain, meskipun mempunyai kualitas atau daya tarik yang layak dipertimbangkan. Karena itu, mencari novel yang tidak terlalu mainstream justru dapat menjadi pengalaman membaca yang menyenangkan.

Gambar referensi yang Anda berikan menampilkan sepuluh judul novel sastra Indonesia beserta rating Goodreads yang tercantum pada gambar. Daftar tersebut menarik karena memperlihatkan beragam karya, mulai dari Lusifer Lusifer, Tutur Dedes: Doa dan Kutukan, hingga Putri Cina.

Bagi pembaca yang sedang ingin memperluas bacaan sastra Indonesia, daftar seperti ini dapat menjadi titik awal untuk menemukan karya-karya yang mungkin belum pernah dibaca sebelumnya.

Berikut sepuluh novel yang menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar bacaan.

1. Lusifer Lusifer



Lusifer Lusifer berada di posisi pertama dalam daftar pada gambar dengan rating Goodreads 4,33.

Judulnya saja sudah mengundang rasa penasaran. Kata "Lusifer" mempunyai konotasi yang kuat dan dapat membawa pembaca pada pertanyaan mengenai manusia, moralitas, pilihan, serta pergulatan antara berbagai sisi kehidupan.

Novel dengan judul yang provokatif seperti ini menarik untuk dibaca bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena kemungkinan adanya lapisan makna di balik judul dan karakter yang dibangun.

Bagi pembaca sastra, karya semacam ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seorang pengarang mengolah simbol dan persoalan kehidupan menjadi sebuah cerita.

Mengapa menarik dibaca?

  • Judulnya memiliki daya tarik yang kuat.
  • Dapat menjadi bacaan untuk pembaca yang menyukai karya dengan tema serius.
  • Cocok bagi pembaca yang ingin mengeksplorasi karya sastra Indonesia di luar judul-judul mainstream.

Rating yang tercantum pada gambar adalah 4,33, sehingga karya ini menjadi salah satu judul dengan rating tertinggi dalam daftar.

2. Tutur Dedes: Doa dan Kutukan



Berikutnya terdapat Tutur Dedes: Doa dan Kutukan, dengan rating Goodreads 4,32 berdasarkan gambar.

Nama Dedes tentu mengingatkan pembaca pada kisah sejarah dan legenda yang telah lama hidup dalam khazanah masyarakat Indonesia. Mengangkat tokoh atau latar yang berkaitan dengan sejarah Nusantara dapat memberikan pengalaman membaca yang berbeda.

Karya sastra berlatar sejarah memiliki daya tarik tersendiri. Pembaca tidak hanya mengikuti konflik tokoh, tetapi juga dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana masa lalu Indonesia dapat ditafsirkan kembali melalui perspektif sastra.

Kata "doa" dan "kutukan" pada judul juga memberikan kesan adanya pertentangan atau hubungan antara harapan, kekuasaan, nasib, dan konsekuensi dari sebuah pilihan.

Bagi pembaca yang menyukai sastra sejarah dan kisah yang berhubungan dengan Nusantara, novel ini layak dipertimbangkan.

3. Kereta Semar Lembu



Novel ketiga dalam daftar adalah Kereta Semar Lembu dengan rating 4,10.

Judulnya mempunyai nuansa budaya yang kuat. Nama Semar, misalnya, sangat dekat dengan dunia pewayangan dan tradisi budaya Jawa. Kehadiran unsur budaya dalam karya sastra dapat membuat kegiatan membaca menjadi lebih dari sekadar menikmati alur cerita.

Novel yang memanfaatkan unsur budaya dapat membantu pembaca memahami bahwa sastra sering kali menjadi tempat bertemunya cerita, sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat.

Bagi generasi muda, membaca karya seperti ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal kembali unsur budaya yang mungkin terasa semakin jauh dari kehidupan sehari-hari.

Novel ini menarik bagi pembaca yang:

  • menyukai cerita dengan nuansa budaya;
  • tertarik pada sastra Indonesia;
  • ingin memperluas bacaan di luar novel populer;
  • menikmati karya yang mempunyai latar budaya Nusantara.

4. Pulau Batu di Samudra Buatan



Selanjutnya ada Pulau Batu di Samudra Buatan, yang pada gambar memperoleh rating 4,08.

Judulnya memberikan kesan yang cukup unik. Penggunaan kata "pulau", "batu", "samudra", dan "buatan" menghadirkan gambaran tentang ruang, lingkungan, sekaligus sesuatu yang bersifat tidak biasa.

Salah satu hal menarik dari membaca karya sastra adalah kesempatan untuk menafsirkan judul dan cerita melalui perspektif masing-masing pembaca. Dua orang dapat membaca buku yang sama dan mendapatkan kesan yang berbeda.

