Dunia Perpustakaan

"Jelajahi perpustakaan: literasi, pengetahuan, dan rekomendasi bacaan tanpa batas!"

Kamis, 27 November 2025

Pemanfaatan E-Book dan Jurnal Online untuk Siswa dan Guru

 Dalam dunia pendidikan modern, kehadiran teknologi digital telah mengubah cara siswa dan guru mengakses informasi. Jika dahulu bahan belajar hanya tersedia dalam bentuk cetak, kini berbagai sumber belajar dapat dijangkau melalui perangkat digital seperti ponsel, tablet, dan laptop. Dua sumber digital yang paling bermanfaat adalah e-book dan jurnal online, yang menyediakan materi belajar berkualitas, mutakhir, dan mudah diakses kapan saja.

Apa Itu E-Book dan Jurnal Online?

E-Book

E-book (electronic book) adalah buku dalam format digital yang dapat dibaca melalui perangkat elektronik. E-book mencakup berbagai genre dan bidang ilmu, seperti pendidikan, sains, sejarah, sastra, hingga buku pelajaran.

Jurnal Online

Jurnal online adalah publikasi ilmiah digital yang memuat hasil penelitian terbaru dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini biasanya diterbitkan oleh universitas, lembaga penelitian, dan penerbit akademik. Banyak jurnal tersedia secara terbuka (open access), sehingga siswa dan guru dapat mengunduhnya tanpa biaya.

Manfaat E-Book untuk Siswa dan Guru

1. Akses Mudah dan Praktis

E-book dapat dibaca kapan saja tanpa harus membawa banyak buku fisik. Guru dapat menyimpan banyak referensi sekaligus, sementara siswa dapat belajar secara fleksibel di rumah.

2. Hemat Biaya

Banyak e-book pendidikan tersedia secara gratis melalui platform seperti

  • Google Books

  • Perpustakaan Nasional RI (iPusnas)

  • Aplikasi perpustakaan digital sekolah

Hal ini mengurangi perluasan anggaran pembelian buku cetak.

3. Mendukung Pembelajaran Mandiri

E-book memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan masing-masing. Guru juga dapat memberikan rekomendasi bacaan tambahan tanpa harus menyalin materi dari buku cetak.

4. Fitur Interaktif

Beberapa e-book memiliki fitur seperti pencarian kata, catatan digital, bookmark, hingga audio. Hal ini membuat proses belajar lebih mudah dan menarik.

Manfaat Jurnal Online untuk Siswa dan Guru

1. Mendapatkan Sumber Ilmiah Terbaru

Jurnal online menyajikan penelitian terkini yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Guru dapat memperkaya bahan ajar berdasarkan temuan terbaru, sedangkan siswa menggunakan jurnal sebagai referensi tugas atau proyek penelitian.

2. Membantu Menumbuhkan Literasi Informasi

Dengan membaca jurnal, siswa terbiasa menganalisis data, memahami metode penelitian, dan menilai kualitas sumber. Ini sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek (PBL).

3. Memperluas Wawasan Guru

Guru dapat mengakses artikel tentang pedagogi, strategi pembelajaran, literasi, manajemen kelas, dan penilaian. Pengetahuan ini membantu meningkatkan kualitas pengajaran.

4. Mendorong Pengembangan Budaya Riset

Akses terhadap jurnal online memicu siswa dan guru untuk melakukan riset sederhana di sekolah, seperti studi literatur, analisis data, atau proyek sains.

Platform E-Book dan Jurnal Online yang Dapat Dimanfaatkan Siswa dan Guru

1. iPusnas (Perpustakaan Nasional RI)

Platform digital resmi pemerintah Indonesia yang menyediakan ribuan e-book gratis.

2. Google Scholar

Mesin pencari literatur ilmiah untuk menemukan jurnal, tesis, buku, dan laporan penelitian.

3. DOAJ (Directory of Open Access Journals)

Direktori jurnal ilmiah yang menyediakan artikel berkualitas secara gratis.

4. SINTA (Science and Technology Index)

Portal milik Kemdikbud yang menghimpun jurnal Indonesia.

5. Portal E-Library Sekolah atau Perpustakaan Daerah

Banyak sekolah dan pemerintah daerah menyediakan akses e-library sebagai sumber belajar digital.

Cara Mengoptimalkan Pemanfaatan E-Book dan Jurnal Online

1. Gunakan Kata Kunci Pencarian yang Tepat

Misalnya: “pembelajaran literasi kelas 4 SD”, “model pembelajaran kooperatif”, “manajemen perpustakaan sekolah”.

2. Periksa Kredibilitas Sumber

Pastikan jurnal diterbitkan oleh lembaga resmi atau terindeks, serta penulis memiliki rekam akademik jelas.

