15 Program Perpustakaan SD yang Bisa Langsung Dilaksanakan Selama Semester Ganjil
Semester ganjil merupakan awal perjalanan peserta didik dalam satu tahun ajaran. Pada masa ini, sekolah tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun berbagai kebiasaan positif yang akan berlangsung hingga akhir tahun pelajaran. Salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak awal adalah budaya membaca dan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar.
Perpustakaan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mendukung proses tersebut. Selain menyediakan berbagai sumber bacaan, perpustakaan juga dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan, tempat berkembangnya kreativitas, serta pusat berbagai kegiatan literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Sayangnya, masih banyak perpustakaan yang kegiatannya terbatas pada layanan peminjaman dan pengembalian buku. Padahal, dengan perencanaan yang sederhana, perpustakaan dapat menyelenggarakan berbagai program menarik yang tidak membutuhkan biaya besar tetapi mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan.
Program perpustakaan yang baik sebaiknya disusun sesuai kalender pendidikan, karakteristik peserta didik, serta kondisi sekolah. Kegiatan juga perlu dibuat bervariasi agar siswa tidak merasa bosan. Ada program yang dilaksanakan setiap hari, mingguan, bulanan, maupun kegiatan insidental yang disesuaikan dengan peringatan hari-hari tertentu.
Artikel ini menyajikan 15 program perpustakaan SD yang dapat langsung diterapkan selama semester ganjil. Setiap program dilengkapi tujuan, manfaat, langkah pelaksanaan, serta tips agar mudah diterapkan di sekolah dasar.
Mengapa Semester Ganjil Menjadi Waktu yang Tepat?
Semester ganjil adalah masa pembentukan kebiasaan. Apa yang dibiasakan sejak awal tahun ajaran biasanya akan lebih mudah dipertahankan hingga semester berikutnya.
Melalui program perpustakaan yang terencana, sekolah dapat:
- memperkenalkan perpustakaan kepada siswa baru;
- meningkatkan frekuensi kunjungan perpustakaan;
- membangun kebiasaan membaca setiap hari;
- mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS);
- memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan literasi;
- meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan.
Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat sumber belajar.
Prinsip Menyusun Program Perpustakaan
Sebelum melaksanakan berbagai kegiatan, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan.
Program yang baik sebaiknya:
- sesuai dengan usia peserta didik;
- dapat dilaksanakan secara berkelanjutan;
- melibatkan guru dan kepala sekolah;
- memanfaatkan koleksi perpustakaan;
- tidak membutuhkan biaya besar;
- mudah dievaluasi.
Prinsip tersebut akan membantu sekolah menjalankan program secara konsisten.
Program 1. Orientasi Perpustakaan bagi Siswa Baru
Tujuan
Memperkenalkan perpustakaan kepada peserta didik baru agar mereka memahami fungsi perpustakaan, tata tertib, serta cara memanfaatkan layanan yang tersedia.
Manfaat
Orientasi yang baik akan mengurangi kebingungan siswa saat pertama kali menggunakan perpustakaan. Mereka akan lebih percaya diri untuk mencari buku, meminjam koleksi, dan menjaga fasilitas perpustakaan.
Langkah Pelaksanaan
- Mengenalkan ruang perpustakaan.
- Menjelaskan tata tertib.
- Memperkenalkan jenis koleksi.
- Menunjukkan cara mencari buku.
- Menjelaskan prosedur peminjaman.
- Mengajak siswa berkeliling perpustakaan.
Agar lebih menarik, orientasi dapat dikemas dalam bentuk permainan sederhana, kuis, atau kegiatan berburu buku (library treasure hunt).
Program 2. Membaca 15 Menit Sebelum Pembelajaran
Tujuan
Membiasakan peserta didik membaca setiap hari sebelum kegiatan belajar dimulai.
Manfaat
Program ini dapat meningkatkan kemampuan membaca, memperkaya kosakata, dan menumbuhkan kebiasaan membaca secara bertahap.