Karena itu, novel yang belum terlalu sering muncul dalam daftar bacaan populer justru dapat menjadi pengalaman literasi yang menarik.

Pembaca dapat menjadikannya sebagai salah satu pilihan ketika ingin keluar dari pola membaca novel yang sudah umum.

5. Lelaki Harimau



Lelaki Harimau tercantum dalam gambar dengan rating Goodreads 4,04.

Judulnya memiliki daya tarik karena menggabungkan sosok manusia dengan citra harimau. Dalam sastra, simbol seperti hewan dapat digunakan untuk membangun berbagai kemungkinan penafsiran mengenai karakter, kekuatan, naluri, konflik, atau kehidupan manusia.

Novel dengan judul kuat seperti ini juga menunjukkan bagaimana sastra dapat menggunakan bahasa yang sederhana tetapi memunculkan pertanyaan besar di benak pembaca.

Bagi pembaca yang sedang mencari novel Indonesia yang memiliki karakter dan konflik menarik, Lelaki Harimau dapat menjadi salah satu judul yang dimasukkan ke dalam daftar bacaan.

Karya seperti ini juga cocok dibicarakan dalam kegiatan literasi di sekolah, komunitas membaca, maupun klub buku karena dapat membuka ruang diskusi mengenai karakter dan tema cerita.

6. Anak Bajang Mengayun Bulan



Judul keenam adalah Anak Bajang Mengayun Bulan dengan rating yang tercantum sebesar 3,98.

Judulnya memiliki nuansa puitis dan imajinatif. Frasa "mengayun bulan" memberikan gambaran yang tidak biasa dan mengundang pembaca untuk membayangkan dunia yang dibangun oleh pengarang.

Karya sastra yang menggunakan bahasa dan judul dengan nuansa simbolis dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pembaca. Kita tidak hanya membaca untuk mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga mencoba memahami makna yang mungkin tersembunyi di balik peristiwa.

Membaca novel seperti ini dapat menjadi latihan yang baik untuk meningkatkan kemampuan interpretasi. Pembaca belajar memperhatikan pilihan kata, karakter, latar, konflik, dan berbagai simbol yang muncul dalam cerita.

7. Keberangkatan



Keberangkatan berada pada urutan ketujuh dalam daftar dengan rating Goodreads 3,77.

Kata "keberangkatan" sendiri memiliki makna yang luas. Seseorang dapat berangkat dari sebuah tempat, meninggalkan seseorang, memasuki kehidupan baru, atau memulai perjalanan yang mengubah dirinya.

Dalam karya sastra, perjalanan sering kali tidak hanya berarti perpindahan secara fisik. Perjalanan dapat menjadi gambaran mengenai perubahan kehidupan seorang tokoh.

Novel seperti ini dapat memberikan ruang kepada pembaca untuk melihat perjalanan manusia dari sudut pandang yang berbeda.

Bagi pembaca yang ingin memperluas wawasan mengenai novel Indonesia, Keberangkatan dapat dimasukkan sebagai salah satu pilihan dalam daftar bacaan.

8. Mati, Bertahun yang Lalu

Berikutnya adalah Mati, Bertahun yang Lalu, dengan rating Goodreads 3,68 berdasarkan gambar.

Judul ini terdengar reflektif dan langsung mengarah pada tema waktu serta kematian. Namun, dalam membaca karya sastra, pembaca sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan isi buku hanya dari judul.

Justru salah satu kenikmatan membaca adalah menemukan bagaimana sebuah judul memperoleh maknanya setelah pembaca mengikuti keseluruhan cerita.

Novel dengan tema yang berat juga dapat memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi. Pembaca mungkin diajak memikirkan kembali hubungan manusia dengan masa lalu, kehilangan, ingatan, dan perjalanan kehidupan.

Untuk kegiatan literasi, buku seperti ini juga dapat menjadi bahan diskusi yang menarik karena tema-temanya berpotensi membuka berbagai sudut pandang.

9. Duri dan Kutuk



Duri dan Kutuk menempati posisi kesembilan dalam gambar dengan rating 3,67.

Judulnya terdengar tajam dan penuh konflik. Kata "duri" dapat mengingatkan pada sesuatu yang menyakitkan, sementara "kutuk" membawa kesan mengenai konsekuensi atau sesuatu yang membayangi kehidupan tokoh.

Bagi pembaca yang menyukai karya dengan judul kuat dan atmosfer cerita yang serius, buku ini dapat menjadi pilihan untuk memperkaya pengalaman membaca sastra Indonesia.

