-->

"Jelajahi perpustakaan: literasi, pengetahuan, dan rekomendasi bacaan tanpa batas!"

Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam hidup seseorang.

Koleksi Wajib Perpustakaan SD di Tahun Ajaran Baru 2025/2026: Panduan Lengkap untuk Pustakawan dan Sekolah

 



Tahun ajaran baru adalah momentum penting bagi sekolah untuk memperbarui dan memperkuat koleksi buku di perpustakaan. Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang jenis-jenis buku yang wajib ada di perpustakaan Sekolah Dasar (SD) tahun 2025/2026, mencakup buku literasi dasar, buku pengayaan, buku digital, hingga buku tentang karakter dan literasi digital. Panduan ini sangat berguna bagi pustakawan, guru, kepala sekolah, dan pihak terkait dalam membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah.

Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, perpustakaan sekolah dasar memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan literasi yang mendukung proses belajar-mengajar. Perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga pusat pembelajaran, eksplorasi pengetahuan, dan pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, koleksi buku yang tersedia harus dikurasi dengan cermat agar sesuai dengan kebutuhan kurikulum, perkembangan zaman, serta minat dan kemampuan siswa.

Artikel ini akan menguraikan jenis-jenis buku yang harus dimiliki perpustakaan SD untuk mendukung pembelajaran, meningkatkan minat baca, dan membentuk generasi yang cerdas, kritis, serta berkarakter.

1. Buku Literasi Dasar (Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah)

Buku literasi dasar adalah tulang punggung koleksi perpustakaan SD. Buku jenis ini membantu siswa memahami huruf, kata, kalimat, dan struktur teks sederhana.

Jenis buku yang harus tersedia:

  • Buku bacaan awal (buku berlevel, seperti level 1-6).

  • Buku cerita anak dengan ilustrasi menarik.

  • Buku puisi anak, pantun, atau syair sederhana.

  • Buku dongeng nusantara dan cerita rakyat.

  • Buku dalam bahasa daerah (jika tersedia dan relevan), sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Buku literasi dasar harus menggunakan bahasa yang sederhana, kalimat pendek, dan banyak ilustrasi untuk menarik siswa kelas rendah (kelas 1–3). Pilihlah buku yang mendukung pengenalan literasi fungsional, seperti membaca tanda, rambu, atau instruksi sederhana.

2. Buku Pengetahuan Umum dan Sains Populer

Siswa sekolah dasar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maka dari itu, perpustakaan harus menyediakan buku-buku yang menjelaskan konsep sains dan pengetahuan umum secara ringan dan menarik.

Jenis buku yang disarankan:

  • Buku ensiklopedia anak dengan gambar besar dan informasi ringan.

  • Buku eksperimen sains sederhana (DIY science).

  • Buku bertema alam, planet, hewan, tumbuhan, dan teknologi.

  • Buku tokoh ilmuwan atau penemu dunia dan Indonesia (biografi bergambar).

  • Komik edukasi sains atau geografi ringan.

Buku-buku ini harus dibuat untuk rentang usia SD dan memperkenalkan konsep ilmiah tanpa terlalu teknis, tetapi tetap informatif dan memancing rasa ingin tahu.

3. Buku Cerita dan Fiksi Anak (Literatur Anak)

Buku cerita adalah sarana yang sangat kuat untuk mengembangkan imajinasi, empati, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Fiksi anak perlu hadir dalam berbagai genre.

Jenis buku yang wajib dimiliki:

  • Novel anak lokal dan terjemahan luar negeri.

  • Komik anak yang mendidik (bukan hanya hiburan).

  • Seri petualangan anak.

  • Buku fantasi atau fiksi ilmiah anak.

  • Cerita motivasi dan inspiratif bagi anak.

Buku fiksi memungkinkan anak belajar memahami konflik, nilai-nilai hidup, serta memperkaya kosa kata. Pastikan buku yang dipilih memiliki nilai moral positif dan tidak mengandung kekerasan atau konten dewasa.

4. Buku Pengayaan Pelajaran

Selain buku teks yang digunakan di kelas, perpustakaan juga sebaiknya menyediakan buku pengayaan yang mendukung pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Jenis buku pengayaan:

  • Buku latihan soal sesuai kurikulum.

  • Buku tematik dengan pendekatan kontekstual.

  • Buku panduan belajar yang menyenangkan (belajar matematika lewat cerita, belajar IPA lewat komik).

  • Buku kamus mini, atlas anak, atau glosarium tematik.

Buku pengayaan harus mencerminkan Kurikulum Merdeka dan bisa disesuaikan dengan capaian pembelajaran (CP) tiap fase. Buku ini membantu siswa belajar secara mandiri atau dengan bimbingan guru di ruang baca.