3. Buat Daftar Pustaka Otomatis

Manfaatkan fitur sitasi otomatis di Google Scholar untuk menulis daftar referensi.

4. Simpan E-Book dan Artikel di Folder Khusus

Agar mudah diakses ketika mengajar atau menyusun tugas.

5. Manfaatkan dalam Pembelajaran

Guru dapat:

  • memberikan tugas membaca e-book

  • meminta siswa membuat rangkuman jurnal

  • menggunakan gambar atau data dari artikel ilmiah untuk diskusi kelas

Tantangan dan Solusinya

1. Keterbatasan Gawai

Solusi: sekolah dapat menyediakan pojok literasi digital atau komputer perpustakaan.

2. Akses Internet yang Tidak Stabil

Solusi: unduh e-book dan jurnal terlebih dahulu untuk dibaca secara offline.

3. Kemampuan Literasi Digital yang Beragam

Solusi: guru dapat memberikan pelatihan sederhana tentang cara menggunakan Google Scholar dan aplikasi e-library.

Pemanfaatan e-book dan jurnal online memberikan banyak manfaat bagi siswa dan guru, mulai dari ketersediaan informasi yang luas, akses praktis, hingga dukungan untuk pembelajaran abad 21. Dengan memanfaatkan platform seperti iPusnas, DOAJ, dan Google Scholar, kegiatan belajar menjadi lebih kaya, interaktif, dan berbasis data. Digitalisasi sumber belajar ini juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi informasi di sekolah.



Daftar Referensi

  1. Rowlands, I., et al. (2011). E-book use and reading behaviour in academia. Insights: The UKSG Journal.

  2. Tenopir, C., & King, D. (2008). Electronic Journals and Changes in Scholarly Article Seeking and Reading Patterns. D-Lib Magazine.

  3. Nicholas, D., et al. (2010). E-books: How are users responding? Emerald Group Publishing.

  4. Google (2024). Google Scholar Help Center.

  5. Perpustakaan Nasional RI. (2024). iPusnas Digital Library.

logoblog

Mengenal Google Scholar: Sumber Referensi Gratis & Terpercaya untuk Pelajar

Di era informasi digital, mencari referensi akademik terpercaya menjadi lebih mudah. Google Scholar hadir sebagai solusi bagi siapa saja pelajar, mahasiswa, guru, pustakawan yang membutuhkan sumber ilmiah tanpa biaya. Artikel ini akan menjelaskan apa itu Google Scholar, kelebihan dan kekurangannya, serta bagaimana cara menggunakan secara optimal untuk kebutuhan belajar dan penelitian.

Apa itu Google Scholar?

  • Google Scholar adalah mesin pencari literatur ilmiah: artikel jurnal, makalah konferensi, tesis, disertasi, buku, dan publikasi akademik lainnya.

  • Fokus pada literatur akademik berbeda dari pencarian biasa di Google.

  • Banyak dokumen tersedia secara gratis, terutama dari repositori universitas.

Kenapa Google Scholar Penting untuk Pelajar & Pustakawan?

  1. Gratis dan Mudah Diakses — Tidak perlu berlangganan jurnal mahal; cukup akses internet.

  2. Kredibilitas Tinggi — Sumber berasal dari jurnal, universitas, penerbit akademik.

  3. Fitur Sitasi dan Kutipan (Citation & “Cited by”) — Membantu mengetahui pengaruh dan relevansi penelitian.

  4. Akses ke Berbagai Jenis Literatur — Artikel ilmiah, tesis, buku, laporan penelitian, dan lain-lain.

  5. Mendukung Penelitian & Literasi Akademik — Cocok bagi pelajar, guru, pustakawan, peneliti  terutama yang bekerja di lingkungan sekolah atau perpustakaan.

Cara Menggunakan Google Scholar dengan Efektif

  • Gunakan kata kunci yang spesifik: misalnya “manajemen perpustakaan sekolah”, “literasi digital siswa SD”, atau topik yang relevan dengan kebutuhanmu.

  • Gunakan filter tahun publikasi untuk mendapatkan sumber terbaru.

  • Pilih artikel dengan banyak sitasi untuk literatur yang berpengaruh.

  • Manfaatkan fitur “My Library” untuk menyimpan literatur penting.

  • Bila tersedia, gunakan tautan PDF gratis banyak universitas menyediakan full-text di repositori publik.

Manfaat Google Scholar untuk Blog & Perpustakaan Sekolah

Sebagai pustakawan SD + blogger (seperti kamu), Google Scholar dapat membantu:

  • Membantu menemukan literatur penelitian terkait perpustakaan, manajemen literasi, koleksi buku, dsb.

