PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN SMP TAHUN AJARAN 2025/2026
Strategi Meningkatkan Minat Baca, Literasi, dan Budaya Belajar Siswa
I. PENDAHULUAN
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pusat sumber belajar yang memiliki peran penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan di satuan pendidikan. Perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang membaca, ruang berdiskusi, ruang berkarya, serta pusat pengembangan literasi siswa.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan peserta didik yang berada pada masa transisi dari pendidikan dasar menuju pendidikan menengah. Pada tahap ini, siswa perlu dibiasakan untuk membaca secara mandiri, memahami informasi, menyampaikan pendapat, mencari sumber yang dapat dipercaya, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Perpustakaan SMP perlu menyediakan koleksi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik, mulai dari buku teks, buku pengayaan, buku referensi, karya sastra, buku pengetahuan populer, hingga sumber informasi digital. Selain itu, pelayanan perpustakaan perlu dibuat ramah, mudah diakses, menarik, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Program kerja perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan perpustakaan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya membaca dan literasi di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan program memperhatikan kebutuhan siswa SMP, keterkaitan dengan kegiatan pembelajaran, pengembangan literasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standar yang berlaku.
II. DASAR PELAKSANAAN
Program kerja perpustakaan ini disusun dengan memperhatikan:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Kebijakan dan program penguatan literasi sekolah yang relevan dengan jenjang SMP.
Kurikulum dan program pendidikan yang berlaku di satuan pendidikan.
Visi, misi, dan program kerja sekolah.
Hasil evaluasi serta kebutuhan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Peraturan Perpusnas No. 4 Tahun 2024 saat ini menjadi acuan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan mencakup standar khusus untuk SMP/MTs. Peraturan tersebut juga menggantikan standar SMP/MTs sebelumnya.
III. VISI PERPUSTAKAAN
“Terwujudnya perpustakaan SMP sebagai pusat sumber belajar yang nyaman, inklusif, inovatif, dan berbasis literasi untuk mendukung peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.”
IV. MISI PERPUSTAKAAN
Untuk mewujudkan visi tersebut, perpustakaan memiliki misi:
Menyediakan koleksi perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan peserta didik SMP.
Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca siswa.
Mengembangkan budaya literasi membaca, menulis, informasi, dan digital.
Menyediakan layanan perpustakaan yang mudah, cepat, ramah, dan menyenangkan.
Mendukung guru dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.
Mengembangkan kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik siswa SMP.
Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Menciptakan lingkungan perpustakaan yang nyaman sebagai tempat belajar, berdiskusi, dan berkarya.
Mendorong siswa untuk mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Melakukan evaluasi dan pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan.
V. TUJUAN PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN
Program kerja perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 bertujuan untuk:
Meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan siswa ke perpustakaan.
Meningkatkan kebiasaan membaca siswa secara teratur.
Menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan usia, kebutuhan, minat, dan perkembangan siswa SMP.
Mendukung proses pembelajaran melalui penyediaan sumber belajar yang beragam.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam mencari dan memanfaatkan informasi.
Meningkatkan kemampuan literasi digital siswa.
Mendorong siswa menghasilkan karya berdasarkan bahan bacaan yang telah dipelajari.
Meningkatkan kualitas pelayanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.
Meningkatkan keterlibatan guru dalam memanfaatkan perpustakaan.
Mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang tertib, terukur, dan terdokumentasi.
Mengembangkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi siswa.
Meningkatkan kualitas pengelolaan koleksi, sarana, pelayanan, dan administrasi perpustakaan.
VI. SASARAN PROGRAM
Sasaran program kerja perpustakaan meliputi:
1. Peserta Didik
Terutama siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai pengguna utama perpustakaan.
Program disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang:
Kelas VII: pengenalan perpustakaan, pembiasaan membaca, pengenalan katalog, dan keterampilan mencari informasi.
Kelas VIII: pengembangan kemampuan memahami, membandingkan, dan mengevaluasi informasi serta kegiatan menulis.
Kelas IX: penguatan literasi informasi, persiapan menghadapi pendidikan lanjutan, penelitian sederhana, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar.
2. Guru
Guru didorong untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran dan mengintegrasikan kegiatan membaca, mencari informasi, dan berkarya ke dalam pembelajaran.
3. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung kebutuhan pekerjaan.