Pelaksanaan
Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai:
- siswa membaca buku pilihan selama 15 menit;
- guru ikut membaca sebagai teladan;
- tidak ada tes atau penilaian;
- kegiatan dilakukan secara konsisten.
Perpustakaan berperan menyediakan koleksi yang menarik dan sesuai usia siswa.
Program 3. Kunjungan Wajib ke Perpustakaan
Tujuan
Memberikan kesempatan kepada seluruh kelas untuk memanfaatkan perpustakaan secara merata.
Manfaat
Program ini membantu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkenalkan koleksi kepada seluruh siswa.
Pelaksanaan
Buat jadwal kunjungan, misalnya:
- Senin: Kelas I
- Selasa: Kelas II
- Rabu: Kelas III
- Kamis: Kelas IV
- Jumat: Kelas V
- Sabtu: Kelas VI
Selama kunjungan, siswa dapat membaca, meminjam buku, atau mengikuti kegiatan literasi singkat.
Program 4. Tantangan Membaca (Reading Challenge)
Tujuan
Mendorong siswa membaca lebih banyak buku dalam jangka waktu tertentu.
Manfaat
Program ini mampu meningkatkan motivasi membaca melalui target yang jelas dan penghargaan sederhana.
Contoh Tantangan
- Membaca 5 buku dalam satu bulan.
- Membaca 10 cerita rakyat Indonesia.
- Membaca buku dari lima kategori berbeda.
Siswa yang berhasil menyelesaikan tantangan dapat memperoleh sertifikat, stiker, atau penghargaan pada upacara bendera.
Program 5. Pohon Literasi
Tujuan
Menampilkan hasil kegiatan membaca siswa dalam bentuk visual yang menarik.
Manfaat
Program ini membuat keberhasilan membaca terlihat oleh seluruh warga sekolah sehingga dapat memotivasi siswa lain untuk ikut membaca.
Cara Membuat
Siapkan gambar pohon besar di dinding perpustakaan.
Setiap kali siswa selesai membaca sebuah buku, mereka menuliskan:
- nama;
- judul buku;
- pesan singkat dari buku.
Tulisan tersebut ditempel pada gambar daun atau buah sehingga pohon literasi semakin "rindang" seiring bertambahnya jumlah buku yang dibaca.
Selain mempercantik perpustakaan, pohon literasi juga menjadi indikator sederhana perkembangan budaya membaca di sekolah.
Tips Agar Lima Program Pertama Berjalan Lancar
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mulailah dari program yang paling mudah diterapkan.
- Libatkan guru kelas sebagai pendamping.
- Gunakan koleksi yang sudah dimiliki perpustakaan.
- Berikan penghargaan sederhana kepada siswa yang aktif.
- Dokumentasikan setiap kegiatan sebagai bahan laporan dan publikasi sekolah.
Program tidak harus langsung besar. Yang terpenting adalah dilaksanakan secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan positif bagi seluruh warga sekolah.
Program 6. Bintang Pembaca Bulan Ini
Tujuan
Memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif memanfaatkan perpustakaan sehingga dapat memotivasi siswa lain untuk lebih gemar membaca.
Mengapa Program Ini Efektif?
Anak usia sekolah dasar umumnya senang mendapatkan penghargaan atas usaha yang mereka lakukan. Penghargaan tidak harus berupa hadiah mahal. Sertifikat sederhana, lencana, atau pengumuman nama di mading sekolah sudah mampu meningkatkan semangat mereka.
Program ini juga mengajarkan bahwa membaca adalah kebiasaan yang layak diapresiasi.
Cara Pelaksanaan
Setiap akhir bulan, pustakawan merekap data berdasarkan:
- jumlah buku yang dipinjam;
- ketepatan waktu pengembalian;
- keaktifan berkunjung ke perpustakaan;
- sikap menjaga koleksi.