Tidak semua buku harus dibaca karena sedang viral. Ada kalanya sebuah karya justru menarik karena kita menemukannya melalui rekomendasi, katalog perpustakaan, komunitas literasi, atau daftar bacaan yang jarang dibicarakan.

Inilah salah satu alasan mengapa eksplorasi terhadap novel underrated penting dilakukan.

10. Putri Cina



Judul terakhir dalam daftar adalah Putri Cina, dengan rating Goodreads 3,59 sebagaimana tercantum pada gambar.

Judul tersebut langsung membawa pembaca pada kemungkinan adanya hubungan dengan identitas, sejarah, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Tionghoa dalam konteks Indonesia.

Sastra Indonesia mempunyai kekayaan tema yang sangat luas karena masyarakat Indonesia sendiri terdiri atas berbagai latar budaya dan sejarah.

Karya yang mengangkat pengalaman kelompok masyarakat tertentu dapat membantu pembaca melihat Indonesia dari perspektif yang lebih beragam. Membaca karya semacam ini juga dapat memperluas pemahaman bahwa pengalaman sejarah dan kebudayaan dapat dituturkan melalui berbagai bentuk karya sastra.

Karena itu, Putri Cina dapat menjadi salah satu pilihan menarik bagi pembaca yang ingin memperluas perspektif dalam membaca sastra Indonesia.

Mengapa Kita Perlu Membaca Novel Indonesia yang Tidak Terlalu Populer?

Popularitas memang dapat membantu sebuah buku mendapatkan perhatian. Namun, popularitas bukan satu-satunya alasan untuk menentukan apakah sebuah karya layak dibaca.

Ada beberapa alasan mengapa pembaca sebaiknya sesekali mencari novel yang belum terlalu populer.

1. Menemukan perspektif baru

Novel memberikan kesempatan kepada pembaca untuk melihat kehidupan melalui pengalaman tokoh dan dunia yang dibangun pengarang.

Semakin beragam buku yang dibaca, semakin banyak pula perspektif yang dapat kita temui.

2. Memperluas wawasan tentang sastra Indonesia

Sastra Indonesia tidak hanya terdiri atas beberapa judul yang sering muncul di media sosial. Ada begitu banyak karya dari berbagai periode, genre, pengarang, dan latar budaya.

Membaca karya yang kurang populer dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas peta bacaan tersebut.

3. Menemukan buku yang sesuai dengan selera pribadi

Buku yang sangat populer belum tentu cocok untuk semua orang.

Sebaliknya, buku yang jarang dibicarakan bisa saja justru menjadi karya yang sangat disukai oleh seorang pembaca.

Karena itu, jangan takut mencoba judul yang belum banyak dikenal.

4. Membantu membangun budaya membaca

Kebiasaan membaca tidak harus selalu mengikuti tren. Pembaca dapat membangun daftar bacaan berdasarkan rasa ingin tahu dan minat pribadi.

Perpustakaan, toko buku, katalog daring, komunitas literasi, serta rekomendasi dari pembaca lain dapat menjadi sumber untuk menemukan buku baru.

Cara Memilih Novel Sastra Indonesia untuk Dibaca

Jika Anda masih bingung menentukan buku mana yang akan dibaca terlebih dahulu, gunakan beberapa pertimbangan berikut.

Pertama, lihat temanya. Pilih tema yang memang membuat Anda penasaran.

Kedua, baca sinopsisnya. Sinopsis dapat membantu mengetahui gambaran umum cerita tanpa harus membaca keseluruhan buku.

Ketiga, perhatikan ulasan pembaca. Rating dapat menjadi informasi tambahan, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya ukuran.

Keempat, pertimbangkan gaya bahasa. Ada novel yang menggunakan bahasa ringan dan ada pula yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

Kelima, sesuaikan dengan tujuan membaca. Jika ingin hiburan, pilih cerita yang sesuai selera. Jika ingin meningkatkan wawasan literasi, pertimbangkan karya yang menawarkan tema sosial, budaya, sejarah, atau persoalan kemanusiaan.

Daftar 10 Novel dalam Gambar

Sebagai ringkasan, berikut daftar judul dan rating Goodreads yang tercantum pada gambar yang Anda kirim:

No.Judul NovelRating pada Gambar
1Lusifer Lusifer⭐ 4,33
2Tutur Dedes: Doa dan Kutukan⭐ 4,32
3Kereta Semar Lembu⭐ 4,10
4Pulau Batu di Samudra Buatan⭐ 4,08
5Lelaki Harimau⭐ 4,04
6Anak Bajang Mengayun Bulan⭐ 3,98
7Keberangkatan⭐ 3,77
8Mati, Bertahun yang Lalu⭐ 3,68
9Duri dan Kutuk⭐ 3,67
10Putri Cina⭐ 3,59

Catatan: rating di atas mengikuti angka yang terlihat pada gambar referensi dan dapat berubah seiring waktu karena rating Goodreads bersifat dinamis.