4. Pengelola Perpustakaan
Pustakawan atau petugas perpustakaan menjadi pelaksana utama pengelolaan koleksi, layanan, administrasi, kegiatan literasi, dan evaluasi program.
VII. PROGRAM KERJA UTAMA
A. PROGRAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI
Pengembangan koleksi dilakukan agar bahan pustaka yang tersedia sesuai dengan kebutuhan siswa SMP dan mendukung kegiatan pembelajaran.
Kegiatan:
Analisis kebutuhan koleksi
Mengidentifikasi kebutuhan buku berdasarkan mata pelajaran.
Mengidentifikasi minat baca siswa.
Mengumpulkan usulan buku dari siswa dan guru.
Mengevaluasi koleksi yang sudah tersedia.
Mengidentifikasi buku yang rusak, hilang, usang, atau tidak relevan.
Pengadaan bahan pustaka
Buku pengayaan.
Buku referensi.
Buku fiksi dan sastra remaja.
Buku pengetahuan populer.
Buku keterampilan dan pengembangan diri.
Ensiklopedia dan kamus.
Buku pendukung mata pelajaran.
Sumber informasi digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Seleksi bahan pustaka
Memperhatikan kesesuaian usia siswa.
Memperhatikan nilai edukatif.
Memperhatikan kualitas isi dan bahasa.
Memperhatikan relevansi dengan kurikulum.
Menghindari bahan yang tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Inventarisasi koleksi
Memberikan nomor inventaris.
Mencatat identitas buku.
Memberikan label dan barcode apabila tersedia.
Memasukkan data buku ke buku inventaris atau sistem digital.
Klasifikasi dan katalogisasi
Mengelompokkan koleksi berdasarkan subjek.
Menggunakan sistem klasifikasi yang diterapkan sekolah.
Menyusun katalog agar koleksi mudah ditemukan siswa.
Penyiangan koleksi
Mengidentifikasi buku yang rusak berat.
Mengidentifikasi buku yang sudah tidak relevan.
Memisahkan koleksi yang perlu diperbaiki atau diganti.
Mendokumentasikan proses penyiangan.
Stock opname
Melakukan pengecekan jumlah koleksi secara berkala.
Membandingkan kondisi fisik koleksi dengan data administrasi.
Menindaklanjuti buku hilang atau rusak.
B. PROGRAM PENINGKATAN MINAT BACA SISWA
Program ini dirancang agar membaca tidak dianggap sebagai kewajiban semata, tetapi menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Kegiatan:
1. 15 Menit Membaca
Mendorong kegiatan membaca selama kurang lebih 15 menit pada waktu yang ditentukan sekolah.
Siswa dapat membaca:
2. Jurnal Membaca Siswa
Setiap siswa dapat memiliki jurnal membaca yang berisi:
3. Satu Siswa Satu Karya
Setiap siswa didorong menghasilkan minimal satu karya berdasarkan kegiatan membaca selama satu tahun.
Karya dapat berupa:
4. Duta Literasi Perpustakaan
Memilih siswa yang aktif membaca dan berkegiatan di perpustakaan untuk menjadi Duta Literasi.
Tugasnya antara lain:
mengajak teman berkunjung ke perpustakaan;
membantu kegiatan literasi;
merekomendasikan buku;
menjadi penggerak klub baca;
membantu membuat konten literasi sekolah.
C. PROGRAM LITERASI INFORMASI
Literasi informasi sangat penting bagi siswa SMP karena mereka semakin sering memperoleh informasi melalui internet dan media sosial.
Kegiatan:
Pengenalan sumber informasi yang kredibel.
Cara mencari informasi menggunakan katalog perpustakaan.
Cara menggunakan mesin pencari secara efektif.
Cara membedakan fakta dan opini.
Cara mengenali informasi yang tidak dapat dipercaya.
Pengenalan berita palsu dan informasi menyesatkan.
Etika menggunakan informasi dari internet.
Pengenalan hak cipta dan plagiarisme.
Cara mencantumkan sumber informasi.
Cara membuat daftar pustaka sederhana.
Pengenalan keamanan dan etika digital.
Kegiatan dapat dibuat dalam bentuk praktik sederhana, misalnya siswa diberikan beberapa informasi dari internet kemudian diminta menentukan mana yang dapat dipercaya dan menjelaskan alasannya.
D. PROGRAM LITERASI DIGITAL
Perpustakaan dikembangkan sebagai tempat siswa belajar menggunakan teknologi secara produktif.