Selanjutnya dipilih satu atau beberapa siswa sebagai Bintang Pembaca Bulan Ini.
Penghargaan dapat diumumkan saat:
- upacara bendera;
- pertemuan kelas;
- media sosial sekolah;
- papan prestasi perpustakaan.
Tips
Agar kesempatan merata, buat beberapa kategori, misalnya:
- Pembaca Terajin
- Pengunjung Teraktif
- Penjaga Buku Terbaik
- Pembaca Kelas Rendah Terbaik
- Pembaca Kelas Tinggi Terbaik
Dengan demikian, lebih banyak siswa yang memperoleh kesempatan mendapatkan penghargaan.
Program 7. Pojok Rekomendasi Buku
Tujuan
Membantu siswa menemukan bacaan yang menarik sesuai usia dan minat mereka.
Manfaat
Tidak semua siswa mampu memilih buku yang sesuai. Banyak anak akhirnya hanya meminjam buku yang sama berulang kali atau memilih berdasarkan gambar sampul.
Melalui pojok rekomendasi, pustakawan dapat mengarahkan siswa pada koleksi yang berkualitas.
Cara Pelaksanaan
Sediakan satu rak khusus bertuliskan:
- Rekomendasi Minggu Ini
- Buku Pilihan Pustakawan
- Buku Favorit Guru
- Buku Paling Banyak Dipinjam
- Koleksi Baru
Ganti isi rak secara berkala agar siswa selalu menemukan bacaan baru.
Tips
Tempelkan kartu kecil berisi alasan mengapa buku tersebut direkomendasikan, misalnya:
"Buku ini mengajarkan pentingnya kejujuran."
atau
"Cocok untuk siswa kelas III yang menyukai petualangan."
Cara sederhana ini mampu meningkatkan rasa ingin tahu siswa.
Program 8. Membaca Nyaring (Read Aloud)
Tujuan
Menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan menyimak, serta memperkaya kosakata peserta didik.
Manfaat
Membaca nyaring sangat efektif terutama bagi siswa kelas I hingga kelas III karena mereka masih berada pada tahap awal perkembangan kemampuan membaca.
Selain itu, kegiatan ini mampu:
- melatih konsentrasi;
- meningkatkan daya imajinasi;
- memperkenalkan berbagai jenis cerita;
- membangun kedekatan antara guru, pustakawan, dan siswa.
Pelaksanaan
Pilih buku cerita yang menarik.
Selanjutnya:
- pustakawan membaca dengan intonasi yang jelas;
- gunakan ekspresi wajah dan gerakan sederhana;
- sesekali ajukan pertanyaan kepada siswa;
- diskusikan pesan moral cerita setelah selesai membaca.
Durasi ideal sekitar 15–20 menit agar siswa tetap fokus.
Tips
Pilih buku dengan ilustrasi menarik dan cerita yang sesuai dengan usia peserta didik. Sesekali libatkan guru atau kepala sekolah sebagai pembaca tamu agar kegiatan terasa lebih istimewa.
Program 9. Menulis Resensi Buku Sederhana
Tujuan
Melatih kemampuan membaca kritis sekaligus keterampilan menulis siswa.
Manfaat
Melalui kegiatan ini, siswa belajar:
- memahami isi bacaan;
- menyampaikan pendapat;
- menulis ringkasan;
- memberikan penilaian terhadap buku.
Program ini juga mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia.
Cara Pelaksanaan
Setelah membaca buku, siswa mengisi lembar resensi sederhana yang berisi:
- judul buku;
- nama pengarang;
- tokoh utama;
- cerita singkat;
- pesan yang diperoleh;
- bagian yang paling disukai.
Untuk kelas rendah, resensi dapat diganti dengan menggambar tokoh favorit atau menceritakan kembali isi buku secara lisan.
Tips
Pajang hasil resensi terbaik pada mading perpustakaan agar siswa merasa bangga terhadap hasil karyanya.
