-->

"Jelajahi perpustakaan: literasi, pengetahuan, dan rekomendasi bacaan tanpa batas!"

Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Setiap halaman yang dibaca adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam hidup seseorang.

Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD: Format dan Cara Mengisinya

 


Perpustakaan sekolah tidak hanya membutuhkan buku dan ruang yang tertata rapi. Setiap kegiatan yang dilakukan di perpustakaan juga perlu dicatat agar pengelola memiliki dokumentasi yang jelas mengenai pelayanan, pengelolaan koleksi, kegiatan literasi, serta berbagai aktivitas lainnya.

Salah satu administrasi yang dapat digunakan untuk mencatat kegiatan tersebut adalah jurnal kegiatan perpustakaan SD.

Jurnal kegiatan perpustakaan merupakan catatan yang berisi rangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh pengelola perpustakaan dalam periode tertentu. Pencatatannya dapat dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau disesuaikan dengan aktivitas perpustakaan.

Bagi perpustakaan SD, jurnal ini tidak harus dibuat rumit. Sekolah dapat menggunakan format sederhana yang memuat tanggal, jenis kegiatan, uraian kegiatan, hasil atau keterangan, serta pihak yang terlibat.

Dokumentasi kegiatan seperti ini penting karena pengelolaan perpustakaan pada dasarnya mencakup berbagai proses, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai pengendalian kegiatan perpustakaan (Mohtar, 2020). Pengelolaan administrasi dan koleksi juga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pendukung proses pembelajaran.

Apa Itu Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD?

Jurnal kegiatan perpustakaan SD adalah dokumen administrasi yang digunakan untuk mencatat kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan sekolah dasar dalam periode tertentu.

Isi jurnal dapat berupa kegiatan rutin maupun kegiatan khusus.

Contoh kegiatan rutin antara lain:

  • membuka dan menyiapkan ruang perpustakaan;

  • melayani kunjungan siswa;

  • melayani peminjaman dan pengembalian buku;

  • mencatat anggota baru;

  • menata buku di rak;

  • mengolah buku baru;

  • memperbaiki buku yang rusak;

  • membersihkan dan menata ruang perpustakaan;

  • membantu siswa mencari bahan bacaan;

  • melakukan pencatatan administrasi.

Sementara itu, kegiatan khusus dapat berupa:

  • kegiatan literasi;

  • kunjungan kelas ke perpustakaan;

  • membaca bersama;

  • membaca nyaring;

  • kuis literasi;

  • pameran buku;

  • kegiatan mendongeng;

  • lomba literasi;

  • kegiatan pengenalan perpustakaan bagi siswa baru;

  • inventarisasi koleksi;

  • stock opname;

  • pelatihan penggunaan katalog atau OPAC;

  • kegiatan lain yang mendukung layanan perpustakaan.

Dengan adanya jurnal, kegiatan yang telah dilakukan tidak hanya menjadi ingatan pengelola, tetapi tercatat sebagai dokumentasi administrasi sekolah.

Mengapa Jurnal Kegiatan Perpustakaan Penting?

Jurnal kegiatan memiliki beberapa manfaat bagi pengelola perpustakaan SD.

1. Sebagai bukti pelaksanaan kegiatan

Jurnal dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa kegiatan perpustakaan benar-benar dilaksanakan.

Misalnya, pada suatu bulan terdapat kegiatan kunjungan kelas, pelayanan peminjaman buku, pengolahan koleksi baru, dan kegiatan literasi. Seluruh kegiatan tersebut dapat dicatat dalam jurnal.

2. Memudahkan penyusunan laporan

Jurnal harian atau mingguan dapat menjadi sumber data ketika pengelola menyusun laporan bulanan, semester, maupun tahunan.

Pengelola tidak perlu mengingat kembali semua kegiatan yang telah dilakukan karena data sudah tercatat secara berkala.

3. Membantu evaluasi kegiatan

Catatan kegiatan dapat digunakan untuk melihat kegiatan yang sudah terlaksana dan kegiatan yang belum terlaksana.

