Perpustakaan sekolah tidak hanya membutuhkan buku dan ruang yang tertata rapi. Setiap kegiatan yang dilakukan di perpustakaan juga perlu dicatat agar pengelola memiliki dokumentasi yang jelas mengenai pelayanan, pengelolaan koleksi, kegiatan literasi, serta berbagai aktivitas lainnya.
Salah satu administrasi yang dapat digunakan untuk mencatat kegiatan tersebut adalah jurnal kegiatan perpustakaan SD.
Jurnal kegiatan perpustakaan merupakan catatan yang berisi rangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh pengelola perpustakaan dalam periode tertentu. Pencatatannya dapat dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau disesuaikan dengan aktivitas perpustakaan.
Bagi perpustakaan SD, jurnal ini tidak harus dibuat rumit. Sekolah dapat menggunakan format sederhana yang memuat tanggal, jenis kegiatan, uraian kegiatan, hasil atau keterangan, serta pihak yang terlibat.
Dokumentasi kegiatan seperti ini penting karena pengelolaan perpustakaan pada dasarnya mencakup berbagai proses, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai pengendalian kegiatan perpustakaan (Mohtar, 2020). Pengelolaan administrasi dan koleksi juga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pendukung proses pembelajaran.
Apa Itu Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD?
Jurnal kegiatan perpustakaan SD adalah dokumen administrasi yang digunakan untuk mencatat kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan sekolah dasar dalam periode tertentu.
Isi jurnal dapat berupa kegiatan rutin maupun kegiatan khusus.
Contoh kegiatan rutin antara lain:
membuka dan menyiapkan ruang perpustakaan;
melayani kunjungan siswa;
melayani peminjaman dan pengembalian buku;
mencatat anggota baru;
menata buku di rak;
mengolah buku baru;
memperbaiki buku yang rusak;
membersihkan dan menata ruang perpustakaan;
membantu siswa mencari bahan bacaan;
melakukan pencatatan administrasi.
Sementara itu, kegiatan khusus dapat berupa:
kegiatan literasi;
kunjungan kelas ke perpustakaan;
membaca bersama;
membaca nyaring;
kuis literasi;
pameran buku;
kegiatan mendongeng;
lomba literasi;
kegiatan pengenalan perpustakaan bagi siswa baru;
inventarisasi koleksi;
stock opname;
pelatihan penggunaan katalog atau OPAC;
kegiatan lain yang mendukung layanan perpustakaan.
Dengan adanya jurnal, kegiatan yang telah dilakukan tidak hanya menjadi ingatan pengelola, tetapi tercatat sebagai dokumentasi administrasi sekolah.
Mengapa Jurnal Kegiatan Perpustakaan Penting?
Jurnal kegiatan memiliki beberapa manfaat bagi pengelola perpustakaan SD.
1. Sebagai bukti pelaksanaan kegiatan
Jurnal dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa kegiatan perpustakaan benar-benar dilaksanakan.
Misalnya, pada suatu bulan terdapat kegiatan kunjungan kelas, pelayanan peminjaman buku, pengolahan koleksi baru, dan kegiatan literasi. Seluruh kegiatan tersebut dapat dicatat dalam jurnal.
2. Memudahkan penyusunan laporan
Jurnal harian atau mingguan dapat menjadi sumber data ketika pengelola menyusun laporan bulanan, semester, maupun tahunan.
Pengelola tidak perlu mengingat kembali semua kegiatan yang telah dilakukan karena data sudah tercatat secara berkala.
3. Membantu evaluasi kegiatan
Catatan kegiatan dapat digunakan untuk melihat kegiatan yang sudah terlaksana dan kegiatan yang belum terlaksana.
Misalnya, dari jurnal diketahui bahwa kunjungan siswa ke perpustakaan masih rendah. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk membuat program yang lebih menarik.
4. Mendukung pengelolaan perpustakaan yang tertib
Administrasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Pelatihan pengelolaan perpustakaan SD juga umumnya mencakup pengelolaan administrasi dan koleksi agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung pembelajaran (Mashud et al., 2024).