Program 10. Pekan Buku Favorit
Tujuan
Memperkenalkan koleksi perpustakaan yang menarik kepada seluruh warga sekolah.
Manfaat
Program ini dapat meningkatkan angka peminjaman sekaligus memperkenalkan buku-buku yang jarang diketahui siswa.
Cara Pelaksanaan
Selama satu minggu, pilih tema tertentu, misalnya:
- Pekan Cerita Rakyat
- Pekan Sains
- Pekan Tokoh Nasional
- Pekan Dongeng Nusantara
- Pekan Buku Bergambar
Seluruh pajangan perpustakaan disesuaikan dengan tema tersebut.
Guru juga dapat memberikan tugas yang berkaitan dengan tema pekan buku sehingga siswa terdorong memanfaatkan koleksi perpustakaan.
Tips
Lengkapi kegiatan dengan:
- kuis sederhana;
- tebak tokoh;
- membaca bersama;
- foto bersama buku favorit.
Kegiatan tersebut membuat suasana perpustakaan lebih hidup dan menyenangkan.
Tips Melaksanakan Program dengan Sukses
Agar program berjalan optimal, perhatikan beberapa hal berikut.
Buat Jadwal Tahunan
Susun kalender kegiatan sejak awal semester sehingga guru dapat menyesuaikan dengan jadwal pembelajaran.
Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Budaya literasi akan lebih mudah berkembang apabila melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua.
Gunakan Koleksi yang Sudah Ada
Tidak semua kegiatan membutuhkan buku baru. Manfaatkan koleksi yang tersedia secara kreatif.
Dokumentasikan Setiap Kegiatan
Foto, video, dan laporan kegiatan sangat bermanfaat sebagai dokumentasi, bahan evaluasi, laporan kepada kepala sekolah, maupun publikasi melalui website atau media sosial sekolah.
Indikator Keberhasilan Program
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari dampaknya terhadap pemanfaatan perpustakaan.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
- meningkatnya jumlah kunjungan perpustakaan;
- bertambahnya jumlah buku yang dipinjam;
- meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan literasi;
- bertambahnya koleksi yang dimanfaatkan;
- meningkatnya keterlibatan guru.
Evaluasi dapat dilakukan setiap akhir bulan sebagai dasar penyempurnaan program.
Program 11. Lomba Mendongeng
Tujuan
Mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap cerita dan buku.
Mengapa Program Ini Penting?
Mendongeng bukan hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga mengembangkan kemampuan menyimak, berbahasa, dan berimajinasi. Bagi siswa sekolah dasar, kegiatan ini menjadi sarana yang menyenangkan untuk memahami isi bacaan dan menyampaikan kembali cerita dengan gaya mereka sendiri.
Cara Pelaksanaan
Pilih tema yang sesuai dengan usia peserta didik, misalnya:
- Cerita Rakyat Indonesia
- Kisah Pahlawan Nasional
- Dongeng Nusantara
- Cerita Bertema Kejujuran
- Cerita tentang Persahabatan
Berikan waktu kepada siswa untuk membaca buku terlebih dahulu sebelum tampil mendongeng.
Tips
-
Laksanakan secara bertahap mulai dari tingkat kelas, kemudian tingkat sekolah.
-
Berikan penghargaan kepada seluruh peserta, tidak hanya kepada pemenang.
-
Dokumentasikan penampilan siswa untuk dipublikasikan di media sosial atau website sekolah.
Program 12. Pojok Literasi di Setiap Kelas
Tujuan
Mendekatkan bahan bacaan kepada peserta didik sehingga mereka dapat membaca kapan saja tanpa harus selalu datang ke perpustakaan.
Manfaat
Pojok literasi menjadi perpanjangan tangan perpustakaan di setiap kelas. Program ini sangat membantu sekolah yang memiliki jadwal kunjungan perpustakaan terbatas.
Cara Pelaksanaan
Setiap kelas menyediakan:
- rak kecil;
- kotak buku;
- lemari sederhana;
- atau sudut khusus membaca.