  • Mendukung konten blog dengan referensi ilmiah menambah kredibilitas.

  • Membantu menyusun artikel maupun modul (misalnya: manajemen koleksi, tips literasi, katalog terbitan berseri) berdasarkan data penelitian.

Kelebihan & Kekurangan Google Scholar

Kelebihan

  • Akses gratis

  • Literatur akademik dari seluruh dunia

  • Kemudahan dalam mencari dan menyimpan referensi

  • Mendukung sitasi dan bibliografi

Kekurangan / Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Tidak semua dokumen tersedia full-text gratis terkadang hanya abstrak.

  • Beberapa publikasi mungkin tidak peer-review (misalnya laporan/skripsi di repositori universitas).

  • Hasil pencarian kadang sangat banyak perlu seleksi dan pemilihan referensi dengan tepat.

Tips Menulis Artikel Blog dengan Referensi dari Google Scholar (SEO-friendly di Blogspot)

Karena kamu menggunakan Blogspot, berikut beberapa tips agar artikelmu optimal di mesin pencari:

  • Gunakan judul yang mengandung kata kunci utama: misalnya “Google Scholar: Sumber Referensi Gratis untuk Pelajar”. 

  • Gunakan struktur heading: H1 (judul), H2 untuk subtopik, H3 untuk sub-subtopik memudahkan pembaca dan Google membaca artikel. 

  • Sisipkan kata kunci secara natural di paragraf pertama dan beberapa bagian artikel  tanpa ‘mengulang’ terlalu sering (hindari keyword stuffing). 

  • Tambahkan internal link ke artikel lain di blog kamu yang relevan (misalnya: bila ada artikel tentang manajemen perpustakaan, literasi, dsb). Ini membantu SEO dan membuat pembaca tetap lama di blog. 

  • Tambahkan external link ke sumber asli (link Google Scholar / dokumen PDF)  memperkuat kredibilitas. 

  • Bila menggunakan gambar (misalnya ilustrasi atau infografik), optimalkan nama file, alt text, dan ukuran agar loading tetap cepat. 

  • Buat meta description yang menarik dan relevan sesuai topik untuk meningkatkan klik dari hasil pencarian. 

Google Scholar adalah alat yang sangat berharga terutama untuk kamu sebagai pustakawan, guru, dan blogger edukasi. Dengan memanfaatkannya, kamu bisa memperkaya konten di blogmu dengan referensi ilmiah terpercaya sekaligus membantu pembaca (seperti guru, siswa, pustakawan lain) mendapatkan literatur berkualitas.



Sumber Referensi :

  • Beel, J., Gipp, B., & Wilde, E. (2010). Academic Search Engine Optimization (ASEO): Optimizing Scholarly Literature for Google Scholar & Co. Journal of Scholarly Publishing.
  • Chen, X. (2014). Google Scholar’s Dramatic Coverage Improvement Five Years Later. Serials Review.
  • Harzing, A. W. (2016). Publish or Perish Software and Google Scholar Citations.
  • Google. (2024). Google Scholar Help Center

logoblog

Sabtu, 22 November 2025

Daftar Novel Indonesia yang Diumumkan Diadaptasi (2025–2026)



Ringkasan proyek adaptasi yang diumumkan secara publik — film, serial, maupun animasi  lengkap dengan status dan sumber.

Periode 2024–2026 menunjukkan percepatan adaptasi karya sastra Indonesia ke layar (bioskop, streaming, dan serial). Di bawah ini daftar novel/cerita Indonesia yang sudah diumumkan adaptasinya baik yang sudah tayang di 2025 maupun yang direncanakan tayang 2025–2026.

1. Pulang — Leila S. Chudori (film / rencana serial)

Status: Diumumkan  produksi mulai awal 2025.
Rumah produksi: BASE Entertainment (kerja sama dengan New Amsterdam).
Catatan: Novel berfokus pada kisah eksil politik dan imigran Indonesia; proyek ini mendapat perhatian karena kerjasama internasional.
Sumber: Detik (artikel pengumuman produksi). 

2. Setetes Embun Cinta Niyala — Habiburrahman El Shirazy (film — Netflix)

Status: Sudah tayang / tersedia di Netflix (2025).
Platform / distributor: Netflix (kerjasama produksi MD Entertainment).
Catatan: Film drama religi yang diangkat dari novel populer; trailer dan halaman title terdaftar di katalog Netflix Indonesia.
Sumber: Netflix press page & Wikipedia film page. 

3. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu — Puthut EA (film)

Status: Tayang bioskop 13 Februari 2025 (diproduksi Dapur Films / K Studio / Seven Skies Motion; sutradara: Hanung Bramantyo).
Catatan: Diangkat langsung dari novel Puthut EA; masuk jadwal bioskop nasional 2025.
Sumber: Liputan6, Tempo. 