Penutup

Membaca sastra Indonesia berarti membuka pintu untuk mengenal lebih banyak cerita, pemikiran, budaya, sejarah, dan pengalaman manusia. Karena itu, daftar bacaan tidak perlu selalu berisi buku yang sedang populer.

Sepuluh judul dalam daftar di atas dapat menjadi titik awal bagi pembaca yang ingin melakukan eksplorasi lebih jauh terhadap karya sastra Indonesia. Mulai dari Lusifer Lusifer, Tutur Dedes: Doa dan Kutukan, Kereta Semar Lembu, Pulau Batu di Samudra Buatan, hingga Putri Cina, setiap judul menawarkan kesempatan bagi pembaca untuk menemukan pengalaman membaca yang berbeda.

Yang terpenting, jangan menjadikan label underrated sebagai jaminan bahwa sebuah buku pasti cocok untuk semua orang. Gunakan daftar tersebut sebagai peta awal untuk menemukan bacaan baru.

Pada akhirnya, buku yang baik adalah buku yang mampu membuat pembacanya berhenti sejenak, berpikir, merasakan sesuatu, atau bahkan melihat kehidupan dari sudut pandang yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Jadi, novel mana yang paling membuat Anda penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?




Referensi 

Eagleton, T. (2008). Literary theory: An introduction (Anniversary ed.). University of Minnesota Press.

Nurgiyantoro, B. (2015). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.

Wellek, R., & Warren, A. (2016). Teori kesusastraan. Gramedia Pustaka Utama.

https://www.instagram.com/penerbithas/

10 Rekomendasi Buku Internasional yang Wajib Dibaca, dari Novel hingga Self-Improvement

 

 https://images.openai.com/static-rsc-4/RYIDqx5cA_W87_5kLdATlErfRQbeT47Ym_3Ul_CUYlE4WXHKax_Y4ms8_T7MK12rMWrHVHaOjAkboTx5zJrqvar_X2Ddyyxi9JvlmwAgcNOTtcb6BfJkndoiDjtAW44VcFZ8AqUh_G805BfcIn-pePly062_EfiuBQ04VGADtwizwUFHP5x8USuB9ioyObNr?purpose=fullsize


Bagi pencinta buku, menemukan bacaan baru sering kali menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membingungkan. Ada begitu banyak judul dari berbagai negara, genre, dan latar belakang penulis. Di satu sisi, banyaknya pilihan membuat kita lebih mudah menemukan buku yang sesuai dengan minat. Namun, di sisi lain, terlalu banyak pilihan justru dapat membuat kita tidak tahu harus mulai dari mana.

Salah satu cara sederhana untuk menemukan bacaan baru adalah melihat daftar buku yang mendapatkan perhatian besar dari pembaca. Goodreads, misalnya, menyediakan informasi mengenai buku, ulasan, dan penilaian pembaca. Rating dapat menjadi salah satu pertimbangan awal, meskipun tentu saja bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah sebuah buku cocok bagi seseorang. Sebagai gambaran, As Long as the Lemon Trees Grow dan Sunrise on the Reaping tercatat memiliki rata-rata rating Goodreads yang tinggi pada data yang tersedia.

Gambar yang menjadi dasar artikel ini menampilkan 10 rekomendasi buku internasional dengan rating Goodreads. Daftarnya cukup beragam. Ada novel distopia, thriller, buku pengembangan diri, sejarah, hingga buku yang membahas hubungan dan kehidupan.

Menariknya, perbedaan genre tersebut justru membuat daftar ini cocok untuk pembaca dengan selera yang berbeda-beda.

Berikut pembahasannya.

1. Sunrise on the Reaping – Suzanne Collins



Genre: Fiksi distopia, young adult
Penulis: Suzanne Collins
Rating pada gambar: 4,50/5

Nama pertama dalam daftar adalah Sunrise on the Reaping karya Suzanne Collins. Buku ini membawa pembaca kembali ke dunia Panem, semesta yang sebelumnya dikenal melalui seri The Hunger Games.

Buku ini menarik perhatian karena mengambil latar pada Hunger Games ke-50, yang juga dikenal sebagai Quarter Quell. Cerita berfokus pada Haymitch Abernathy ketika masih muda. Dengan demikian, pembaca mendapatkan perspektif berbeda mengenai karakter yang sudah dikenal dalam cerita sebelumnya.