Perpustakaan meminjamkan koleksi secara bergilir setiap satu atau dua bulan agar siswa memperoleh bacaan yang bervariasi.
Tips
Libatkan guru kelas dalam memilih buku yang sesuai dengan tema pembelajaran atau minat siswa.
Program 13. Satu Siswa Satu Rekomendasi Buku
Tujuan
Melatih siswa menyampaikan pendapat sekaligus membantu teman menemukan bacaan yang menarik.
Cara Pelaksanaan
Setelah membaca buku, setiap siswa menuliskan rekomendasi singkat yang berisi:
- judul buku;
- nama penulis;
- alasan mengapa buku tersebut layak dibaca;
- nilai atau pesan yang diperoleh.
Rekomendasi ditempel pada papan khusus di perpustakaan.
Manfaat
Program ini membuat siswa merasa memiliki peran dalam memperkenalkan koleksi perpustakaan dan menciptakan suasana belajar yang saling menginspirasi.
Program 14. Gerakan Donasi Buku
Tujuan
Menambah koleksi perpustakaan melalui partisipasi warga sekolah dan masyarakat.
Pelaksanaan
Gerakan ini dapat dilakukan secara sukarela dengan mengajak:
- peserta didik;
- orang tua;
- guru;
- alumni;
- komite sekolah;
- masyarakat sekitar.
Buku yang diterima sebaiknya memenuhi kriteria berikut:
- layak baca;
- tidak rusak;
- sesuai usia siswa SD;
- tidak mengandung unsur kekerasan atau diskriminasi.
Tips
Buat tema kegiatan, misalnya:
"Satu Buku untuk Sahabat Membaca"
atau
"Berbagi Buku, Berbagi Ilmu."
Setelah buku diterima, lakukan proses seleksi, inventarisasi, pemberian nomor inventaris, dan pelabelan sebelum dilayankan kepada pemustaka.
Program 15. Festival Literasi Sekolah
Tujuan
Menjadi puncak kegiatan literasi selama semester ganjil sekaligus memperkenalkan berbagai program perpustakaan kepada seluruh warga sekolah.
Bentuk Kegiatan
Festival dapat diisi dengan berbagai aktivitas, antara lain:
- pameran buku;
- lomba mendongeng;
- lomba membaca puisi;
- lomba resensi buku;
- membaca bersama;
- bazar buku;
- pameran karya siswa;
- penghargaan pembaca terbaik;
- peluncuran buku karya siswa (jika ada).
Manfaat
Festival literasi mampu meningkatkan antusiasme siswa terhadap perpustakaan sekaligus mempererat kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Contoh Jadwal Program Semester Ganjil
Agar pelaksanaan lebih terarah, berikut contoh jadwal sederhana yang dapat disesuaikan dengan kalender pendidikan sekolah.
| Bulan | Program |
|---|---|
| Juli | Orientasi perpustakaan dan membaca 15 menit |
| Agustus | Kunjungan kelas dan Pohon Literasi |
| September | Reading Challenge dan Read Aloud |
| Oktober | Pekan Buku Favorit dan Resensi Buku |
| November | Lomba Mendongeng dan Rekomendasi Buku |
| Desember | Festival Literasi dan Penghargaan Pembaca Terbaik |
Jadwal ini bersifat fleksibel. Sekolah dapat menyesuaikannya dengan agenda akademik, hari besar nasional, maupun kegiatan sekolah lainnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pelaksanaan Program
Walaupun memiliki banyak ide kegiatan, pelaksanaan program sering menghadapi beberapa kendala.
Terlalu Banyak Program Sekaligus
Semangat menjalankan berbagai kegiatan sering kali membuat perpustakaan menyusun terlalu banyak program dalam waktu yang bersamaan. Akibatnya, pelaksanaan menjadi kurang maksimal.
Lebih baik memilih beberapa program yang realistis dan menjalankannya secara konsisten.