Kegiatan:
Pengenalan katalog perpustakaan digital.
Pemanfaatan e-book yang legal.
Pencarian sumber belajar digital.
Pelatihan pencarian informasi.
Pembuatan poster digital.
Pembuatan infografis.
Pembuatan resensi buku dalam bentuk video.
Pengenalan etika komunikasi digital.
Edukasi keamanan data pribadi.
Pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam belajar, termasuk pentingnya memeriksa kembali informasi dan tidak sekadar menyalin hasil teknologi.
E. PROGRAM KEGIATAN LITERASI KREATIF
Agar perpustakaan lebih menarik bagi siswa SMP, kegiatan literasi dibuat dalam bentuk kreatif.
1. Pekan Literasi Sekolah
Dilaksanakan minimal satu kali dalam satu tahun ajaran.
Kegiatan dapat meliputi:
2. Klub Baca
Klub baca menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat terhadap kegiatan membaca.
Kegiatan klub:
3. Book Talk
Siswa diberikan kesempatan memperkenalkan buku favoritnya selama 3–5 menit di depan teman-temannya.
Tujuannya untuk melatih:
keberanian berbicara;
kemampuan menyampaikan gagasan;
kemampuan memahami bacaan;
kemampuan memberikan alasan dan rekomendasi.
4. Pohon Literasi
Membuat media visual di perpustakaan atau kelas.
Setiap kali siswa menyelesaikan buku, siswa dapat menambahkan:
judul buku;
nama penulis;
kesan singkat;
rekomendasi.
F. PROGRAM LAYANAN PERPUSTAKAAN
1. Layanan Sirkulasi
Meliputi:
pendaftaran anggota;
peminjaman buku;
pengembalian buku;
perpanjangan masa pinjam;
pencatatan keterlambatan;
penanganan buku rusak atau hilang.
2. Layanan Referensi
Petugas membantu siswa menemukan sumber informasi yang diperlukan untuk:
tugas sekolah;
proyek pembelajaran;
presentasi;
penelitian sederhana;
kegiatan literasi.
3. Layanan Bimbingan Pengguna
Siswa baru, terutama kelas VII, diberikan pengenalan mengenai:
tata tertib perpustakaan;
cara mencari buku;
cara menggunakan katalog;
tata cara peminjaman;
cara menjaga koleksi;
etika berada di ruang perpustakaan.
4. Layanan Rekomendasi Buku
Membuat sudut:
“Buku Pilihan Minggu Ini”
atau
“Rekomendasi Buku untukmu”
yang menampilkan buku pilihan berdasarkan tema tertentu, misalnya:
Persahabatan;
Sains;
Petualangan;
Tokoh Inspiratif;
Sejarah;
Teknologi;
Cerita Nusantara.
G. PROGRAM PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR
Perpustakaan bekerja sama dengan guru mata pelajaran untuk mendukung pembelajaran.
Bentuk kegiatan:
Guru membawa siswa belajar di perpustakaan.
Pembuatan daftar sumber belajar untuk mata pelajaran.
Penyediaan koleksi sesuai proyek pembelajaran.
Kegiatan membaca dan merangkum.
Penelitian sederhana.
Diskusi kelompok.
Presentasi hasil pencarian informasi.
Pameran hasil karya siswa.
Contoh:
Bahasa Indonesia: mencari buku untuk membuat resensi.
IPA: mencari referensi mengenai lingkungan dan perubahan iklim.
IPS: mencari informasi mengenai sejarah dan kondisi sosial masyarakat.
PPKn: mencari bahan tentang norma, hak, kewajiban, dan kehidupan bermasyarakat.
Matematika: mencari buku pengayaan dan latihan soal.
Seni Budaya: mencari referensi seni, budaya, dan karya kreatif.
H. PROGRAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA
Perpustakaan perlu menjadi ruang yang nyaman dan ramah bagi siswa.
Kegiatan:
Penataan ulang ruang perpustakaan.
Penataan rak berdasarkan jenis/subjek koleksi.
Penyediaan meja dan kursi yang sesuai.
Penyediaan ruang baca yang nyaman.
Pembuatan sudut baca.
Pembuatan papan informasi literasi.
Penyediaan komputer untuk pencarian informasi.
Penyediaan akses internet sesuai kebijakan sekolah.
Penyediaan tempat penyimpanan administrasi.
Peningkatan pencahayaan dan kebersihan.