Misalnya, dari jurnal diketahui bahwa kunjungan siswa ke perpustakaan masih rendah. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk membuat program yang lebih menarik.

4. Mendukung pengelolaan perpustakaan yang tertib

Administrasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Pelatihan pengelolaan perpustakaan SD juga umumnya mencakup pengelolaan administrasi dan koleksi agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung pembelajaran (Mashud et al., 2024).

5. Menjadi dokumentasi kegiatan literasi

Jurnal juga dapat mencatat kegiatan literasi yang dilaksanakan melalui perpustakaan. Hal ini penting karena perpustakaan sekolah memiliki peran dalam mendukung budaya membaca dan kegiatan literasi siswa.

Penelitian mengenai perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa kegiatan perpustakaan dapat dikembangkan melalui berbagai program yang mendekatkan siswa dengan bahan bacaan dan lingkungan perpustakaan (Aly et al., 2026).


Format Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD

Format jurnal sebenarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Format sederhana yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

No.TanggalKegiatanUraian KegiatanSasaran/PesertaHasil/Keterangan
113 Juli 2026Penataan perpustakaanMenata buku dan membersihkan ruang perpustakaanPengelolaRuang dan koleksi siap digunakan
214 Juli 2026Kunjungan siswaMelayani kunjungan siswa kelas IKelas ISiswa mengenal ruang perpustakaan
315 Juli 2026Peminjaman bukuMelayani peminjaman dan pengembalian bukuSiswaPeminjaman tercatat
416 Juli 2026Pengolahan koleksiMemberikan label dan mengelompokkan bukuPengelolaBuku siap dilayankan
517 Juli 2026Literasi membacaMembaca buku selama 15 menitSiswaKegiatan berjalan dengan baik

Format tersebut sudah cukup untuk perpustakaan SD yang membutuhkan jurnal sederhana.

Namun, apabila sekolah ingin memiliki dokumentasi yang lebih lengkap, beberapa kolom tambahan dapat ditambahkan.

Contohnya:

No.Hari/TanggalWaktuTempatKegiatanPesertaUraian/HasilTindak LanjutKeterangan

Format kedua lebih cocok apabila jurnal akan digunakan sebagai dokumentasi kegiatan yang lebih terperinci.

Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD Bulan Juli

Bulan Juli biasanya menjadi periode penting karena sekolah memasuki tahun ajaran baru. Oleh karena itu, kegiatan perpustakaan tidak hanya berupa pelayanan peminjaman buku, tetapi juga penataan ruang, koleksi, administrasi anggota, serta pengenalan perpustakaan kepada siswa.

Berikut contoh jurnal kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah.

No.TanggalKegiatanUraian KegiatanKeterangan
11 JuliPenataan ruangMembersihkan dan menata ruang perpustakaanRuang perpustakaan tertata
22 JuliPenataan koleksiMenata buku sesuai kelompok/klasifikasiKoleksi lebih mudah ditemukan
33 JuliPemeriksaan bukuMemeriksa kondisi bukuBuku rusak dipisahkan
46 JuliAdministrasiMemeriksa data anggota perpustakaanData diperbarui
57 JuliPersiapan layananMenyiapkan buku administrasi layananAdministrasi siap digunakan
613 JuliPengenalan perpustakaanMengenalkan ruang dan aturan perpustakaan kepada siswaSiswa mengenal layanan
714 JuliKunjungan kelasMelayani kunjungan siswaKegiatan berjalan
815 JuliLayanan sirkulasiMelayani peminjaman dan pengembalianTransaksi dicatat
916 JuliPengolahan bukuMemberikan label dan nomor inventarisBuku siap dilayankan
1017 JuliLiterasi membacaMembaca buku pilihanSiswa membaca secara mandiri
1120 JuliPenataan koleksiMenjajarkan kembali buku setelah digunakanRak tertata
1221 JuliLayanan referensiMembantu siswa mencari bukuSiswa menemukan bahan bacaan
1322 JuliPemeliharaan koleksiMemperbaiki buku yang rusak ringanKoleksi dapat digunakan
1423 JuliLiterasiKegiatan membaca dan menceritakan kembali isi bukuSiswa aktif berdiskusi
1524 JuliRekap layananMerekap kegiatan kunjungan dan peminjamanData terdokumentasi
1627 JuliAdministrasiMengarsipkan dokumen perpustakaanDokumen tertata
1728 JuliKunjungan kelasPelayanan kunjungan kelasKegiatan berjalan
1829 JuliPenataan bukuMengembalikan buku ke rakKoleksi tertata
1930 JuliEvaluasiMengevaluasi kegiatan perpustakaan selama bulan berjalanAda bahan perbaikan
2031 JuliRekapitulasiMenyusun rekap kegiatan bulan JuliRekap selesai