4. Ten Years Challenge — Mutiarini (film / Viu original)

Status: Telah diadaptasi menjadi film/seri oleh Viu; pemeran termasuk Hanggini (judul terdaftar di Viu).
Platform: Viu ID (streaming).
Catatan: Novel YA bertema time-travel; Viu memproduksi beberapa adaptasi orisinal lokal, dan proyek ini merupakan salah satu yang diumumkan.
Sumber: Viu listing & Suara.com. 

5. Keajaiban Air Mata Wanita — (dari Rahasia Magnet Rezeki — Nasrullah) (film)

Status: Diumumkan / tayang 2025 menurut liputan pilar media lokal.
Catatan: Adaptasi novel/seria motivasi/relijius yang populer dikemas sebagai film.
Sumber: IDN Times / Jogja.idntimes. 

6. Heartbreak Motel — Ika Natassa (film)

Status: Sudah tayang (2024)  adaptasi dari novel Ika Natassa.
Catatan: Menambah daftar karya Ika Natassa yang sukses diadaptasi.
Sumber: Wikipedia & liputan adaptasi. 

7. The Architecture of Love — Ika Natassa (film)

Status: Sudah tayang (2024)  adaptasi dari novel.
Sumber: Wikipedia. 

8. Respati — Ragiel JP (film — horor)

Status: Sudah tayang (2024) — adaptasi novel/cerita horor ke layar.
Catatan: Genre horor tetap populer sebagai materi adaptasi, termasuk karya-karya baru dari penulis lokal.
Sumber: Wikipedia.

9. Na Willa — Reda Gaudiamo (film; jadwal 2026)

Status: Diumumkan; jadwal rilis 2026; produksi oleh Visinema (pengumuman media).
Catatan: Proyek live-action berbasis cerita anak / petualangan yang mendapat perhatian produser besar.
Sumber: MerahPutih (artikel rilis 2026). 

10. Daftar judul lain yang diumumkan / diliput media sebagai adaptasi (ringkasan)

  • Setetes Embun Cinta Niyala — Netflix (sudah disebut di atas). 

  • Ten Years Challenge — Viu (Telah diadaptasi menjadi program/film).

  • Pulang — BASE Entertainment / New Amsterdam (produksi 2025). 

  • Cinta Tak Pernah Tepat Waktu — tayang Feb 2025. 

Catatan: selain daftar di atas, banyak judul lama (mis. Laskar Pelangi, Aruna & Lidahnya, Dilan) sudah sukses diadaptasi sebelum 2024; daftar ini fokus pada pengumuman adaptasi 2024–2026 yang diberitakan.

Mengapa Banyak Novel Indonesia Diadaptasi Sekarang? (Analisis singkat)

  1. Basis pembaca & komunitas digital — Novel populer di BookTok / Bookstagram memudahkan produser menemukan karya yang sudah punya penggemar. (lihat tren BookTok lintas media).

  2. Kemudahan akses platform streaming — Viu, Netflix, dan platform lokal aktif memproduksi konten orisinal dengan cerita lokal yang relatable. (contoh: Ten Years Challenge di Viu; Setetes Embun Cinta di Netflix). 

  3. Potensi komersial & pemasaran ganda — Adaptasi memberi peluang penjualan ulang buku dan merchandise; perpustakaan serta toko buku juga sering mengemas ulang edisi buku saat film/serial rilis.

  4. Diversifikasi genre — Dari romance, drama keluarga, horor, hingga cerita religius dan sejarah: adaptasi lokal kini mencakup banyak genre. (lihat contoh-respons media). 

Rekomendasi untuk Pustakawan, Toko Buku, dan Pembaca

  • Pustakawan: Buat rak khusus “Dari Buku ke Layar” dan jadwalkan diskusi buku–film saat adaptasi rilis; siapkan edisi impor jika terjemahan terlambat.

  • Toko buku / penerbit: Siapkan bundel edisi film tie-in dan lakukan kerja sama promosi dengan bioskop/streaming.

  • Pembaca & klub buku: Ikuti akun resmi penerbit dan rumah produksi untuk info hak terjemah/adaptasi supaya bisa ikut event pre-order atau nonton bareng.

Referensi Utama (sumber berita & pengumuman)

  • Detik — “Pulang Karya Leila S. Chudori Diadaptasi Jadi Film, Diproduksi Awal 2025.” 

  • Viu ID — Ten Years Challenge (listing film/serial adaptasi). 

  • Netflix Press / Title Page — Setetes Embun Cinta Niyala (2025). 

  • Liputan6 — “Adaptasi Novel Puthut EA, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Siap Tayang 13 Februari 2025.” 