Tidak Menyesuaikan dengan Kondisi Sekolah
Program yang berhasil di sekolah lain belum tentu cocok diterapkan di sekolah Anda. Pertimbangkan jumlah siswa, ketersediaan koleksi, tenaga pengelola, dan waktu yang tersedia.
Kurangnya Dokumentasi
Dokumentasi sering dianggap sepele, padahal sangat penting sebagai:
- bukti pelaksanaan program;
- bahan laporan kepada kepala sekolah;
- arsip perpustakaan;
- publikasi pada website atau media sosial sekolah;
- bukti pendukung akreditasi perpustakaan.
Tidak Melakukan Evaluasi
Setelah kegiatan selesai, lakukan evaluasi sederhana.
Pertanyaan yang dapat digunakan antara lain:
- Apakah target peserta tercapai?
- Bagaimana respons siswa?
- Apa kendala yang muncul?
- Apa yang perlu diperbaiki pada kegiatan berikutnya?
Evaluasi membantu meningkatkan kualitas program dari waktu ke waktu.
Tips Agar Program Berjalan Berkelanjutan
Supaya program tidak berhenti di tengah jalan, perhatikan beberapa hal berikut.
- Susun program dalam dokumen Program Kerja Perpustakaan.
- Libatkan guru kelas sejak tahap perencanaan.
- Tetapkan jadwal yang realistis.
- Gunakan anggaran secara efisien.
- Maksimalkan koleksi yang sudah dimiliki.
- Berikan penghargaan kepada peserta yang aktif.
- Lakukan publikasi hasil kegiatan melalui blog sekolah, media sosial, atau mading.
- Rekap seluruh kegiatan dalam laporan semester.
Dengan langkah-langkah tersebut, program perpustakaan akan lebih mudah dipertahankan dari tahun ke tahun.
Penutup
Perpustakaan sekolah dasar memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan literasi yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Melalui lima belas program yang telah dibahas dalam artikel ini, pustakawan dapat menghadirkan berbagai aktivitas yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbahasa, berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama.
Keberhasilan program tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh konsistensi pelaksanaan, dukungan dari kepala sekolah dan guru, serta kemampuan pustakawan dalam menciptakan suasana yang ramah bagi peserta didik. Program sederhana seperti membaca 15 menit, pohon literasi, hingga festival literasi dapat memberikan dampak yang besar apabila dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan perencanaan yang matang, evaluasi rutin, dan kolaborasi seluruh warga sekolah, perpustakaan akan semakin berperan sebagai jantung literasi sekolah yang mendukung pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang gemar membaca, kreatif, dan bertanggung jawab.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah semua program harus dilaksanakan dalam satu semester?
Tidak. Sekolah dapat memilih program yang paling sesuai dengan kondisi, sumber daya, dan kebutuhan peserta didik. Kualitas pelaksanaan lebih penting daripada jumlah program.
Bagaimana jika perpustakaan hanya dikelola oleh satu orang?
Fokuslah pada program yang sederhana dan mudah dijalankan, seperti membaca 15 menit, kunjungan kelas, pohon literasi, atau rekomendasi buku. Libatkan guru kelas agar pelaksanaan lebih ringan.
Apakah program perpustakaan harus menggunakan anggaran khusus?
Tidak selalu. Banyak kegiatan yang dapat memanfaatkan koleksi, sarana, dan bahan yang sudah tersedia di sekolah. Kreativitas dalam mengelola sumber daya sering kali lebih menentukan daripada besarnya anggaran.
Bagaimana cara mengetahui program yang paling berhasil?
Gunakan indikator seperti jumlah kunjungan, jumlah buku yang dipinjam, tingkat partisipasi siswa, hasil evaluasi guru, serta umpan balik dari peserta didik. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan program yang dipertahankan atau dikembangkan pada semester berikutnya.
Referensi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbudristek.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2017). Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SNP 007:2017). Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2018). Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.