Contoh di atas bukan jadwal yang harus diterapkan secara sama di setiap sekolah. Pengelola dapat menyesuaikannya dengan jadwal layanan, jumlah siswa, tenaga pengelola, dan program perpustakaan masing-masing.

Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD Bulan Agustus

Pada bulan Agustus, kegiatan perpustakaan dapat mulai diarahkan tidak hanya pada pelayanan rutin, tetapi juga pada kegiatan yang mendorong siswa menggunakan perpustakaan secara aktif.

Contohnya sebagai berikut.

No.TanggalKegiatanUraian KegiatanHasil/Keterangan
13 AgustusPelayanan perpustakaanMelayani kunjungan siswaLayanan berjalan
24 AgustusPeminjamanMencatat peminjaman buku siswaData tercatat
35 AgustusLiterasiMembaca buku pilihanSiswa membaca
46 AgustusPengolahan koleksiMengolah buku baruBuku siap digunakan
57 AgustusPenataan koleksiMenata buku pada rakRak tertata
610 AgustusKunjungan kelasKegiatan kunjungan terjadwalSiswa berkunjung
711 AgustusMembaca nyaringSiswa membaca teks secara bergantianSiswa berlatih membaca
812 AgustusKuis literasiKuis berdasarkan buku yang dibacaSiswa mengikuti kegiatan
913 AgustusLayanan sirkulasiPeminjaman dan pengembalianTransaksi tercatat
1014 AgustusPemeliharaan bukuMemperbaiki buku rusak ringanBuku dapat digunakan kembali
1118 AgustusLiterasiMembaca dan membuat catatan sederhanaHasil dicatat siswa
1219 AgustusAdministrasiMemperbarui data kegiatanData diperbarui
1320 AgustusPenataan ruangMenata area bacaRuang lebih nyaman
1421 AgustusRekap layananMenghitung kunjungan dan peminjamanData tersedia
1524 AgustusKegiatan literasiMembuat rekomendasi bukuHasil karya siswa
1625 AgustusLayanan perpustakaanPelayanan peminjaman dan pengembalianLayanan berjalan
1726 AgustusPenataan koleksiMenjajarkan buku setelah layananKoleksi tertata
1827 AgustusEvaluasiMengevaluasi kegiatan bulan berjalanCatatan evaluasi tersedia
1928 AgustusDokumentasiMengarsipkan dokumentasi kegiatanDokumentasi tersimpan
2031 AgustusRekapitulasiMenyusun rekap kegiatan AgustusRekap selesai

Apa Saja yang Bisa Dicatat dalam Jurnal?

Pengelola tidak perlu mencatat hanya kegiatan peminjaman buku. Semakin banyak fungsi perpustakaan yang dijalankan, semakin beragam kegiatan yang dapat masuk dalam jurnal.

1. Kegiatan pengolahan bahan pustaka

Contohnya:

  • menerima buku baru;

  • memeriksa kondisi buku;

  • memberikan stempel;

  • memberi nomor inventaris;

  • membuat label;

  • mengklasifikasikan buku;

  • memasukkan data bibliografi;

  • menata buku di rak.

Pengolahan koleksi menjadi bagian penting karena koleksi yang telah diolah akan lebih mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh pemustaka.