  • Tempo — Sinopsis & liputan Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

  • Jogja.IDNTimes — “Film dan Series Indonesia 2025 Hasil Adaptasi Novel Populer.” 

  • MerahPutih — “Film Na Willa tayang 2026 (adaptasi buku Reda Gaudiamo).” 

logoblog

Film & Adaptasi: Bagaimana Buku Mendorong Layar Lebar (dan Sebaliknya) di Tahun 2025

 Adaptasi film dan serial dari karya sastra terus menjadi fenomena global, dan tren ini tetap kuat hingga 2025. Walaupun tidak semua rilisan adaptasi di periode September–November memiliki data publik yang lengkap, kecenderungan hubungan antara buku populer dan adaptasi layar tetap terlihat sangat jelas. Salah satu contohnya adalah Lessons in Chemistry karya Bonnie Garmus, yang tetap bertahan sebagai salah satu novel paling dicari bahkan setelah adaptasi serialnya sukses besar di Apple TV+.

Fenomena adaptasi bukan hanya sekadar memindahkan cerita dari buku ke layar; ia membentuk siklus popularitas baru yang mendorong buku kembali laris, membuka pasar baru, dan memperluas pengaruh sebuah karya. Tahun 2025 menjadi saksi bagaimana pembaca, penonton, BookTok, dan platform streaming saling terhubung dalam ekosistem literasi modern.

1. Buku yang Viral = Bahan Adaptasi Paling Menjanjikan

Kesuksesan novel di media sosial terutama BookTok, Instagram, dan komunitas pembaca digital berkorelasi kuat dengan minat industri film terhadap adaptasi. Pada 2025, beberapa pola besar menjadi jelas:

a. Novel yang kuat karakter

Karya seperti Lessons in Chemistry menjadi contoh ideal: karakter utama yang unik, narasi tajam, dan tema feminitas langsung menarik bagi platform streaming yang mengejar konten berdimensi sosial.

b. Novel fantasi dengan worldbuilding matang

Minat adaptasi terhadap novel fantasi naik pesat, mengikuti kesuksesan global seperti Shadow and Bone atau The Witcher (Netflix). Rilisan fantasi terbaru seperti:

  • Katabasis — R.F. Kuang

  • Among the Burning Flowers — Samantha Shannon

menjadi kandidat kuat karena memiliki universe luas yang cocok untuk franchise layar.

c. Novel horor psikologis modern

Horor kini menjadi salah satu genre termurah diproduksi tetapi paling menjanjikan secara komersial. Novel seperti:

  • Fiend — Alma Katsu

menawarkan kombinasi horor domestik + komentar sosial, tipe cerita yang digemari platform premium.

2. Studi Kasus: Lessons in Chemistry — Ketika Adaptasi Melonjakkan Buku

Lessons in Chemistry (Bonnie Garmus) menjadi contoh paling nyata bagaimana adaptasi bisa memperpanjang “umur popularitas” sebuah buku.

  • Setelah tayang sebagai serial Apple TV+ (2023), penjualan bukunya meningkat tajam.

  • Hingga 2025, buku ini terus direkomendasikan sebagai bacaan klub buku, bacaan feminis, dan novel karakter.

  • Di Indonesia, novel ini masih menjadi salah satu buku impor yang paling dicari oleh komunitas pembaca perempuan dan pembaca sastra kontemporer.

Faktor kesuksesan:

  1. Adaptasinya setia pada semangat novel tokoh Elizabeth Zott tetap menjadi pusat kekuatan cerita.

  2. Pengembangan beberapa karakter minor membuat penonton baru tertarik untuk membaca novelnya.

  3. Viral di BookTok: pembahasan soal “perempuan di sains”, gaslighting, dan perjuangan karier akademik.

Hasilnya:
Adaptasinya bukan hanya meningkatkan popularitas, tetapi menghidupkan kembali diskusi literasi tentang perempuan dan STEM. Ini memperlihatkan bagaimana adaptasi film/serial dapat menjadi portal menuju literasi.

3. Adaptasi yang Menjauh dari Novel—Apakah Mempengaruhi Persepsi Pembaca?

Tidak semua adaptasi setia pada buku. Ada yang mengubah sudut pandang, latar, bahkan karakter inti. Reaksi pembaca biasanya terbagi menjadi tiga:

  1. Pembaca lama kecewa, terutama jika adaptasi menghilangkan pesan inti.

  2. Penonton baru justru suka, karena alurnya lebih cepat dan sinematis.

  3. Sebagian pembaca tertarik membeli buku untuk membandingkan.

Beberapa contoh adaptasi terkenal yang sering dibandingkan pembaca (meski bukan semua rilis 2025):

  • The Witcher (Netflix) — banyak perbedaan drastis dari novelnya.