Penerbit Penguin Random House mencatat buku ini terbit pada 2025 dan menjadi bagian kelima dari seri The Hunger Games. Ceritanya menggambarkan Haymitch yang harus menghadapi situasi ketika dirinya dipilih untuk mengikuti Hunger Games.

Hal yang membuat buku ini menarik bukan hanya unsur pertarungan atau ketegangan. Ada pula persoalan tentang kekuasaan, kehilangan, keberanian, propaganda, dan bagaimana seseorang berusaha bertahan dalam sistem yang tidak adil.

Bagi pembaca yang menyukai novel dengan dunia yang kuat, konflik politik, serta karakter yang menghadapi pilihan sulit, buku ini bisa menjadi pilihan menarik.

Bahkan jika Anda sudah mengenal seri The Hunger Games, buku ini memberikan kesempatan untuk melihat salah satu karakter penting dari sudut pandang yang lebih mendalam.

2. As Long as the Lemon Trees Grow – Zoulfa Katouh



Genre: Fiksi, historical fiction, young adult
Penulis: Zoulfa Katouh
Rating pada gambar: 4,43/5

Buku kedua adalah As Long as the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. Novel ini menawarkan pengalaman membaca yang berbeda karena memadukan kisah personal dengan situasi sosial dan politik yang penuh tekanan.

Cerita membawa pembaca pada pengalaman Salama, seorang perempuan muda yang hidup dalam situasi konflik di Suriah. Karena latarnya yang berat, buku ini bukan sekadar cerita tentang kehidupan sehari-hari. Pembaca juga diajak memahami bagaimana konflik dapat memengaruhi keluarga, harapan, hubungan, serta pilihan seseorang.

Rating Goodreads yang tercantum dalam gambar adalah 4,43, sementara halaman Goodreads yang diperbarui pada 2026 juga menunjukkan rata-rata rating sekitar 4,43 dari lebih dari 140 ribu penilaian.

Salah satu kekuatan novel ini adalah kemampuannya menghadirkan persoalan besar melalui pengalaman tokoh utama. Pembaca tidak hanya berhadapan dengan istilah tentang peperangan atau konflik, tetapi juga dengan emosi manusia yang berada di tengah keadaan tersebut.

Buku ini cocok bagi pembaca yang menyukai novel emosional dengan latar sejarah dan sosial yang kuat.

3. As Good as Dead – Holly Jackson



Genre: Mystery, thriller, young adult
Penulis: Holly Jackson
Rating pada gambar: 4,19/5

Bagi penggemar misteri dan cerita penuh teka-teki, As Good as Dead dapat menjadi salah satu judul yang menarik untuk dipertimbangkan.

Novel ini merupakan bagian dari seri A Good Girl's Guide to Murder. Ceritanya membawa kembali tokoh utama yang harus berhadapan dengan situasi yang jauh lebih berbahaya dibandingkan penyelidikan sebelumnya.

Daya tarik utama buku seperti ini terletak pada rasa penasaran. Pembaca didorong untuk mengikuti petunjuk, memperhatikan perilaku karakter, dan mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi.

Bacaan thriller juga mempunyai keunggulan lain: biasanya sulit dihentikan ketika cerita mulai memasuki bagian yang penuh ketegangan. Rasa ingin tahu mengenai halaman berikutnya menjadi salah satu alasan pembaca terus melanjutkan.

Namun, bagi pembaca baru, sebaiknya mengenal buku-buku sebelumnya dalam seri tersebut agar perkembangan karakter dan konflik lebih mudah dipahami.

Jika Anda menyukai misteri, investigasi, rahasia, serta cerita yang membuat pembaca terus membuat dugaan, buku ini layak masuk daftar bacaan.

4. Conversations on Love – Natasha Lunn



Genre: Nonfiksi, hubungan, kehidupan
Penulis: Natasha Lunn
Rating pada gambar: 4,18/5

Tidak semua buku yang menarik harus berbentuk novel. Conversations on Love karya Natasha Lunn menawarkan pendekatan berbeda melalui pembicaraan mengenai cinta dan hubungan manusia.

Judulnya mungkin terdengar sederhana, tetapi cinta sebenarnya mempunyai cakupan yang sangat luas. Cinta dapat berkaitan dengan pasangan, keluarga, persahabatan, kehilangan, kedewasaan, dan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.

Buku seperti ini menarik bagi pembaca yang ingin membaca sesuatu yang lebih reflektif. Alih-alih hanya mengikuti satu tokoh fiksi, pembaca diajak melihat berbagai pengalaman manusia dan kemudian menghubungkannya dengan kehidupan sendiri.