2. Kegiatan pelayanan

Kegiatan pelayanan dapat meliputi:

  • pendaftaran anggota;

  • pelayanan peminjaman;

  • pelayanan pengembalian;

  • perpanjangan peminjaman;

  • membantu pencarian buku;

  • pelayanan membaca di tempat;

  • mencatat keterlambatan pengembalian.

3. Kegiatan pemeliharaan koleksi

Contohnya:

  • memperbaiki sampul;

  • membersihkan buku;

  • memisahkan buku yang rusak;

  • menyusun kembali buku;

  • melakukan pemeriksaan koleksi.

4. Kegiatan literasi

Kegiatan literasi dapat dibuat sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa.

Untuk kelas rendah dapat dilakukan:

  • membaca nyaring;

  • mengenal gambar dan kata;

  • membaca buku bergambar;

  • mendengarkan cerita.

Untuk kelas tinggi dapat dilakukan:

  • membaca mandiri;

  • membaca berpasangan;

  • kuis literasi;

  • membuat ringkasan;

  • membuat resensi sederhana;

  • menceritakan kembali isi buku;

  • membuat rekomendasi buku.

Kegiatan seperti ini relevan dengan fungsi perpustakaan sebagai lingkungan yang mendukung budaya membaca. Kajian terbaru juga menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah dapat menjadi bagian penting dalam penguatan budaya membaca melalui program dan layanan yang sesuai kebutuhan siswa (Aly et al., 2026).

Apakah Jurnal Harus Diisi Setiap Hari?

Tidak selalu.

Frekuensi pengisian dapat disesuaikan dengan sistem administrasi yang diterapkan sekolah.

Untuk perpustakaan SD, jurnal dapat dibuat:

Jurnal harian
Digunakan jika kegiatan perpustakaan cukup banyak setiap hari.

Jurnal mingguan
Cocok untuk sekolah dengan jadwal layanan terbatas.

Jurnal bulanan
Dapat digunakan sebagai rekap kegiatan dalam satu bulan.

Yang penting adalah setiap kegiatan utama tetap terdokumentasi.

Jika memungkinkan, jurnal harian dapat digunakan sebagai sumber untuk membuat jurnal atau laporan bulanan.

Dengan demikian, pengelola tidak perlu membuat laporan dari awal. Data kegiatan yang sudah dicatat tinggal direkap.

Perbedaan Jurnal Kegiatan dengan Program Kerja Perpustakaan

Kedua dokumen ini sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda.

Program kerja perpustakaan berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

Contohnya:

“Melaksanakan kegiatan literasi membaca siswa setiap minggu.”

Sedangkan jurnal kegiatan mencatat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Contohnya:

“15 Agustus 2026 – Melaksanakan kegiatan membaca mandiri kelas IV selama 20 menit.”

Jadi, secara sederhana:

Program kerja = apa yang direncanakan.

Jurnal kegiatan = apa yang telah dilakukan.

Sementara itu:

Laporan = hasil pelaksanaan kegiatan selama periode tertentu.

Ketiga dokumen tersebut dapat saling berhubungan.

Tips Membuat Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD

Agar jurnal mudah digunakan, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

1. Gunakan format sederhana

Jangan terlalu banyak kolom jika justru menyulitkan pengisian.

2. Catat kegiatan secara rutin

Lebih baik mencatat kegiatan segera setelah dilaksanakan daripada menumpuk pencatatan di akhir bulan.

3. Gunakan bahasa yang singkat

Tidak perlu menulis uraian terlalu panjang.

Contoh:

Kurang efektif:

Pada hari tersebut pengelola perpustakaan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penataan berbagai macam buku...

Lebih efektif:

Menata koleksi buku dan mengembalikan buku ke rak sesuai klasifikasi.

4. Bedakan kegiatan rutin dan khusus

Kegiatan rutin seperti peminjaman dan pengembalian tetap dapat dicatat, sedangkan kegiatan khusus seperti lomba literasi atau kunjungan kelas dapat diberikan uraian lebih lengkap.