  • Shadow and Bone — menggabungkan dua seri novel ke dalam satu narasi.

  • Dune (2021–2025) — setia tema, sedikit modifikasi alur dan kultur.

Pelajaran untuk pembaca & pustakawan:
Adaptasi yang berbeda bukan berarti gagal. Sering kali, perubahan visual atau dramaturgi diperlukan agar cerita cocok untuk format film/serial.

4. Tren Adaptasi 2025: Lokal vs Internasional

a. Adaptasi Internasional

Rilisan internasional mendominasi, terutama dari genre:

  • Fantasi epik

  • Young adult

  • Horor psikologis

  • Drama feminis

  • Thriller domestik

Platform seperti Amazon Prime, Netflix, Apple TV+, dan HBO terus membeli lisensi novel terkenal dan novel baru yang berpotensi menjadi “franchise”.

b. Adaptasi Lokal Indonesia

Di Indonesia, tren adaptasi juga meningkat:

  1. Novel Wattpad → Film

    • Masih menjadi salah satu sumber cerita utama, misalnya Mariposa, Dikta & Hukum, dll.

  2. Novel populer Gramedia → Film bioskop

    • Misalnya Laut Bercerita, Galaksi, dan adaptasi novel-novel romance.

  3. Komik lokal & webtoon Indonesia

    • Sangat potensial untuk diadaptasi ke serial atau film, karena basis penggemarnya luas.

  4. Novel sejarah & budaya

    • Tren minat sejarah sedang naik, sehingga adaptasi genre ini mulai dilirik produser.

5. Novel Indonesia yang Potensial Diadaptasi (Analisis 2025)

Berikut daftar novel lokal yang sering disebut pembaca sebagai “paling layak difilmkan”:

1. “Aku, Buku, dan Sepotong Senja” — Seno Gumira Ajidarma

Eksotis, visual kuat, dan penuh metafora. Cocok untuk film festival.

2. “Laut Bercerita” — Leila S. Chudori (sudah difilmkan namun berpotensi franchise)

Tema aktivisme membuatnya relevan bagi generasi muda.

3. Novel romance remaja Gramedia Pop

Selalu punya pasar stabil dan komunitas besar.

4. Novel thriller Indonesia seperti “Ganjil Genap”

Genre thriller dan komedi dewasa sedang naik daun.

5. Novel fantasi lokal (sering rilis indie)

Worldbuilding kaya = potensi besar untuk animasi atau serial.

6. Bagaimana Perpustakaan Merespon Tren Adaptasi?

Perpustakaan kini memainkan peran penting dalam:

a. Menyediakan rak khusus “From Book to Screen”

Sangat efektif meningkatkan minat baca, terutama untuk:

  • Siswa SMA

  • Pembaca dewasa muda

  • Penonton Netflix/Prime yang baru tertarik membaca

b. Mengadakan bedah buku + nonton bareng adaptasinya

Meningkatkan partisipasi komunitas pemuda.

c. Memperkuat koleksi novel yang sedang viral

Agar perpustakaan tetap relevan dengan budaya pop.

d. Program literasi kritis

Agar pembaca bisa membedakan adaptasi film yang dramatisasi dari interpretasi asli novel.

7. Dampak Media Sosial (BookTok, Instagram, YouTube)

BookTok kini menjadi kekuatan terbesar dalam memviralkan novel yang kemudian diadaptasi.

Pengaruhnya:

  • Penjualan buku bisa meningkat hingga 300% setelah viral.

  • Banyak studio film mencari hak cipta novel viral.

  • Pembaca baru (usia 15–25) mulai membaca karya yang sebelumnya tidak populer.

BookTok bukan sekadar tren—ia telah mengubah industri penerbitan dan perfilman.

Kesimpulan

Adaptasi buku ke film/serial tetap menjadi tren besar pada 2025, didorong oleh interaksi antara:

  • Komunitas digital (BookTok, Bookstagram)

  • Platform streaming global

  • Penulis yang menciptakan cerita dengan karakter kuat

  • Pembaca muda yang menyukai cerita cepat, emosional, dan sinematis

Indonesia pun tidak ketinggalan: novel lokal, web novel, komik, dan webtoon terus dilirik untuk adaptasi.

Di era sinema modern, hubungan buku dan layar sudah menyatu yang satu mendorong popularitas lainnya. Perpustakaan, pembaca, dan penerbit kini berada dalam satu ekosistem budaya populer yang dinamis dan penuh peluang.