5. Menjadi dokumentasi kegiatan literasi
Jurnal juga dapat mencatat kegiatan literasi yang dilaksanakan melalui perpustakaan. Hal ini penting karena perpustakaan sekolah memiliki peran dalam mendukung budaya membaca dan kegiatan literasi siswa.
Penelitian mengenai perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa kegiatan perpustakaan dapat dikembangkan melalui berbagai program yang mendekatkan siswa dengan bahan bacaan dan lingkungan perpustakaan (Aly et al., 2026).
Format Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD
Format jurnal sebenarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Format sederhana yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.
| No. | Tanggal | Kegiatan | Uraian Kegiatan | Sasaran/Peserta | Hasil/Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 13 Juli 2026 | Penataan perpustakaan | Menata buku dan membersihkan ruang perpustakaan | Pengelola | Ruang dan koleksi siap digunakan |
| 2 | 14 Juli 2026 | Kunjungan siswa | Melayani kunjungan siswa kelas I | Kelas I | Siswa mengenal ruang perpustakaan |
| 3 | 15 Juli 2026 | Peminjaman buku | Melayani peminjaman dan pengembalian buku | Siswa | Peminjaman tercatat |
| 4 | 16 Juli 2026 | Pengolahan koleksi | Memberikan label dan mengelompokkan buku | Pengelola | Buku siap dilayankan |
| 5 | 17 Juli 2026 | Literasi membaca | Membaca buku selama 15 menit | Siswa | Kegiatan berjalan dengan baik |
Format tersebut sudah cukup untuk perpustakaan SD yang membutuhkan jurnal sederhana.
Namun, apabila sekolah ingin memiliki dokumentasi yang lebih lengkap, beberapa kolom tambahan dapat ditambahkan.
Contohnya:
| No. | Hari/Tanggal | Waktu | Tempat | Kegiatan | Peserta | Uraian/Hasil | Tindak Lanjut | Keterangan |
|---|
Format kedua lebih cocok apabila jurnal akan digunakan sebagai dokumentasi kegiatan yang lebih terperinci.
Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD Bulan Juli
Bulan Juli biasanya menjadi periode penting karena sekolah memasuki tahun ajaran baru. Oleh karena itu, kegiatan perpustakaan tidak hanya berupa pelayanan peminjaman buku, tetapi juga penataan ruang, koleksi, administrasi anggota, serta pengenalan perpustakaan kepada siswa.
Berikut contoh jurnal kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah.
| No. | Tanggal | Kegiatan | Uraian Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 Juli | Penataan ruang | Membersihkan dan menata ruang perpustakaan | Ruang perpustakaan tertata |
| 2 | 2 Juli | Penataan koleksi | Menata buku sesuai kelompok/klasifikasi | Koleksi lebih mudah ditemukan |
| 3 | 3 Juli | Pemeriksaan buku | Memeriksa kondisi buku | Buku rusak dipisahkan |
| 4 | 6 Juli | Administrasi | Memeriksa data anggota perpustakaan | Data diperbarui |
| 5 | 7 Juli | Persiapan layanan | Menyiapkan buku administrasi layanan | Administrasi siap digunakan |
| 6 | 13 Juli | Pengenalan perpustakaan | Mengenalkan ruang dan aturan perpustakaan kepada siswa | Siswa mengenal layanan |
| 7 | 14 Juli | Kunjungan kelas | Melayani kunjungan siswa | Kegiatan berjalan |
| 8 | 15 Juli | Layanan sirkulasi | Melayani peminjaman dan pengembalian | Transaksi dicatat |
| 9 | 16 Juli | Pengolahan buku | Memberikan label dan nomor inventaris | Buku siap dilayankan |
| 10 | 17 Juli | Literasi membaca | Membaca buku pilihan | Siswa membaca secara mandiri |
| 11 | 20 Juli | Penataan koleksi | Menjajarkan kembali buku setelah digunakan | Rak tertata |
| 12 | 21 Juli | Layanan referensi | Membantu siswa mencari buku | Siswa menemukan bahan bacaan |
| 13 | 22 Juli | Pemeliharaan koleksi | Memperbaiki buku yang rusak ringan | Koleksi dapat digunakan |
| 14 | 23 Juli | Literasi | Kegiatan membaca dan menceritakan kembali isi buku | Siswa aktif berdiskusi |
| 15 | 24 Juli | Rekap layanan | Merekap kegiatan kunjungan dan peminjaman | Data terdokumentasi |
| 16 | 27 Juli | Administrasi | Mengarsipkan dokumen perpustakaan | Dokumen tertata |
| 17 | 28 Juli | Kunjungan kelas | Pelayanan kunjungan kelas | Kegiatan berjalan |
| 18 | 29 Juli | Penataan buku | Mengembalikan buku ke rak | Koleksi tertata |
| 19 | 30 Juli | Evaluasi | Mengevaluasi kegiatan perpustakaan selama bulan berjalan | Ada bahan perbaikan |
| 20 | 31 Juli | Rekapitulasi | Menyusun rekap kegiatan bulan Juli | Rekap selesai |
Contoh di atas bukan jadwal yang harus diterapkan secara sama di setiap sekolah. Pengelola dapat menyesuaikannya dengan jadwal layanan, jumlah siswa, tenaga pengelola, dan program perpustakaan masing-masing.
Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD Bulan Agustus
Pada bulan Agustus, kegiatan perpustakaan dapat mulai diarahkan tidak hanya pada pelayanan rutin, tetapi juga pada kegiatan yang mendorong siswa menggunakan perpustakaan secara aktif.
Contohnya sebagai berikut.
| No. | Tanggal | Kegiatan | Uraian Kegiatan | Hasil/Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 3 Agustus | Pelayanan perpustakaan | Melayani kunjungan siswa | Layanan berjalan |
| 2 | 4 Agustus | Peminjaman | Mencatat peminjaman buku siswa | Data tercatat |
| 3 | 5 Agustus | Literasi | Membaca buku pilihan | Siswa membaca |
| 4 | 6 Agustus | Pengolahan koleksi | Mengolah buku baru | Buku siap digunakan |
| 5 | 7 Agustus | Penataan koleksi | Menata buku pada rak | Rak tertata |
| 6 | 10 Agustus | Kunjungan kelas | Kegiatan kunjungan terjadwal | Siswa berkunjung |
| 7 | 11 Agustus | Membaca nyaring | Siswa membaca teks secara bergantian | Siswa berlatih membaca |
| 8 | 12 Agustus | Kuis literasi | Kuis berdasarkan buku yang dibaca | Siswa mengikuti kegiatan |
| 9 | 13 Agustus | Layanan sirkulasi | Peminjaman dan pengembalian | Transaksi tercatat |
| 10 | 14 Agustus | Pemeliharaan buku | Memperbaiki buku rusak ringan | Buku dapat digunakan kembali |
| 11 | 18 Agustus | Literasi | Membaca dan membuat catatan sederhana | Hasil dicatat siswa |
| 12 | 19 Agustus | Administrasi | Memperbarui data kegiatan | Data diperbarui |
| 13 | 20 Agustus | Penataan ruang | Menata area baca | Ruang lebih nyaman |
| 14 | 21 Agustus | Rekap layanan | Menghitung kunjungan dan peminjaman | Data tersedia |
| 15 | 24 Agustus | Kegiatan literasi | Membuat rekomendasi buku | Hasil karya siswa |
| 16 | 25 Agustus | Layanan perpustakaan | Pelayanan peminjaman dan pengembalian | Layanan berjalan |
| 17 | 26 Agustus | Penataan koleksi | Menjajarkan buku setelah layanan | Koleksi tertata |
| 18 | 27 Agustus | Evaluasi | Mengevaluasi kegiatan bulan berjalan | Catatan evaluasi tersedia |
| 19 | 28 Agustus | Dokumentasi | Mengarsipkan dokumentasi kegiatan | Dokumentasi tersimpan |
| 20 | 31 Agustus | Rekapitulasi | Menyusun rekap kegiatan Agustus | Rekap selesai |
Apa Saja yang Bisa Dicatat dalam Jurnal?
Pengelola tidak perlu mencatat hanya kegiatan peminjaman buku. Semakin banyak fungsi perpustakaan yang dijalankan, semakin beragam kegiatan yang dapat masuk dalam jurnal.