Penyediaan area diskusi kelompok.
Pembuatan pojok karya siswa.
I. PROGRAM DIGITALISASI PERPUSTAKAAN
Digitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan sekolah.
Tahap 1 – Administrasi
Database anggota.
Database koleksi.
Pencatatan peminjaman.
Pencatatan pengembalian.
Tahap 2 – Katalog Digital
Siswa dapat mencari:
Tahap 3 – Pengembangan Layanan Digital
Apabila sarana memungkinkan:
katalog online;
pengumuman perpustakaan melalui website sekolah;
rekomendasi buku digital;
akses koleksi digital legal;
publikasi karya siswa.
J. PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PETUGAS PERPUSTAKAAN
Untuk meningkatkan kualitas layanan, pengelola perpustakaan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan.
Materi yang dapat dikembangkan:
Pengelolaan koleksi.
Klasifikasi dan katalogisasi.
Pelayanan pemustaka.
Pengelolaan perpustakaan digital.
Literasi informasi.
Literasi digital.
Pengelolaan administrasi perpustakaan.
Promosi perpustakaan.
Pengelolaan kegiatan literasi.
Pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan.
VIII. JADWAL PROGRAM KERJA TAHUNAN
| No. | Program/Kegiatan | Waktu Pelaksanaan | Sasaran | Indikator Keberhasilan |
|---|
| 1 | Penyusunan program kerja | Juli 2025 | Pengelola | Program tersusun |
| 2 | Pengenalan perpustakaan bagi kelas VII | Juli–Agustus 2025 | Kelas VII | Siswa memahami layanan perpustakaan |
| 3 | Inventarisasi dan penataan koleksi | Juli–Agustus 2025 | Koleksi | Koleksi tertata dan terdata |
| 4 | Analisis kebutuhan buku | Agustus 2025 | Siswa/Guru | Daftar kebutuhan koleksi tersedia |
| 5 | Program membaca rutin | Juli 2025–Juni 2026 | Seluruh siswa | Kegiatan membaca terlaksana rutin |
| 6 | Jurnal membaca | Agustus 2025–Juni 2026 | Siswa | Jurnal terisi secara berkala |
| 7 | Layanan sirkulasi | Setiap hari sekolah | Siswa/Guru | Peminjaman berjalan tertib |
| 8 | Literasi informasi | September–Oktober 2025 | Siswa | Siswa mampu mencari informasi |
| 9 | Klub baca | Bulanan | Siswa | Klub aktif dan menghasilkan karya |
| 10 | Book Talk | Bulanan | Siswa | Siswa berani mempresentasikan buku |
| 11 | Pojok/Rekomendasi Buku | Bulanan | Seluruh warga sekolah | Koleksi dipromosikan |
| 12 | Lomba literasi | Oktober–November 2025 | Siswa | Lomba terlaksana |
| 13 | Pekan Literasi | Sesuai kalender sekolah | Seluruh warga sekolah | Kegiatan literasi terlaksana |
| 14 | Pengembangan katalog digital | Bertahap | Pengelola | Database koleksi tersedia |
| 15 | Stock opname | Akhir semester | Koleksi | Data koleksi sesuai kondisi |
| 16 | Evaluasi program semester 1 | Desember 2025 | Pengelola | Laporan evaluasi tersedia |
| 17 | Pengembangan koleksi semester 2 | Januari–Maret 2026 | Siswa/Guru | Koleksi bertambah sesuai kebutuhan |
| 18 | Pameran karya siswa | Semester 2 | Siswa | Karya siswa ditampilkan |
| 19 | Evaluasi layanan | Mei 2026 | Siswa/Guru | Masukan pengguna terdokumentasi |
| 20 | Laporan akhir tahun | Juni 2026 | Kepala sekolah | Laporan tersusun |
IX. TARGET DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
Agar program dapat diukur, perpustakaan menetapkan indikator keberhasilan sebagai berikut:
A. Kunjungan
Terjadi peningkatan jumlah kunjungan siswa.
Setiap kelas memiliki kesempatan menggunakan perpustakaan.
Siswa memanfaatkan perpustakaan tidak hanya untuk meminjam buku, tetapi juga untuk belajar dan berdiskusi.
B. Peminjaman
Jumlah peminjaman koleksi meningkat secara bertahap.
Koleksi populer dimanfaatkan secara optimal.
Keterlambatan pengembalian dapat ditekan.