Referensi :

  1. Kompas.id – Tren adaptasi dan berita literasi.

  2. Garmus, Bonnie. Lessons in Chemistry — HarperCollins, 2022.

  3. Apple TV+ — Serial Lessons in Chemistry, 2023–2024.

  4. Shannon, Samantha. The Roots of Chaos series — Bloomsbury.

  5. Kuang, R.F. — Katabasis (rilis internasional 2025).

  6. Katsu, Alma — Fiend (2025).

  7. The Guardian — Artikel tentang dampak BookTok terhadap penjualan buku global.

  8. Publishers Weekly — Laporan adaptasi film dan tren hak cipta (2024–2025).

  9. Variety — Berita proyek adaptasi Hollywood terbaru (2024–2025).

  10. Netflix / Amazon Prime Press Release — Update adaptasi novel ke layar.

logoblog

Tren Buku dan Sastra September–November 2025: Rilis Baru, Terjemahan Besar-besaran, dan Ledakan BookTok Indonesia

 

Pasar Buku Indonesia yang Semakin Dinamis

Tiga bulan terakhir, dari September hingga November 2025, dunia buku Indonesia mengalami periode paling dinamis setelah pandemi. Rilis global yang besar, program pemerintah yang masif, BookTok yang semakin berpengaruh, serta meningkatnya pembelian buku impor membuat ekosistem sastra bergerak cepat.

Pola ini sangat terasa di toko buku besar seperti Gramedia & Periplus, komunitas pembaca, serta perpustakaan sekolah/daerah yang menerima pasokan buku terjemahan baru.

Artikel ini merangkum gambaran lengkap: rilis internasional yang ramai, program terjemahan nasional, tren pembaca Indonesia, dan apa artinya bagi masa depan literasi Indonesia.

1. Rilis Internasional yang Menghebohkan Pembaca Indonesia

Empat judul internasional mendominasi perhatian pembaca global dan juga Indonesia:

1. Katabasis — R. F. Kuang

  • Genre: dark academia fantasi gelap

  • Pembaca Indonesia memborong edisi impor sejak hari pertama, terutama lewat Gramedia.com, Periplus, dan marketplace.

  • Topik menjadi viral di BookTok Indonesia karena gaya Kuang yang kritis, akademik, dan kontroversial.

2. Among the Burning Flowers — Samantha Shannon

  • Buku penutup trilogi The Roots of Chaos.

  • Penggemar fantasi epik Indonesia antusias meski belum ada terjemahan resmi.

  • Periplus mengiklankan buku ini sebagai most anticipated fantasy release.

3. The Summer War — Naomi Novik

  • Meski hanya novella, Novik memiliki basis penggemar kuat di Indonesia.

  • Banyak dibeli sebagai edisi Kindle dan paperback impor.

4. Fiend — Alma Katsu

  • Genre: horor keluarga modern.

  • Rilis global September 2025 langsung masuk wishlist pembaca Indonesia karena gaya Katsu yang dikenal lewat The Hunger dan The Fervor.

Kesimpulan:
Rilis global kini cepat masuk pasar Indonesia. Pembaca Indonesia sudah sangat terbiasa membeli buku impor tanpa menunggu terjemahan.

2. Ledakan Terjemahan Cerita Anak: 3.270 Judul Baru

Inilah peristiwa paling monumental di dunia literasi Indonesia untuk tahun 2025:

Peluncuran 3.270 Buku Terjemahan Anak (Kemendikdasmen & Badan Bahasa)

Program ini dirilis pada Pesta Literasi Indonesia 2025.
Fokus: buku cerita anak berkualitas internasional, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia untuk meningkatkan akses literasi dini.

Mengapa program ini penting?

  1. Indonesia kekurangan buku cerita anak murah dan berkualitas.

  2. Daerah-daerah non-perkotaan sulit mendapatkan buku impor/berjualan terbatas.

  3. Lingkungan membaca anak semakin kompetitif: harus bersaing dengan gadget.

Program ini memberikan akses gratis kepada:

  • SD negeri & swasta

  • perpustakaan daerah

  • taman baca masyarakat

  • pojok baca di desa

Dampak langsung:

  • Guru memiliki lebih banyak bahan cerita untuk membaca nyaring.

  • Orang tua dapat mengakses versi digital secara gratis.

  • Perpustakaan sekolah meningkat kunjungannya berkat koleksi baru.

3. BookTok & Media Sosial Menentukan Buku Mana yang Viral

BookTok Indonesia terus mendominasi dunia rekomendasi buku. Apa yang viral di TikTok baik yang positif maupun emosional langsung berpengaruh pada pembelian buku.

Buku yang kembali viral karena BookTok (2024–2025):

  • Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow

  • The Song of Achilles

  • A Little Life

  • Ninth House

  • Hell Bent

  • Six of Crows

  • The Familiar (Leigh Bardugo)

  • Yellowface

Dampaknya bagi pasar Indonesia:

  • Stok cepat habis di Gramedia dan toko online.