1. Kegiatan pengolahan bahan pustaka
Contohnya:
menerima buku baru;
memeriksa kondisi buku;
memberikan stempel;
memberi nomor inventaris;
membuat label;
mengklasifikasikan buku;
memasukkan data bibliografi;
menata buku di rak.
Pengolahan koleksi menjadi bagian penting karena koleksi yang telah diolah akan lebih mudah ditemukan dan dimanfaatkan oleh pemustaka.
2. Kegiatan pelayanan
Kegiatan pelayanan dapat meliputi:
pendaftaran anggota;
pelayanan peminjaman;
pelayanan pengembalian;
perpanjangan peminjaman;
membantu pencarian buku;
pelayanan membaca di tempat;
mencatat keterlambatan pengembalian.
3. Kegiatan pemeliharaan koleksi
Contohnya:
memperbaiki sampul;
membersihkan buku;
memisahkan buku yang rusak;
menyusun kembali buku;
melakukan pemeriksaan koleksi.
4. Kegiatan literasi
Kegiatan literasi dapat dibuat sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa.
Untuk kelas rendah dapat dilakukan:
membaca nyaring;
mengenal gambar dan kata;
membaca buku bergambar;
mendengarkan cerita.
Untuk kelas tinggi dapat dilakukan:
membaca mandiri;
membaca berpasangan;
kuis literasi;
membuat ringkasan;
membuat resensi sederhana;
menceritakan kembali isi buku;
membuat rekomendasi buku.
Kegiatan seperti ini relevan dengan fungsi perpustakaan sebagai lingkungan yang mendukung budaya membaca. Kajian terbaru juga menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah dapat menjadi bagian penting dalam penguatan budaya membaca melalui program dan layanan yang sesuai kebutuhan siswa (Aly et al., 2026).
Apakah Jurnal Harus Diisi Setiap Hari?
Tidak selalu.
Frekuensi pengisian dapat disesuaikan dengan sistem administrasi yang diterapkan sekolah.
Untuk perpustakaan SD, jurnal dapat dibuat:
Yang penting adalah setiap kegiatan utama tetap terdokumentasi.
Jika memungkinkan, jurnal harian dapat digunakan sebagai sumber untuk membuat jurnal atau laporan bulanan.
Dengan demikian, pengelola tidak perlu membuat laporan dari awal. Data kegiatan yang sudah dicatat tinggal direkap.
Perbedaan Jurnal Kegiatan dengan Program Kerja Perpustakaan
Kedua dokumen ini sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda.
Program kerja perpustakaan berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Contohnya:
“Melaksanakan kegiatan literasi membaca siswa setiap minggu.”
Sedangkan jurnal kegiatan mencatat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Contohnya:
“15 Agustus 2026 – Melaksanakan kegiatan membaca mandiri kelas IV selama 20 menit.”
Jadi, secara sederhana:
Program kerja = apa yang direncanakan.
Jurnal kegiatan = apa yang telah dilakukan.
Sementara itu:
Laporan = hasil pelaksanaan kegiatan selama periode tertentu.
Ketiga dokumen tersebut dapat saling berhubungan.
Tips Membuat Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD
Agar jurnal mudah digunakan, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
1. Gunakan format sederhana
Jangan terlalu banyak kolom jika justru menyulitkan pengisian.
2. Catat kegiatan secara rutin
Lebih baik mencatat kegiatan segera setelah dilaksanakan daripada menumpuk pencatatan di akhir bulan.
3. Gunakan bahasa yang singkat
Tidak perlu menulis uraian terlalu panjang.
Contoh:
Kurang efektif:
Pada hari tersebut pengelola perpustakaan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penataan berbagai macam buku...
Lebih efektif:
Menata koleksi buku dan mengembalikan buku ke rak sesuai klasifikasi.
4. Bedakan kegiatan rutin dan khusus
Kegiatan rutin seperti peminjaman dan pengembalian tetap dapat dicatat, sedangkan kegiatan khusus seperti lomba literasi atau kunjungan kelas dapat diberikan uraian lebih lengkap.