5. Buku Literasi Digital dan Teknologi Dasar

Tahun 2025/2026 adalah era di mana siswa SD sudah akrab dengan dunia digital. Perpustakaan perlu menyediakan buku yang mengajarkan literasi digital sejak dini.

Jenis buku penting:

  • Buku pengenalan internet sehat untuk anak.

  • Buku coding untuk pemula (dengan ilustrasi dan panduan visual).

  • Buku belajar menggunakan perangkat teknologi (komputer, tablet) untuk usia dini.

  • Buku etika digital (kesopanan saat berkomunikasi di internet, menjaga data pribadi, dan menangkal hoaks).

Literasi digital penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga memahami cara menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.

6. Buku Pembentukan Karakter dan Nilai Moral

Perpustakaan SD harus menjadi tempat yang juga menumbuhkan nilai-nilai karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Buku yang perlu disediakan:

  • Buku cerita bertema kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan gotong royong.

  • Buku kisah inspiratif tokoh lokal dan nasional.

  • Buku parenting untuk siswa (mengenal emosi, menghargai diri sendiri).

  • Buku cerita Islami/Kristiani/Hindu/Buddha (disesuaikan dengan konteks sekolah) yang mendidik dan tidak bersifat doktrinal.

Buku jenis ini mendukung program pendidikan karakter dan bisa digunakan untuk kegiatan literasi tematik maupun pojok baca.

7. Buku Referensi Umum dan Alat Bantu Pembelajaran

Selain buku bacaan, perpustakaan harus memiliki koleksi referensi dan alat bantu seperti:

  • Kamus Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris anak.

  • Ensiklopedia tematik.

  • Peta tematik dan globe.

  • Buku kumpulan lagu nasional dan daerah.

  • Buku keterampilan atau prakarya (membuat kerajinan tangan, memasak sederhana, dll.).

Koleksi ini sangat berguna untuk mendukung tugas sekolah dan aktivitas pembelajaran mandiri siswa.

8. Buku Digital dan Akses Multimedia

Jika perpustakaan SD telah menerapkan teknologi digital, buku digital harus menjadi bagian dari koleksi. Ini bisa berupa:

  • e-book dari platform seperti iPusnas, Let’s Read, Storyweaver, atau Perpustakaan Digital Kemendikbud.

  • Audiobook anak.

  • QR Code di rak buku untuk mengakses video pembelajaran atau buku digital.

  • Buku interaktif dengan aplikasi pendukung.

Menggabungkan media cetak dan digital akan memperluas pengalaman literasi siswa.


Mempersiapkan perpustakaan SD yang ideal di tahun ajaran 2025/2026 berarti menggabungkan tradisi membaca dengan inovasi. Koleksi buku harus inklusif, relevan dengan kurikulum, mendukung pengembangan karakter, serta memperhatikan minat dan kemampuan siswa.

Pustakawan dan guru memiliki peran penting dalam memilih, mengelola, dan mempromosikan buku-buku ini. Dengan koleksi yang tepat, perpustakaan akan menjadi jantung pembelajaran dan tempat favorit siswa untuk berkembang.

Standard Nasional Perpustakaan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah




SNP SD/MI ini meliputi:
  1. Standar Koleksi
  2. Sarana Prasarana
  3. Layanan
  4. Tenaga
  5. Penyelenggaraan
  6. Pengelolaan
  7. Pengorganisasian Bahan Perpustakaan
  8. Anggaran
  9. Perawatan
  10. Kerjasama dan integrasi dengan kurikulum 
Koleksi
Koleksi terdiri dari :
a.    Buku
  1. Buku Teks
  2. Buku Penunjang Kurikulum
  3. Buku Bacaan
  4. Buku Referensi
  5. Buku Biografi
b.       Terbitan Berkala ( Majalah dan Surat Kabar)
c.       Audio visual
d.       Multimedia

Standar minimal jumlah buku :
1.       Buku pelajaran sebanyak 1 eksemplar tiap mata pelajaran per peserta didik.
2.       Buku panduan pendidik sebanyak 1 eksemplar per mata pelajaran per guru bidang studi.
3.       Buku pengayaan 60% Non Fiksi dan 40% Fiksi.
  • 1-6 rombel               : 1000 judul buku.
  • 7-12 rombel             : 1500 judul buku.
  • 13-24 rombel           : 2000 judul buku.
Standar minimal Terbitan Berkala :
  1. 1 judul majalah
  2. 1 judul surat kabar
Standar minimal koleksi referensi :
Memiliki :  
  1. Kamus Bahasa Indonesia
  2. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia
  3. Kamus Bahasa Indonesia-Inggris
  4. Kamus Bahasa Daerah
  5. Ensiklopedi
  6. Buku Statistik Daerah
  7. Peraturan/UU
  8. Atlas/Peta
  9. Biografi Tokoh
  10. Kitab Suci
  11. Buku telepon
Sarana Prasarana 