  • Buku lama menjadi best-seller kembali.

  • Pembaca baru muncul dari kelompok yang tadinya tidak suka membaca.

Kata kunci BookTok 2025 yang paling banyak muncul:

  • “buku yang bikin nangis”

  • “fantasi gelap untuk pemula”

  • “novel romantis yang heartwarming”

  • “novel yang lebih bagus dari filmnya”

4. Tren Terjemahan Komersial: Mana yang Diminati?

Penerbit Indonesia cenderung menerjemahkan:

  • buku viral global

  • buku fantasi/horror yang stabil penjualannya

  • penulis yang memiliki fandom kuat

  • buku pemenang penghargaan seperti Hugo, Nebula, Pulitzer

Judul terjemahan yang paling stabil penjualannya (2025):

  • Tomorrow, and Tomorrow, and Tomorrow (GPU)

  • The Silent Patient

  • The Priory of the Orange Tree

  • Six of Crows

  • The Song of Achilles

Genre terjemahan paling diminati di Indonesia:

  1. Fantasi epik

  2. Misteri-thriller

  3. Romance dewasa

  4. YA (young adult)

  5. Horor mitologi & folklore

5. Bagaimana Tren Ini Mempengaruhi Perpustakaan Indonesia?

Perpustakaan (sekolah, daerah, kampus) mengikuti tren ini dengan cara:

a. Menambah koleksi yang “sedang viral”

Karena siswa datang bertanya: “Bu, ada yang ini nggak? Lihat di TikTok!”

b. Menyediakan sesi read aloud berbasis buku terjemahan anak

Materi dari program 3.270 judul sangat cocok untuk:

  • kegiatan literasi pagi

  • kelas tematik

  • ekstrakurikuler klub buku kecil

c. Membangun “Zona BookTok” di perpustakaan

Beberapa perpustakaan modern mulai membuat area khusus rekomendasi BookTok/Bookstagram.

d. Menggunakan katalog digital/AI rekomendasi

Kampus dan perpustakaan besar kini:

  • memakai sistem rekomendasi berbasis AI

  • menampilkan review pengguna

  • terkoneksi dengan data metadata internasional

6. Apa Tren Ini Artinya untuk Pembaca dan Industri Buku Indonesia?

Untuk pembaca:

  • Pilihan buku semakin banyak (impor + terjemahan).

  • Kemampuan bahasa Inggris meningkat karena banyak membaca edisi import.

  • Mudah menemukan komunitas baca via TikTok & Instagram.

Untuk penerbit:

  • Harus cepat merespon buku viral.

  • Harus memperkuat hak terjemahan & editing berkualitas.

  • Perlu memperhatikan pasar anak yang sangat besar.

Untuk pustakawan:

  • Perlu mengupdate koleksi dengan judul baru/viral.

  • Harus memahami trend digital & BookTok.

  • Menjadi kurator utama untuk literasi sekolah.

Kesimpulan

Tren buku September–November 2025 menegaskan satu hal: pasar buku Indonesia semakin matang dan responsif. Pembaca tak lagi menunggu lama  rilis global langsung diikuti oleh pembelian impor, diskusi daring, dan dorongan agar segera diterjemahkan.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat literasi anak lewat ribuan buku cerita terjemahan gratis langkah besar dalam sejarah penerbitan Indonesia.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar buku terbesar di Asia Tenggara: aktif, kreatif, digital, dan penuh energi.



Referensi Utama

  1. Siaran Pers Kemendikdasmen – Pesta Literasi Indonesia 2025

    • “Pesta Literasi Indonesia 2025, Perluas Akses Literasi Melalui 3.270 Buku Terjemahan Cerita Anak” 

  2. ANTARA News

    • “Kemendikdasmen rilis ribuan judul buku terjemahan cerita anak” 

    • “IIBF 2025 hadirkan 500 ribu buku dan 150 acara literasi” (informasi pameran buku impor & internasional) 

  3. IKAPI / Ikatan Penerbit Indonesia

    • Artikel resmi IIBF 2025: “Indonesia International Book Fair 2025 Resmi Dibuka … 20 negara ikut serta” 

  4. Media Lokal – Koran Jakarta

    • “Badan Bahasa Luncurkan 3.270 Buku Cerita Anak Terjemahan di Pesta Literasi 2025” 

  5. Media Lokal – Pikiran Rakyat

    • Liputan “3.270 Buku Terjemahan Diluncurkan” dari Pikiran Rakyat Koran 

  6. Media Lokal – Balai Bahasa Jawa Barat

    • Halaman resmi berita “Pesta Literasi Indonesia 2025 – 3.270 Buku Terjemahan” di situs Balai Bahasa Jabar

logoblog