Salah satu manfaat membaca buku bertema hubungan adalah munculnya kesempatan untuk berhenti sejenak dan memikirkan kembali bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain.

Apakah kita benar-benar mendengarkan? Apakah kita memahami kebutuhan orang terdekat? Apakah hubungan selalu harus sempurna?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat membuat pengalaman membaca menjadi lebih personal.

Dengan rating 4,18 pada gambar, Conversations on Love dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang sedang mencari bacaan ringan tetapi tetap mengandung bahan renungan.

5. The Atomic Habits Workbook – James Clear



Genre: Pengembangan diri, produktivitas
Penulis: James Clear
Rating pada gambar: 4,16/5

Buku kelima sangat cocok untuk pembaca yang tertarik pada produktivitas dan pembentukan kebiasaan.

The Atomic Habits Workbook berkaitan dengan gagasan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Berbeda dari bacaan fiksi, workbook memberikan ruang bagi pembaca untuk lebih aktif. Pembaca tidak hanya menerima gagasan, tetapi dapat menggunakannya sebagai bahan evaluasi dan latihan.

Misalnya, seseorang yang ingin membangun kebiasaan membaca dapat mulai dari target sederhana. Daripada memaksakan diri membaca puluhan halaman setiap hari, target dapat dibuat lebih realistis, seperti membaca beberapa halaman secara konsisten.

Konsep semacam ini relevan untuk berbagai tujuan: belajar bahasa, menulis, berolahraga, membaca, bekerja, maupun mengatur waktu.

Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin menjadikan kegiatan membaca bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses memperbaiki rutinitas.

Rating 4,16 yang tercantum pada gambar menunjukkan bahwa judul ini cukup mendapatkan perhatian dari pembaca.

6. The Door-to-Door Bookstore – Carsten Henn


Genre: Fiksi, kehidupan, buku
Penulis: Carsten Henn
Rating pada gambar: 4,10/5

Bagi orang yang mencintai dunia buku, The Door-to-Door Bookstore memiliki konsep yang cukup menarik.

Dari judulnya saja, pembaca sudah mendapatkan gambaran tentang hubungan antara buku, pembaca, dan sebuah toko buku yang tidak biasa.

Cerita seperti ini biasanya mempunyai daya tarik tersendiri bagi para book lover karena buku tidak hanya menjadi benda yang dibaca. Buku dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan manusia, menghadirkan percakapan, dan mengubah cara seseorang melihat kehidupan.

Novel ini juga cocok bagi pembaca yang menyukai cerita dengan suasana hangat dan karakter yang berkembang melalui hubungan mereka dengan orang lain.

Di tengah kebiasaan membaca secara digital, kisah mengenai toko buku juga dapat mengingatkan kita pada pengalaman sederhana ketika memilih buku secara langsung, membuka halaman pertama, dan menemukan cerita yang ternyata sesuai dengan kehidupan kita.

Dengan rating 4,10 pada gambar, buku ini bisa menjadi pilihan untuk pembaca yang mencari novel bertema buku dan kehidupan.

7. The 48 Laws of Power – Robert Greene



Genre: Pengembangan diri, psikologi sosial, strategi
Penulis: Robert Greene
Rating pada gambar: 4,07/5

Selanjutnya ada The 48 Laws of Power karya Robert Greene.

Buku ini mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan beberapa judul sebelumnya. Fokusnya berkaitan dengan kekuasaan, strategi, perilaku manusia, serta dinamika hubungan sosial.

Bacaan seperti ini dapat menarik bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana kekuasaan bekerja dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Namun, buku ini sebaiknya dibaca secara kritis. Pembaca tidak perlu menganggap setiap gagasan di dalamnya sebagai aturan mutlak yang harus diterapkan.

Justru, salah satu manfaat membaca buku bertema strategi sosial adalah belajar mengenali pola perilaku manusia. Dengan demikian, pembaca dapat memahami bahwa dalam kehidupan nyata, komunikasi dan hubungan antarorang sering kali dipengaruhi oleh kepentingan, persepsi, reputasi, dan posisi sosial.

Buku ini cocok untuk pembaca dewasa yang tertarik pada psikologi sosial, strategi, kepemimpinan, dan dinamika kekuasaan.

Rating yang tercantum pada gambar adalah 4,07/5.

8. Guns, Germs, and Steel – Jared Diamond


Genre: Sejarah, antropologi, nonfiksi
Penulis: Jared Diamond
Rating pada gambar: 3,04/5

Guns, Germs, and Steel membawa pembaca ke pertanyaan yang lebih besar: mengapa perkembangan masyarakat manusia di berbagai wilayah dunia berjalan dengan cara yang berbeda?