Luas :
1-6 rombel         : 56 m2
7-12 rombel       : 84 m2
13-24 rombel     : 112 m2
Lebar minimal   : 5 m

Ruangan minimal terdiri :
1.       Area koleksi
2.       Area baca
3.       Area kerja

Sarana Minimal :
1.       Rak buku (5 buah)
2.       Rak majalah ( buah)
3.       Rak surat kabar 1 buah)
4.       Meja baca (5 buah)
5.       Kursi baca (10 buah)
6.       Kursi kerja (2 buah)
7.       Meja kerja (2 buah)
8.       Lemari katalog (1 buah)
9.       Lemari (1 buah)
10.   Papan pengumuman (1 buah)
11.   Meja sirkulasi (1 buah)
12.   Majalah dinding (1 buah)
13.   Rak buku referensi (1 buah)
14.   Perangkat komputer kerja (1 buah)
15.   Perangkat komputer pemustaka (1 buah)
16.   Televisi (1 buah)
17.   Pemutar VCD/DVD (1 buah)
18.   Tempat sampah (1 buah)
19.   Jam dinding (1 buah)

Lokasi Perpustakaan
1.       Strategis
2.       Di pusat pembelajaran
3.       Mudah dijangkau oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

Layanan perpustakaan 
Waktu layanan minimal 6 jam/hari
Jenis Layanan 
1.       Layanan baca
2.       Layanan sirkulasi
3.       Layanan referensi
4.       Wajib kunjung 1 jam pelajaran/kelas/minggu
5.       Layanan bimbingan pemustaka 1 tahun sekali.

Statistik layanan
1.       Laporan bulanan
2.       Laporan tahunan

Tenaga perpustakaan sekolah : 
1.       Jumlah tenaga minimal 1 orang untuk sekolah yang memiliki 6 rombel.
2.       Jumlah tenaga 2 orang untuk sekolah yang memiliki lebih dari 6 rombel.
3.       Pendidikan minimal D-2 Perpustakaan. 
4.       Gaji tenaga tidak tetap perpustakaan = UMR

Kepala Perpustakaan Sekolah
Ada jika punya lebih dari 1 orang tenaga perpustakaan.
Minimal D-2 Perpustakaan atau bidang lain yang sudah didiklat perpustakaan.

Kelembagaan : 
1.       SD/MI wajib menyelenggarakan perustakaan dan SK kepala sekolah/yayasan.
2.       Wajib mempunyai NPP (Nomor Pokok Perpustakaan)
3.       Wajib menyusun program kerja tahunan.
4.       Sekolah wajib menganggarkan minimal  5% dari APBS untuk perpustakaan sekolah.
Fungsi : 
Perpustakaan sumber belajar. 
Pusat kegiatan literasi informasi  
Pusat penelitian  
Tempat kegiatan kreatif, imajinatif, inspiratif , dan menyenangkan

Pengelolaan
Promosi :
1.       Brosur/leaflet
2.       Daftar buku baru
3.       Majalah dinding perpustakaan
4.       Program literasi informasi (lomba tentang budaya baca)

Pengorganisasian Bahan Pustaka
Buku Pedoman : 
1.      Klasifikasi DDC
2.       Pedoman Tajuk Subyek
3.       Peraturan Katalogisasi Indonesia

Anggaran 
Penambahan jumlah buku :
Dari 1000 judul penambahan minimal 10 %
Dari 1500 judul penambahan minimal  8% 
Dari 2000 judul dst penambahan minimal  6%

Perawatan Koleksi : 
1.       Menjaga kecukupan cahaya.
2.       Menjaga kelembaban udara.
3.       Melakukan perbaikan koleksi yang rusak minimal setahun sekali.
4.       Cacah ulang setahun sekali.
5.       Penyiangan setahun sekali.

Kerjasama perpustakaan :
§  Antar perpustakaan sekolah
§  Dengan perpustakaan umum
§  Dengan komite sekolah

Integrasi dengan kurikulum :
1.       KBM bidang studi di perpustakaan.
2.       Bersama guru merencanakan perangkat pembelajaran.
3.       Kegiatan budaya membaca (literasi informasi).
  • Mendongeng
  • Membaca bersama
  • Menceritakan kembali hasil bacaan
4.       Bersama guru merencanakan buku pengayaan mata pelajaran.
5.       Pembelajaran berbasis TI/buku elektronik.






Sumber : Forum Perpustakaan SD/MI Kabupaten Sragen 2013





Back To Top