5. Simpan jurnal dengan rapi
Jurnal dapat disimpan dalam bentuk:
buku jurnal;
dokumen Word;
Excel;
Google Sheets;
atau sistem administrasi digital perpustakaan.
Penggunaan teknologi digital juga dapat dikembangkan secara bertahap. Kajian tentang perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa pemanfaatan model e-library dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses terhadap sumber belajar dan mendukung gerakan literasi di sekolah dasar (Yuniarti et al., 2026).
Contoh Format Jurnal yang Siap Disalin
Bagi sekolah yang ingin menggunakan format paling sederhana, berikut format yang dapat langsung disalin ke Word atau Excel.
JURNAL KEGIATAN PERPUSTAKAAN SD
| No. | Hari/Tanggal | Kegiatan | Uraian Kegiatan | Hasil/Keterangan | Paraf |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | |||||
| 2 | |||||
| 3 | |||||
| 4 | |||||
| 5 | |||||
| 6 | |||||
| 7 | |||||
| 8 | |||||
| 9 | |||||
| 10 |
(................................) (................................)
NIP. ................................ NIP. ................................
Penutup
Jurnal kegiatan perpustakaan SD merupakan administrasi sederhana, tetapi memiliki manfaat yang cukup besar. Dengan jurnal, berbagai kegiatan perpustakaan dapat tercatat secara sistematis dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi maupun penyusunan laporan.
Kegiatan yang dicatat tidak harus selalu berupa peminjaman dan pengembalian buku. Pengolahan koleksi, penataan ruang, pemeliharaan buku, pendaftaran anggota, kunjungan siswa, kegiatan literasi, hingga evaluasi layanan dapat dimasukkan ke dalam jurnal.
Pengelola perpustakaan juga tidak perlu menggunakan format yang terlalu rumit. Untuk SD, format sederhana yang berisi tanggal, kegiatan, uraian, hasil/keterangan, dan paraf sudah dapat menjadi dasar dokumentasi kegiatan.
Yang paling penting adalah jurnal diisi secara konsisten dan sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.
Dengan administrasi yang tertib, perpustakaan tidak hanya memiliki koleksi buku, tetapi juga mempunyai dokumentasi yang menunjukkan bagaimana perpustakaan digunakan untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan budaya literasi siswa.
Referensi
Aly, M., Mutamaroh, A. N., & Mutia, F. (2026). The role of school libraries in fostering reading culture among junior high school students: A systematic literature review. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 12(1), 125–140. https://doi.org/10.14710/lenpust.v12i1.80628
Fitria, A. (2018). Pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa di Sekolah Dasar Negeri Golo Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(5).
Kusmiati, T., Nurlaili, N., Akhmad, A., Warman, W., Mulawarman, W. G., & Azainil, A. (2025). Management library based on digital literacy at school Berau State High School (Study cases at State Senior High School 4 and State Senior High School 6 Berau). Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 11(1), 103–118. https://doi.org/10.14710/lenpust.v11i1.71286
Mashud, A. R., Rusdiana, R., & Juairiah, J. (2024). Pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah dasar sebagai wujud implementasi Gerakan Literasi Sekolah. Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2). https://doi.org/10.18592/jalujur.v3i2.13828
Mohtar, I. (2020). Implementasi manajemen perpustakaan di SD Negeri Candi Tunggal Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(2). https://doi.org/10.21093/jtikborneo.v1i2.2026
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2021). Norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) perpustakaan sekolah/madrasah. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Suras, F. E., Pamungkas, J., & Rolina, N. (2025). Literasi membaca: Eksplorasi potensi sekolah dalam mendukung perkembangan literasi anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 13(1), 188–197. https://doi.org/10.23887/paud.v13i1.86957
Yuniarti, T., Hadi, M. S., & Susanto, A. (2026). Digital e-library model for school literacy movement in elementary education. Academia Open, 11(1). https://doi.org/10.21070/acopen.11.2026.13222
Thanks for reading Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD: Format dan Cara Mengisinya. Please share...!
0 Komentar untuk "Contoh Jurnal Kegiatan Perpustakaan SD: Format dan Cara Mengisinya"