Jared Diamond membahas hubungan antara lingkungan, geografi, perkembangan teknologi, pertanian, penyakit, dan kekuatan politik dalam perjalanan sejarah manusia.

Berbeda dengan novel, buku ini membutuhkan konsentrasi lebih karena gagasan yang dibahas cukup luas. Pembaca diajak melihat sejarah bukan hanya sebagai kumpulan tanggal dan nama tokoh, melainkan sebagai hasil dari berbagai faktor yang saling berhubungan.

Inilah yang membuat buku ini menarik untuk pembaca yang ingin memperluas wawasan.

Perlu dicatat bahwa rating 3,04 yang disebut di sini adalah angka yang tertera pada gambar yang Anda berikan, sehingga sebaiknya tidak dianggap sebagai rating Goodreads yang sedang berlaku tanpa pengecekan ulang.

Terlepas dari angka tersebut, buku ini dapat menjadi bahan bacaan yang menarik bagi mereka yang menyukai sejarah dunia dan pertanyaan besar tentang perkembangan peradaban.

9. The Let Them Theory – Mel Robbins



Genre: Pengembangan diri, kehidupan
Penulis: Mel Robbins
Rating pada gambar: 3,99/5

Buku berikutnya adalah The Let Them Theory karya Mel Robbins.

Gagasan utamanya berkaitan dengan cara seseorang menghadapi perilaku dan pilihan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghabiskan banyak energi untuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain.

Kita ingin orang lain memahami kita. Kita ingin orang lain berubah. Kita ingin semua orang menyetujui pilihan kita.

Padahal, tidak semua hal dapat kita kendalikan.

Konsep “let them” dapat dibaca sebagai ajakan untuk membedakan antara sesuatu yang berada dalam kendali kita dan sesuatu yang berada di luar kendali kita.

Bagi pembaca, gagasan tersebut dapat menjadi bahan refleksi. Ketika seseorang tidak dapat mengendalikan keputusan orang lain, mungkin yang lebih produktif adalah mengarahkan perhatian pada respons dan keputusan diri sendiri.

Goodreads mencatat The Let Them Theory sebagai salah satu buku yang banyak dibaca di Indonesia pada tahun berjalan dalam data yang diperbarui Agustus 2026.

Dengan rating 3,99 pada gambar, buku ini dapat dipertimbangkan oleh pembaca yang sedang mencari bacaan pengembangan diri yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

10. Katabasis – R. F. Kuang



Genre: Fantasi, fiksi
Penulis: R. F. Kuang
Rating pada gambar: 3,71/5

Judul terakhir dalam daftar adalah Katabasis karya R. F. Kuang.

Buku ini menarik perhatian terutama bagi pembaca yang menyukai fantasi dengan konsep yang tidak biasa. Kata “katabasis” sendiri memiliki kaitan dengan perjalanan turun atau perjalanan menuju dunia bawah dalam tradisi sastra dan mitologi.

R. F. Kuang dikenal melalui karya-karya yang sering menggabungkan unsur fantasi dengan persoalan yang lebih kompleks.

Katabasis dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang ingin mencoba novel fantasi dengan atmosfer yang berbeda dari cerita fantasi populer pada umumnya.

Goodreads mencatat Katabasis sebagai salah satu buku yang banyak dibaca di Indonesia dalam data tahun berjalan, dengan lebih dari 600 pembaca yang tercatat telah menyelesaikannya pada saat halaman tersebut diperbarui.

Rating yang terlihat pada gambar adalah 3,71/5.

Bagi penggemar fantasi, judul ini dapat menjadi salah satu bacaan untuk memperluas pilihan setelah membaca karya-karya populer lainnya.

Mengapa Rating Goodreads Bisa Menjadi Pertimbangan?

Ketika mencari buku baru, rating pembaca memang dapat membantu. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa banyak pembaca memberikan penilaian positif terhadap buku tersebut.

Namun, rating tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam memilih bacaan.

Bayangkan Anda melihat sebuah buku mendapatkan rating 4,5. Angka tersebut memang terlihat menarik. Akan tetapi, jika Anda tidak menyukai genre atau tema yang dibahas, belum tentu buku tersebut menjadi bacaan favorit Anda.

Sebaliknya, buku dengan rating yang lebih rendah mungkin justru sesuai dengan selera pribadi.

Karena itu, gunakan rating sebagai filter awal, kemudian pertimbangkan beberapa hal berikut:

  1. Genre yang disukai
  2. Tema cerita
  3. Gaya penulisan
  4. Usia dan tingkat kematangan pembaca
  5. Panjang buku
  6. Tujuan membaca
  7. Ulasan pembaca lain
  8. Latar belakang penulis

Dengan cara tersebut, memilih buku menjadi lebih personal.