5. Simpan jurnal dengan rapi

Jurnal dapat disimpan dalam bentuk:

  • buku jurnal;

  • dokumen Word;

  • Excel;

  • Google Sheets;

  • atau sistem administrasi digital perpustakaan.

Penggunaan teknologi digital juga dapat dikembangkan secara bertahap. Kajian tentang perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa pemanfaatan model e-library dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses terhadap sumber belajar dan mendukung gerakan literasi di sekolah dasar (Yuniarti et al., 2026).

Contoh Format Jurnal yang Siap Disalin

Bagi sekolah yang ingin menggunakan format paling sederhana, berikut format yang dapat langsung disalin ke Word atau Excel.

JURNAL KEGIATAN PERPUSTAKAAN SD

Nama Sekolah: ............................................................
Nama Perpustakaan: ....................................................
Bulan: ............................................................
Tahun Pelajaran: ....................................................

No.Hari/TanggalKegiatanUraian KegiatanHasil/KeteranganParaf
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                     Pengelola Perpustakaan


(................................)                                            (................................)

NIP. ................................                                       NIP. ................................


Penutup

Jurnal kegiatan perpustakaan SD merupakan administrasi sederhana, tetapi memiliki manfaat yang cukup besar. Dengan jurnal, berbagai kegiatan perpustakaan dapat tercatat secara sistematis dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi maupun penyusunan laporan.

Kegiatan yang dicatat tidak harus selalu berupa peminjaman dan pengembalian buku. Pengolahan koleksi, penataan ruang, pemeliharaan buku, pendaftaran anggota, kunjungan siswa, kegiatan literasi, hingga evaluasi layanan dapat dimasukkan ke dalam jurnal.

Pengelola perpustakaan juga tidak perlu menggunakan format yang terlalu rumit. Untuk SD, format sederhana yang berisi tanggal, kegiatan, uraian, hasil/keterangan, dan paraf sudah dapat menjadi dasar dokumentasi kegiatan.

Yang paling penting adalah jurnal diisi secara konsisten dan sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.

Dengan administrasi yang tertib, perpustakaan tidak hanya memiliki koleksi buku, tetapi juga mempunyai dokumentasi yang menunjukkan bagaimana perpustakaan digunakan untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan budaya literasi siswa.



Referensi

Aly, M., Mutamaroh, A. N., & Mutia, F. (2026). The role of school libraries in fostering reading culture among junior high school students: A systematic literature review. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 12(1), 125–140. https://doi.org/10.14710/lenpust.v12i1.80628

Fitria, A. (2018). Pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(5).

Kusmiati, T., Nurlaili, N., Akhmad, A., Warman, W., Mulawarman, W. G., & Azainil, A. (2025). Management library based on digital literacy at school Berau State High School (Study cases at State Senior High School 4 and State Senior High School 6 Berau). Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 11(1), 103–118. https://doi.org/10.14710/lenpust.v11i1.71286

Mashud, A. R., Rusdiana, R., & Juairiah, J. (2024). Pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah dasar sebagai wujud implementasi Gerakan Literasi Sekolah. Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2). https://doi.org/10.18592/jalujur.v3i2.13828

Mohtar, I. (2020). Implementasi manajemen perpustakaan di SD Negeri Candi Tunggal Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(2). https://doi.org/10.21093/jtikborneo.v1i2.2026

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2021). Norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) perpustakaan sekolah/madrasah. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Suras, F. E., Pamungkas, J., & Rolina, N. (2025). Literasi membaca: Eksplorasi potensi sekolah dalam mendukung perkembangan literasi anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 13(1), 188–197. https://doi.org/10.23887/paud.v13i1.86957

Yuniarti, T., Hadi, M. S., & Susanto, A. (2026). Digital e-library model for school literacy movement in elementary education. Academia Open, 11(1). https://doi.org/10.21070/acopen.11.2026.13222

Labels: administrasi

Thanks for reading Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD: Format dan Cara Mengisinya. Please share...!

0 Komentar untuk "Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD: Format dan Cara Mengisinya"

Back To Top