C. Literasi
Siswa mengikuti kegiatan membaca secara rutin.
Siswa memiliki jurnal membaca.
Siswa menghasilkan karya berdasarkan bacaan.
Terbentuk kegiatan klub baca atau komunitas literasi.
D. Koleksi
Koleksi terinventarisasi dengan baik.
Buku memiliki identitas dan penataan yang jelas.
Koleksi yang rusak ditangani.
Pengadaan buku dilakukan berdasarkan kebutuhan.
E. Pelayanan
Pelayanan berlangsung tertib dan ramah.
Siswa mengetahui tata cara menggunakan perpustakaan.
Tersedia media informasi dan rekomendasi buku.
X. PROGRAM PROMOSI PERPUSTAKAAN
Agar perpustakaan lebih dikenal dan dimanfaatkan siswa, dilakukan promosi melalui:
Papan informasi perpustakaan.
Poster rekomendasi buku.
Pengumuman sekolah.
Media sosial resmi sekolah, apabila tersedia.
Mading literasi.
Konten “Buku Pilihan Minggu Ini”.
Pameran koleksi baru.
Publikasi karya siswa.
Pemberian apresiasi kepada siswa aktif membaca.
Program “Pembaca Teraktif”.
Promosi tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga membangun citra perpustakaan sebagai tempat yang nyaman, menarik, dan relevan dengan kehidupan siswa.
XI. RENCANA ANGGARAN
Rencana anggaran disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan sekolah.
1. Pengadaan Koleksi
Meliputi:
2. Sarana dan Prasarana
Meliputi:
3. Kegiatan Literasi
Meliputi:
lomba literasi;
Pekan Literasi;
klub baca;
pameran karya;
workshop;
publikasi karya siswa.
4. Digitalisasi
Meliputi:
5. Pemeliharaan
Meliputi:
XII. MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala agar program yang telah direncanakan benar-benar memberikan manfaat.
1. Evaluasi Bulanan
Meliputi:
2. Evaluasi Semester
Meliputi:
pencapaian target;
perkembangan minat baca;
perkembangan jumlah koleksi;
tingkat pemanfaatan perpustakaan;
keterlibatan guru;
efektivitas program literasi.
3. Evaluasi Akhir Tahun
Pada akhir tahun ajaran dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap:
pencapaian program;
penggunaan anggaran;
perkembangan koleksi;
kualitas pelayanan;
tingkat kunjungan;
kegiatan literasi;
pemanfaatan teknologi;
kepuasan siswa dan guru.
Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja perpustakaan pada tahun ajaran berikutnya.
XIII. TINDAK LANJUT
Hasil monitoring dan evaluasi ditindaklanjuti melalui:
Perbaikan program yang belum berjalan optimal.
Penambahan koleksi berdasarkan kebutuhan siswa.
Perbaikan sistem pelayanan.
Peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan.
Pengembangan kegiatan literasi yang lebih menarik.
Peningkatan kerja sama dengan guru dan wali kelas.
Pengembangan layanan digital secara bertahap.
Peningkatan kenyamanan ruang perpustakaan.
Pemberian penghargaan bagi siswa yang aktif memanfaatkan perpustakaan.
Penyusunan program baru berdasarkan kebutuhan dan perkembangan sekolah.
XIV. PENUTUP
Program Kerja Perpustakaan SMP Tahun Ajaran 2025/2026 ini disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.
Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi berkembang menjadi pusat sumber belajar, pusat literasi, ruang kreativitas, serta ruang tumbuh bagi peserta didik.
Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengelola perpustakaan, siswa, komite sekolah, hingga orang tua dan mitra terkait.
Melalui pengelolaan koleksi yang baik, pelayanan yang ramah, kegiatan literasi yang menarik, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi yang berkelanjutan, perpustakaan SMP diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan terbentuknya budaya membaca di lingkungan sekolah.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat mencari buku, tetapi tempat menemukan pengetahuan, membangun imajinasi, dan menumbuhkan masa depan.”
DAFTAR PUSTAKA
Agusta, E. S., & Budiarti, S. (2024). Gerakan literasi sekolah tumbuhkan keterampilan abad ke-21. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(2), 61–71. https://jlmp.kemdikbud.go.id/index.php/jlmp/article/view/151
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2024). Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Wiedarti, P., Laksono, K., & Retnaningsih, P. (2018). Desain induk gerakan literasi sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.