Mana Buku yang Cocok untuk Anda?

Jika Anda masih bingung menentukan pilihan, daftar ini dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhan.

Jika menyukai novel penuh ketegangan

Pilih:

  • Sunrise on the Reaping
  • As Good as Dead
  • Katabasis

Ketiganya menawarkan pengalaman membaca yang lebih imajinatif dan penuh konflik.

Jika menyukai cerita emosional

Coba:

  • As Long as the Lemon Trees Grow
  • Conversations on Love
  • The Door-to-Door Bookstore

Ketiga judul tersebut lebih cocok bagi pembaca yang menikmati hubungan antarmanusia, perasaan, dan perjalanan kehidupan.

Jika ingin meningkatkan diri

Pilihan yang dapat dipertimbangkan:

  • The Atomic Habits Workbook
  • The Let Them Theory
  • The 48 Laws of Power

Ketiganya mempunyai pendekatan berbeda terhadap kehidupan, kebiasaan, hubungan sosial, dan perilaku manusia.

Jika menyukai sejarah dan wawasan luas

Guns, Germs, and Steel dapat menjadi pilihan.

Buku ini cocok untuk pembaca yang senang mengeksplorasi pertanyaan besar mengenai manusia dan perkembangan peradaban.

Jangan Memilih Buku Hanya karena Rating Tinggi

Ada satu hal penting yang sering terlupakan ketika memilih buku berdasarkan daftar populer.

Buku terbaik bukan selalu buku dengan rating tertinggi.

Buku terbaik adalah buku yang memberikan pengalaman membaca yang sesuai dengan kebutuhan dan minat kita.

Seseorang mungkin menyukai novel romantis, sedangkan orang lain lebih tertarik pada sejarah. Ada pembaca yang mencari hiburan setelah bekerja, sementara pembaca lain ingin mendapatkan wawasan baru.

Karena itu, daftar rekomendasi sebaiknya dipandang sebagai pintu masuk untuk menemukan bacaan baru.

Jika satu judul tidak cocok, tidak masalah. Anda masih memiliki sembilan pilihan lainnya.

Membaca Buku Internasional Juga Bisa Menambah Wawasan

Membaca buku dari penulis internasional mempunyai manfaat yang lebih luas daripada sekadar mendapatkan hiburan.

Kita dapat menemukan perspektif mengenai kehidupan yang berbeda dari lingkungan sehari-hari. Kita dapat mengenal latar budaya lain, memahami konflik dari sudut pandang berbeda, serta melihat bagaimana penulis dari negara lain menggambarkan manusia dan masyarakat.

Hal tersebut juga penting bagi pembaca Indonesia yang sedang belajar bahasa Inggris.

Buku berbahasa Inggris dapat menjadi media belajar kosakata dan memahami penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Namun, tidak perlu langsung memilih buku yang terlalu sulit.

Mulailah dari genre yang memang disukai. Ketika kita menikmati ceritanya, proses memahami bahasa biasanya terasa lebih ringan.

Kesimpulan

Sepuluh buku dalam gambar menunjukkan bahwa dunia bacaan internasional sangat beragam. Ada Sunrise on the Reaping yang membawa pembaca kembali ke dunia The Hunger Games, As Long as the Lemon Trees Grow dengan kisah emosional berlatar konflik, hingga As Good as Dead untuk penggemar misteri.

Ada pula bacaan nonfiksi seperti Conversations on Love, The Atomic Habits Workbook, The 48 Laws of Power, Guns, Germs, and Steel, dan The Let Them Theory. Sementara itu, The Door-to-Door Bookstore dan Katabasis menawarkan pilihan bagi pembaca yang ingin menikmati cerita fiksi dengan karakter dan dunia yang berbeda.

Daftar seperti ini dapat membantu kita menemukan judul baru, tetapi keputusan akhir tetap kembali kepada selera masing-masing.

Jadi, jika Anda sedang mencari rekomendasi buku internasional yang wajib dibaca, tidak ada salahnya memilih satu judul dari daftar tersebut dan mulai membaca beberapa halaman pertamanya.

Karena pada akhirnya, buku yang bagus bukan hanya buku yang mendapatkan banyak bintang, tetapi buku yang mampu membuat kita ingin terus membuka halaman berikutnya.

Referensi 

  1. Collins, S. (2025). Sunrise on the reaping. Scholastic Press.
  2. Goodreads. (2026). Most read books this year in Indonesia. Goodreads.
  3. Penguin Random House. (2025). Books to read if you love The Hunger Games. Penguin Random House.
  4. https://www.instagram.com/penerbithas/
Back To Top